Toko Oen yang Legendaris (Malang)

Siapa yang ga tau Toko Oen ngacung! Wah, kebangetan deh kalo kamu ga tau restoran es krim yang legendaris ini. Toko Oen pertama kali dibuka pada tahun 1922 oleh seorang pengusaha Tionghoa keturunan Belanda bernama Nyonya Liem Goe Nio. Tapi, cabang yang pertama justru dibuka di kota gudeg Jogja, baru merambah ke kota-kota lain seperti Jakarta, Semarang, dan di Malang. Hebat juga ya? Sayangnya seiring dengan perjalanan waktu, cabang Toko Oen di Jakarta dan Jogja pun tutup. Konon hanya Toko Oen di Semarang yang masih asli dimiliki oleh keluarga keturunan Liem Goe Nio. Sementara Toko Oen di Malang pada tahun 1990 dijual ke pengusaha bernama Danny Mugianto.

IMG_5526 (1280x853)

IMG_5517 (1280x853)

IMG_5537 (1280x853)

Walaupun demikian, dateng ke Toko Oen Malang tetep menjadi satu kewajiban kalo kamu lagi jalan-jalan ke Malang. Begitu memasuki bangunan, suasana jadul khas kolonial mulai menyeruak. Spanduk putih dengan tulisan merah berbahasa Belanda menyambut setiap pengunjung yang baru datang, “Selamat datang di Malang, Toko Oen yang sejak tahun 1930 telah memberikan kenyamanan bagi para tamu.” Empat kursi rotan pendek berwarna biru langit dan putih gading diatur mengelilingi meja-meja berbentuk bulat. Foto-foto kota Malang tempo dulu yang tampak menghiasi dinding ruangan semakin membawa pengunjungnya ke suasana masa lalu. Ga heran kalo banyak juga pengunjung wisatawan asing yang mampir ke sini.

IMG_5519 (1280x854)

IMG_5518 (1280x853)

Sebagai sebuah restoran jadul, Toko Oen bisa dibilang menyajikan kuliner khas Belanda yang lengkap. Di sebuah counter berbentuk persegi panjang di depan pintu masuk terdapat berbagai jenis roti dan kue kering khas Belanda seperti speculaas, havermout, dan kaastengel. Untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman, kue-kue basah khas Indonesia turut ditawarkan di etalase yang sama dengan roti-roti.

IMG_5531 (853x1280)

IMG_5530 (853x1280)

Tidak hanya es krim, daftar menu Toko Oen menampilkan berbagai menu makanan seperti makanan pembuka, sup, masakan oriental, burger dan sandwich, salad, steak, dan tentu saja ga ketinggalan menu khas Indonesia. Konon katanya nasi goreng dan nasi semur lidahnya terkenal enak. Namun karena sebelumnya perut kita udah diisi dua kali, pertama di CFD dan yang kedua di Pecel Kawi Hj. Musilah, kita cuma mesen salah satu menu es krim doang yang dinikmati bertiga. Kalo bingung dengan berbagai macam variasi es krim yang ada di menu bisa ngeliat gambar yang ada di halaman belakang daftar menu.

IMG_5539 (1280x854)

Sambil menunggu es krim pesenan kita dateng, saya keluar dan mengambil foto bangunan gereja besar dan megah yang berada tepat di seberang Toko Oen, Gereja Hati Kudus Yesus yang dikenal juga dengan nama Gereja Kayu Tangan. Gereja yang dibangun pada tahun 1905 ini bahkan lebih tua dibandingkan dengan Gereja Katedral Ijen. Arsiteknya, Hulswit, mendesain gereja ini dalam gaya neogotik yang sedang digandrung di Eropa pada abad 19.

IMG_5528 (1280x854)

Es krim yang kita pesen adalah Oen’s Special yang disajikan dalam mangkuk kaca bening berkaki satu. Isinya ada tiga scoop es krim berbeda rasa dengan tambahan hiasan wafer batang, wafer rol, dengan whipped cream dan potongan buah ceri di atasnya. Es krim jadul memiliki tekstur yang khas karena ia sedikit kasar, ga lembut kayak es krim yang banyak dijual saat ini. Selain itu, rasanya pun tidak terlalu manis sehingga ga akan bikin enek.

Oen’s Special IDR 55K

 

Toko Oen
https://tokooenmalang.com/
Jalan Jenderal Basuki Rahmat No. 5, Klojen, Malang
Click for Google Maps

Iklan

Satu pemikiran pada “Toko Oen yang Legendaris (Malang)

  1. Resto ini sangat vintage. Suasana tempo doeloe nya sangat terasa. Dan ini yg dicari banyak pelanggan di resto ini. Selain tempat yg vintage, menu makanannya pun juga klasik banget… es krim nya juga sangat jadul…. we love it….

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s