Panduan Lengkap Naik Kereta Api Asik dan Nyaman

Gara-gara akhir-akhir ini saya beberapa kali naik kereta api ke Jogja, akhirnya terbersit pikiran untuk membuat tips-tips supaya naik kereta api bisa tetep asik dan nyaman. Kereta api merupakan moda transportasi massal paling tua yang hingga kini masih jadi pilihan masyarakat. Dari tahun ke tahun, kereta api terus menunjukkan perbaikan dengan harapan memberikan pelayanan yang terbaik untuk para penumpangnya. Terutama buat mereka-mereka yang sebelumnya belom pernah atau jarang naik kereta api, semoga tips-tips yang udah saya kumpulkan dari pengalaman saya sendiri ini bisa bermanfaat buat kalian ya!

 

Memilih Kereta Kelas Apa?

Hal yang paling awal mesti kita tentukan adalah kereta kelas apa yang mau kita naiki? Ada beberapa kelas kereta api, berurutan mulai dari yang paling nyaman adalah kelas eksekutif, diikuti kelas bisnis, dan yang terakhir kelas ekonomi. Baru-baru ini bahkan ada lagi kelas eksekutif prioritas yang menawarkan kemewahan ala penerbangan premium. Sebagian besar pengguna kereta api menggunakan moda transportasi ini setiap akhir minggu untuk pulang ke rumah mereka yang berbeda kota dengan tempat mereka mencari nafkah. Untuk menekan biaya, sekalipun tidak terlalu nyaman, tentu mereka memilih untuk naik kereta kelas ekonomi. Para budget traveler pun banyak yang lebih memilih untuk naik kelas kereta ini.

Awalnya, saya juga lebih tertarik untuk naik kelas ekonomi karena harganya yang murah. Namun setelah tau capeknya naik kereta kelas ini, saya jadi penasaran pengen nyobain naik kelas-kelas lainnya. Fasilitas masing-masing kelas berbeda cukup signifikan. Apa aja perbedaannya? Nah, ini dia perbedaaannya,

  1. Kelas Ekonomi. Ini kelas yang tingkat kenyamanannya paling bawah. Formasi kursi dalam satu baris umumnya dua orang, lorong, tiga orang, dan ga ada sekat antara kursinya yang panjang. Duduknya saling berhadapan, bahkan dengkul pun bisa saling beradu. Walau kursinya cukup empuk, namun sandaran kursinya tegak dan ga bisa dimiringin sehingga sangat membuat badan pegal, apalagi kalo perjalanannya jauh semisal dari Jakarta ke Jogja. Saya yang masih muda aja susah tidur dan pegel-pegel kalo naik di kelas ini, gimana kalo penumpang yang udah tua?
  2. Kelas Bisnis. Peningkatannya lumayan dibanding kelas ekonomi, kursinya ngadep ke depan semua, terus ruang kaki di depan kursi cukup luas. Formasinya dua orang, lorong, dua orang, namun masih sama-sama ga ada sekat antar kursi. Sandaran kursinya memiliki sudut 100 derajat sehingga badan bisa sedikit rebah dan bisa diubah untuk jadi saling berhadapan.
  3. Kelas Eksekutif. Ini kelas pilihan mereka yang punya duit lebih karena fasilitasnya yang paling oke dan paling nyaman, namun harganya juga lumayan mahal. Dalam satu baris ada dua kursi, lorong, dan dua kursi, di mana kursinya udah sendiri-sendiri kayak kalo naik pesawat. Sudut sandarannya pun udah bisa kita atur sesuka hati. Ruang kaki di depan lega banget, ada pijakan kakinya juga sehingga kalo pegel bisa mengistirahatkan kaki kita di sana. Udah gitu, setiap penumpang dikasih bantal dan selimut gratis, lumayan buat melawan dinginnya AC. TV juga tersedia di bagian depan dan di tengah-tengah gerbong. WC di toiletnya merupakan tipe duduk, ga kayak WC di kelas ekonomi dan bisnis yang tipenya jongkok.
  4. Kelas Prioritas. Ini kelas yang paling baru, hanya ada setiap hari Jumat malam yang berangkat dari Jakarta dan setiap Minggu malem yang berangkat dari Jogja. Gerbong dengan desain eksklusif akan dirangkaikan di bagian depan dan belakang kereta Argo Lawu, Taksaka, dan Argo Dwipangga. Fasilitasnya mirip kayak kalo naik pesawat, setiap penumpang dapet TV yang terpasang di belakang sandaran kursi depan dengan fasilitas Audio Video On Demand. Selain itu, di dalam gerbong ada fasilitas mini bar dan restoran sendiri, toilet mewah layaknya di hotel, dan masih pula dimanjakan dengan fasilitas wifi. kekurangannya adalah tarifnya yang masih terlalu tinggi ketimbang dengan naik pesawat yang waktu tempuhnya jauh lebih singkat.

