Laksa Betawi Assirot, Bikin Jadi Inget Masakan Mamah (Jakarta)

Udah lama ga nyobain kuliner-kuliner Betawi, hari itu saya dapet ide buat makan laksa Betawi. Kuliner yang satu ini emang unik karena punya versi yang berbeda. Hal ini tidak mengherankan mengingat kuliner ini merupakan kuliner yang berasal dari komunitas peranakan Tionghoa. Kuliner ini kemudian berakulturasi dengan keragaman kuliner dan sumber daya setempat sehingga menghasilkan cita rasa yang berbeda-beda. Selain tentunya ada laksa Bogor yang terkenal, masih ada pula laksa dari berbagai daerah lain seperti Palembang, Banjar, Jepara, Riau, dan dari Jakarta yang disebut dengan laksa Betawi.

DSCF3647 (1280x854)

Salah satu tempat yang menjual laksa Betawi di Jakarta berada di Jalan Assirot yang masih termasuk daerah Kebayoran Lama. Ternyata di daerah ini banyak warga asli Betawinya sehingga cukup banyak pula kuliner khas Betawi yang saya liat dijual di pinggir jalan. Parkirannya hanya bisa menampung beberapa buah sepeda motor. Mobil? Agak susah juga kalo mesti memarkirkannya di jalan yang ga terlalu lebar di depannya.

DSCF3672 (1280x853)

Laksa Betawi Assirot sendiri menempati sebuah rumah sederhana yang bagian depannya disulap menjadi ruang makan. Di salah satu sudut terdapat lemari kaca yang digunakan untuk meletakkan mangkok-mangkok makanan. Hawa panas siang hari sedikit berkurang berkat adanya kipas angin yang ada di dalam ruangan. Kalo males panas, mungkin kamu bisa mencoba untuk dateng agak sore karena warungnya buka sampe jam 9 malem. Tapi ga dijamin lauk-lauknya bakalan masih lengkap lho ya.

DSCF3649 (1280x854)

DSCF3654 (1280x854)

Laksa Betawi biasa dimakan dengan berbagai lauk-pauk yang sama persis dengan kalo kamu beli nasi uduk. Silakan dipilih sesuai selera, ada jengkol, telur bacem, telur rendang, tahu, tempe, kentang, empal daging, ama semur daging. Tapi saya agak heran juga kenapa mereka ga nyediain lauk ayam.

DSCF3668 (1280x854)

Sepiring laksa Betawi hanya berisikan potongan kupat, daun kucai, daun kemangi, dan kecambah toge, mirip kayak yang buat rawon. Karena ga mau terlalu kenyang, saya memilih jengkol sebagai lauknya. Sedikit saya cicipi kuahnya. Alamaaak, kuah laksanya mengingatkan saya pada masakan buatan mamah yang udah lama ga saya rasain sehingga saya lupa masakannya apa. Tapi yang pasti, rasa kuah ebinya mirip banget. Berbeda dengan laksa bogor yang rasa ebinya sangat kuat, di laksa Betawi rasa ebinya lebih bersahabat.

Biar lebih mantep, saya menambahkan dua sendok teh sambel khas nasi uduk, yang cukup berhasil bikin saya sedikit berkeringat dan makan jadi makin lahap. Biar lebih rame, saya mengambil sebungkus kerupuk emping dari antara kerupuk emping dan kerupuk udang yang tersedia di meja. Walaupun hanya berisi kupat, ternyata kupatnya cukup padat sehingga saat dibelah dengan sendok ga terlalu mudah. Karena padatnya itu pulalah yang membuat perut saya jadi kenyang banget rasanya.

Laksa IDR 20K
Telur IDR 3.5K
Jengkol IDR 5K
Emping IDR 5K
Es teh tawar IDR 2.5K

 

Laksa Betawi Assirot
Jalan Assirot No. 1, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan
Click for Google Maps

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s