Masjid Ramlie Musofa, Masjid Bak Gading Putih di Tengah Sunter (Jakarta)

Waktu lebaran Juni 2018 yang lalu, abis berkunjung ke Jakarta Aquarium di mal Neo Soho, keluarga saya menunaikan ibadah shalat asar di Masjid Ramlie Musofa. Seperti biasa, kalo udah urusan mengunjungi masjid, biasanya itu keinginan mamah saya yang seneng berkunjung ke masjid-masjid yang unik nan cantik. Ya, masjid yang tepat berada di hadapan Danau Sunter utara ini baru saja selesai dibangun pada tahun 2016 dan sepertinya sempat dilihat mamah saya saat masuk liputan di TV karena keindahan arsitekturnya.

Karena bentuknya yang yang menyerupai Taj Mahal di India, masjid megah ini tidak hanya menjadi sekedar tempat beribadah saja, melainkan menjadi objek wisata religi yang menarik minat tidak hanya umat muslim melainkan juga pengunjung dari umat beragama lainnya. Masjid ini memang sengaja didesain mirip Taj Mahal sebagai simbol keabadian. Pemiliknya ingin masjid ini tetap abadi dan dapat bermanfaat untuk umat sepanjang masa. Selain itu, Taj Mahal juga menjadi monumen tanda cinta Shah Jahan kepada istrinya Mumtaz Mahal yang meninggal setelah melahirkan. Jadi, masjid ini merupakan representasi cinta pemiliknya terhadap Allah swt, agama Islam, dan keluarganya.

Terus, siapa sih sebenernya pemilik masjid yang bangunannya didominasi warna putih bak gading yang diterpa matahari sore ini? Ialah Ramli Rasidin, seorang saudagara Tionghoa yang berasal dari Aceh dan merantau ke Jakarta, kemudian menjadi mualaf beserta seluruh anggota keluarganya. Nama masjid ini sendiri, Ramlie Musofa, merupakan singkatan dari namanya, istrinya, dan ketiga anaknya. Ra diambil dari Ramli, Lie diambil dari Lie Njoek Kim, istrinya, dan ketiga anaknya masing-masing bernama Muhammad, Sofian, dan Fabian.

Tangga menuju ke lantai dua masjid dihiasi oleh tangga marmer berwarna hitam yang di kedua sisi dindingnya berukirkan surat Al Fatihah dalam tiga bahasa, yaitu bahasa Arab, bahasa Indonesia dan bahasa Mandarin. Rupanya asal-usul Pak Ramli sebagai etnis Tionghoa senantiasa mewarnai setiap sudut masjid. Oh ya, di hadapan bangunan masjid juga ada prasasti surat Al Qariah yang menceritakan kedahsyatan hari akhir di mana gunung-gunung bak bulu-bulu yang beterbangan. Surat ini menjadi pengingat bagi setiap yang membacanya untuk selalu membekali diri untuk menghadapi hari perhitungan. Jikalau ada wisatawan asing yang berasal dari Cina, mereka bisa langsung mengenal Islam melalui kedua surat tersebut.

Masuk ke bagian dalam masjid, bagian shalat untuk pengunjung perempuan berada di lantai satu. Tidak ada yang istimewa dengan ruangan ini. Hanya pilar-pilar dengan langit-langit yang pendek dan hamparan karpet hijau menutupi shaf-shaf terdepan. Saya kemudian langsung naik aja ke lantai dua karena emang di sana area shalat untuk pengunjung laki-laki.

Bagian shalat di lantai dua lebih mencerminkan kemegahan masjid ini di mana delapan buah pilar yang tinggi menjulang hingga ke kubah masjid yang berhiaskan kaligrafi nama Allah dan surat Al A’laa. Kombinasi langit-langit yang tinddi dengan dinding yang didominasi oleh warna putih menimbulkan kesan yang sejuk dan mendamaikan hati siapapun yang berada di sana. Konon, di masjid berlantai tiga ini lebih dari 1000 jamaah mampu ditampungnya. Bagi jamaah penyandang disabilitas, masjid ini memiliki lift yang memudahkan mereka untuk berkunjung sekaligus beribadah d sini.

Keunikan lain yang dimiliki masjid ini adalah pada saat dikumandangkannya azan yang menjadi penanda dimulainya waktu shalat. Karena posisi masjid yang berada di tengah-tengah pemukiman elit warga etnis Tionghoa, ada kesepakatan bahwa azan tidak dikumandangkan melalui pengeras suara. Hal ini menjadi wujud dari keberagaman serta toleransi umat Islam dengan masyarakat yang berbeda keyakinan.

 

Masjid Ramlie Musofa
Jalan Danau Sunter Raya Selatan Blok I/10 No. 12C-14A Jakarta Utara
Click for Google Maps

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s