 

Membeli Tiket

Kalo udah menentukan mau naik kelas apa, tinggal beli tiketnya deh. Saat ini membeli tiket kereta api udah jauh lebih mudah karena kita ga perlu repot-repot dateng ke stasiun dan mengantre berjam-jam di loket untuk memperoleh tiket yang diinginkan. Sekarang, semua bisa dilakukan dengan bermodalkan hape saja dengan mengakses berbagai situs internet yang menjual tiket perjalanan kereta api. Terkadang, kalo kamu menginstal aplikasi Android dan iPhone, harga yang ditawarkan di sana bisa jadi lebih murah ketimbang kalo beli dengan mengakses di situs internet. Beberapa market place kayak Bukalapak atau Tokopedia udah menjual juga tiket kereta api. Untuk mendapatkan tiket termurah, coba kamu cek apakah mereka sedang menawarkan promo tertentu karena ada kode voucher yang mesti diinput atau syarat tertentu yang mesti dipenuhi. Lumayan lah, saya pernah liat ada yang menawarkan potongan langsung 25 ribu rupiah atau cash back sekian persen.

Kalo kamu udah punya rencana perjalanan sejak jauh-jauh hari dan berencana menekan biaya, ada baiknya kamu membeli tiket kereta seawal mungkin, apalagi kalo kamu emang ngincer naik kereta kelas ekonomi. Kapan waktu yang tepat itu? Saya sih menyarankan membeli tiket sejak sebulan atau bahkan dua bulan sebelumnya, apalagi kalo emang kamu mau bepergian pas lagi libur panjang. Trik lain supaya bisa mendapatkan kereta kelas ekonomi, tentunya dengan tidak bepergian di hari dan jam yang banyak peminatnya, seperti hari Jumat malam dan Minggu malam. Ada juga yang menyarankan membeli tiket dengan cara “Go Show” namun cara ini amat sangat ga saya sarankan deh karena risiko ga dapetnya tentu gede banget.

 

Memilih Kursi Kereta Api

Kalo saya pribadi sih lebih memilih kursi yang paling deket jendela supaya saya bisa ngecas hape saya di colokan listrik yang ada di dinding di bawah jendela. Terus, supaya ga terlalu terkena embusan AC yang keras, cobalah memilih kursi yang tepat berada di bawah AC split yang dipasang di kereta. Saya mencoba menginvestigasi, seengganya di gerbong kelas bisnis yang waktu itu saya naiki, AC split ini rata-rata dipasang di atas kursi nomor 4 atau 5, di atas kursi nomor 9, dan di atas kursi nomor 13 atau 14. Jadi, kalo kamu duduk di nomor-nomor kursi tadi, kayaknya embusan angin dari AC-nya ga terlalu keras karena jaraknya jauh.

IMG_3864 (1280x853)

Kalo kamu berencana mau bawa banyak barang, semisal oleh-oleh atau apa deh, kamu bisa memilih duduk di kursi paling belakang karena biasanya ada ruang yang cukup luas antara sandaran kursi dengan dinding paling belakang gerbong. Saya ngeliat ada penumpang yang naro kotak kardus, naro koper ukuran gede, bahkan ada juga yang bawa bibit tanaman anggrek. Saking luasnya, bagian ini suka dipake petugas kebersihan kereta buat duduk selonjoran sambil numpang ngecas hape karena di dindingnya juga ada colokan listrik.

 

Membatalkan atau Mengubah Rencana Perjalanan Kereta Api

Kalo membeli tiket kereta udah sangat mudah karena bisa dilakukan secara online, ga demikian halnya dengan membatalkan atau mengubah jadwal perjalanan kereta api. Saat ini kamu masih mesti dateng ke stasiun-stasiun tertentu yang melayani pembatalan atau perubahan jadwal tiket. Kamu bisa melakukannya maksimal 30 menit sebelum keberangkatan. Namun perlu diperhatikan, kamu bakal dikenakan biaya pemotongan sebesar 25 persen. Kalo emang batal, nanti duitnya bisa diperoleh kembali dengan cara ditransfer ke rekening bank kita atau diambil tunai di stasiun yang ditunjuk. Saya nyaranin mending ngambilnya tunai aja soalnya kadang ada kasus gagal transfer. Kalo kamu mengubah jadwal kereta, kamu bisa langsung memilih jadwal dan kursi penggantinya dengan bantuan petugas loket. Kalo harga tiketnya lebih mahal, kamu juga harus menambah kekurangan harganya setelah dipotong 25 persen tadi. Risikonya, kelas dan jadwal yang kamu inginkan bisa jadi udah ga tersedia.

