Makan Bubur Ayam Legendaris Pa’ Otong (Bandung)

Salah satu tempat jajan bubur ayam malem-malem yang ada di Bandung adalah Bubur Ayam Pa’ Otong. Bubur ayam yang satu ini berada di daerah Andir, karenanya sebagian orang ada yang menyebutnya Bubur Andir, seakan ga ada lagi penjual bubur yang ada di sana. Tapi,, besar kemungkinan pada tahun 1947 di mana bubur ayam ini konon mulai berjualan, emang cuma dia satu-satunya bubur ayam yang ada di sini. Hebat ya, udah melintasi berbagai generasi lho, entah sekarang udah generasi ke berapa yang meneruskan usahanya.

DSCF3005 (1280x854)

Untuk menuju ke sini, bakal butuh sedikit perjuangan. Kenapa? Nah, kalo malem-malem kan Jalan Jenderal Sudirman berubah jadi pasar kaget. Jualannya juga ga tanggung-tanggung, di pinggir jalan raya, sehingga membuat arus jalan raya jadi agak tersendat. Mengenai lokasi, patokannya adalah Martabak Andir yang terkenal itu. Bubur Ayam Pa’ Otong berada ga jauh dari sana, mungkin sekitar 100 meter lah, mangkalnya di sebelah kanan. Sebuah spanduk besar berwarna hijau muda mencrang bertuliskan “Bubur Ayam Pa’ Otong” menyambut kita, lengkap dengan tulisan “Tidak Buka Cabang”.

DSCF3006 (1280x854)

DSCF3007 (1280x854)

Beruntung malem walaupun cukup rame, saya dan Nanda masih bisa langsung mendapatkan tempat duduk. Seperti biasa, harus bagi tugas, ada yang ngamanin tempat duduk, ada yang bagian mesen alias jemput bola. Saya menghampiri salah satu pegawainya yang sedang sibuk menuang bubur dari panci aluminium besar yang ternyata udah hampir kosong menemui dasarnya. Tapi tenang, dari kejauhan tampak pegawai lainnya sedang menggotong panci baru yang masih penuh berisi bubur.

DSCF3009 (855x1280)

Mirip seperti Bubur Ayam Gibbas yang berjualan di Kebon Jati, ga jauh dari sini, pilihannya di sini ada bubur ayam polos, bisa pake cakue doang, bisa pake cakue dan ayam, atau bisa juga lengkap pake ati dan ampela. Tambahannya ada banyak, ada paha bawah, sayap, usus kering, ceker, brutu (atau tunggir, alias bagian pantat ayam), uritan (bakal telur), telur muda, kepala, sate kulit, sate telur puyuh, dan sate usus (kalo yang ini ga sampe kriuk kriuk kayak usus kering tadi). Tentunya jangan berharap semuanya masih lengkap tersedia kalo kamu dateng terlalu malem. Karena mereka berjualan dari jam 5, amannya mendingan dateng aja setelah magrib, siapa tau jam 5 itu mereka baru buka banget.

DSCF3014 (1280x855)

Dan kalo diperhatiin pun ya, penampilannya mirip dengan Bubur Gibbas, tipe buburnya pun tipe bubur yang encer. Saya mencicipi buburnya sebelum sempet saya tambahin kecap asin atau merica dan rasanya asin dan gurih tapi ga berlebihan. Enak deh. Ciri khas yang dimiliki Bubur Ayam Pa’ Otong adalah mereka ga nyediain kecap manis. Aneh? Ya lumayan aneh, mengingat orang Sunda kan sukanya yang manis-manis. Biasanya nuang kecap manis banyak-banyak ke atas buburnya. Untungnya, saya bukan penyuka tipe bubur yang dikasih kecap manis. Selain itu, mereka ga menabur potongan daun seledri dan kerupuk, sehingga bubur ayamnya bener-bener hanya terdiri dari ayam dan cakue, sehingga mengingatkan saya pada tipikal bubur Cina, misalnya bubur Ta Wan yang jadi favorit pacar saya.

Bubur Ayam Ati Ampela IDR 18K

 

Bubur Ayam Pa’ Otong
Jalan Jenderal Sudirman, Andir, Bandung
Click for Google Maps

Iklan

Satu pemikiran pada “Makan Bubur Ayam Legendaris Pa’ Otong (Bandung)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s