IMG_4046 (852x1280)

IMG_4047 (1280x854)

Makanya, daripada repot dan rugi mesti ngurus pembatalan atau mengubah jadwal kereta, jangan sampe salah beli tiket kereta deh. Saya baruuu aja mengalami kekonyolan kayak gitu. Saya baru sadar kalo saya malah membeli tiket perjalanan yang berangkat dari Stasiun Wates, dan bukannya dari Stasiun Yogyakarta. Wates itu jauuuh banget dari Yogyakarta. Daripada saya repot naik kendaraan yang ga jelas apa dan biayanya berapa ke sana, mendingan saya ubah aja deh stasiun keberangkatannya jadi Stasiun Yogyakarta. Alhasil, keesokan harinya saya pergi ke Stasiun Pasar Senen yang paling deket dari kosan saya. Di sana saya mengisi formulir pembatalan atau perubahan jadwal kereta lalu mengantre di loket. Oiya, jangan lupa untuk membawa tanda pengenal diri lho.

 

Sebelum Berangkat

Persiapkan barang-barang bawaan semuanya dan jangan sampe ada yang ketinggalan. Jangan packing beberapa jam sebelum berangkat, atau seengganya bikin daftar barang bawaan sejak beberapa hari sebelum keberangkatan supaya semuanya bisa disiapkan terlebih dahulu. Di bawah ini daftar bawaan tambahan saya kalo naik kereta api,

  • Bawa jaket yang ada capuchon dan saku tangannya untuk dipake melindungi kepala dan tangan dari embusan angin AC. Kalo ga bawa, di kereta disewakan selimut dengan tarif 10 ribu rupiah.
  • Kaos kaki, juga buat dipake melawan dinginnya AC
  • Masker, supaya kalo pas tidur dan mulutnya mangap, mulut ga jadi kering
  • Bantal leher, yang bisa juga buat dipake di punggung. Tapi kalo kamu ga punya, mendingan sewa bantal aja sih. Murah kok, cuma 7 ribu rupiah.
  • Tas punggung kecil, atau bisa juga koper ukuran kabin, biar bisa ditaro di rak di atas kursi. Saya pernah liat ada penumpang yang bawa koper segede gaban dan terpaksa ditaro di bordes kereta. Aman ga tuh?

IMG_3870 (853x1280)

  • Karena ritsleting tas saya bisa digembok, saya selalu membawa gembok ukuran kecil. Udah bukan rahasia kalo keamanan kereta kadang perlu dipertanyakan. Temen saya pernah pas lagi tidur kehilangan laptop dari dalem tasnya, padahal tasnya udah ditaro di rak di atas kursi.
  • Instal game atau nyetok film di hape. Kalo kamu bepergian sendiri terus ga bisa tidur, main hape atau nonton film lumayan juga buat membunuh waktu. Bisa bikin ngantuk juga.
  • Earphone, buat ngedengerin musik atau nonton film dari hape
  • Bawa temen atau pasangan! Lelahnya naik kereta pasti bakalan lebih ga kerasa kalo ada mereka.

 

Makan di Atas Kereta

Perjalanan kereta yang panjang, dikombinasikan dengan AC ruangan yang dingin, seringkali membuat perut jadi lapar. Ah, jangan-jangan ini konspirasi ya, sengaja menyetel AC-nya dingin banget biar penumpang menyewa selimut, serta kelaperan dan membeli makanan atau minuman hangat yang ditawarkan oleh Reska, restoran kereta api. Sesaat setelah kereta berangkat, biasanya para “pramugari” kereta udah mulai berseliweran, berbarengan dengan petugas yang menawarkan bantal dan selimut. Sambil membawa nampan atau troli ringan mereka menawarkan makanan berat serta minuman hangat. Kalo udah makin malem di mana penumpang udah pada tidur sehingga mereka udah ga ada yang lewat lagi, kamu bisa dateng aja langsung ke gerbong restorasi dan membeli makanan di sana.

IMG_3860 (854x1280)

IMG_3858 (851x1280)

Daftar menu di atas memperlihatkan banyak sekali jenis makanan dan minuman, namun kenyataannya kadang hanya beberapa saja yang ada kayak makanan ringan kemasan, mie instan cup, nasi goreng, nasi rames, dan nasi ayam yang harganya berkisar antara 10 hingga 35 ribu rupiah. Beberapa menu lain bahkan hanya bisa dipesan dengan sistem pre order melalui situs preorder.reska.co.id, serta SMS atau Whatsapp di nomer 0811 1755 121.

Saya sendiri lebih suka menyiapkan makanan berat sejak sebelum masuk stasiun, apalagi kalo bukan supaya lebih hemat. Beli nasi goreng, mie goreng, nasi ayam, nasi gudeg, atau apa deh yang dijual di luar stasiun. Di stasiun sendiri juga suka ada rumah makan yang menjual makanan berat. Kayak waktu di Stasiun Yogyakarta misalnya, saya membeli nasi ayam crispy seharga 16 ribu rupiah, lumayan lah ga terlalu mahal. Selain makanan berat, kamu juga bisa menyiapkan pula cemilan. Kalo kamu bepergian sendirian, kamu bisa berbagi cemilan ama penumpang sebelah. Lumayan kan buat melumerkan suasana dan membuka obrolan. Buat minumnya, sebaiknya juga beli dulu sebelum masuk stasiun karena kalo beli di mini market di dalem stasiun harganya bisa mencapai dua kali lipat.

 

Shalat di Kereta

Saya tau, beberapa orang mungkin akan memaksakan diri untuk berwudhu dengan menggunakan air. Kamu bisa mengambil wudhu di toilet gerbong. Namun alangkah baiknya jika air yang terbatas tersebut hanya digunakan untuk orang yang memang ingin buang air di kereta. Walau di beberapa stasiun sebenernya tangki air ini diisi ulang, tapi kasian kan kalo sebelom itu airnya udah abis terus ada orang yang mau buang air? Kalo mau shalat menurut saya sih bisa tayamum aja.

IMG_20170619_033253 (1280x853)

Terus, kalo mau shalat sambil berdiri, ada beberapa kereta yang emang menyediakan ruang kecil yang hanya muat untuk satu orang untuk shalat. Biasanya ada di gerbong restorasi, itu pun ruangannya cuma cukup buat satu orang. Kemungkinan besar akan berebutan pas shalat subuh yang waktunya pendek. Tapi bahkan ada juga kereta yang ngga menyediakannya. Kalo udah gitu, kamu bisa kan shalat sambil duduk aja? Ga ada alesan kan buat ninggalin shalat kalo kemudahannya udah begitu banyak?

Iklan

8 pemikiran pada “Panduan Lengkap Naik Kereta Api Asik dan Nyaman

  1. Nuwun sewu mau nambahin mas hehehe.. Kalau mau naik kelas priority disarankan bawa headset sendiri soalnya belum tersedia otomatis kaya di pesawat. Terus soal makan, sebelum berangkat (terutama perjalanan jarak jauh) mungkin bisa browsing stasiun besar yang bakal diberhentiin dan ada warung/indomaret gitu, walaupun paling enak tetep bawa sendiri :))

    Kalau di Jawa biasanya yang ada warung/toko makanan itu Tugu, Lempuyangan, Solo Balapan, Kutoarjo, Madiun, Cirebon + Cirebon Prujakan, Purwokerto, Semarang Poncol + Tawang, Bandung, Gambir, Senen, Tegal, Bojonegoro, Cepu, Kroya, Malang, Jember. Kadang di Cipeundeuy juga masih ada orang jualan tahu/bahkan batagor walau dipagerin wkwkwk

    Untuk temen2 yang mau pesen kelas ekonomi mungkin bisa perhatiin dulu konfigurasi kursi gerbongnya pake yang 2-3 atau 2-2 (ini bisa diliat pas pesen online/via KAI Access), soalnya yang baru udah pake 2-2. Kalau masih 2-3 saran saya pilih kursi yang A/E (deket jendela) biar tidurnya bisa nyender jendela. Atau ngga bisa minta kok ke petugas loketnya pas pesen langsung di loket stasiun, weheheheu..

    Suka

      1. Wahahaha lumayan mas saya emang suka banget jalan2 pake kereta.. Biasanya kalo lewat selatan saya pasti beli nasi ayam rica di kutoarjo/gudeg di Tugu. Kalo utara paling CFC buat pengganjal laper 😀

        Suka

  2. Hallo mas Fachri, salam kenal ya..
    Saya juga pengguna setia kereta api dari kecil, terutama untuk perjalanan ke luar kota di pulau Jawa. Tapi meskipun sering, saya jarang banget ke gerbong restoran, karena lebih sering bawa makanan dan minuman sendiri. Btw, di gerbong restoran juga ada colokan listrik nggak ya di tiap meja pengunjung? Sekali-sekali pengen nyoba ngetem di situ sambil kerja, biar tenang nggak terganggu dan mengganggu penumpang di sebelah saya. Mohon infonya mas.
    Terima kasih.

    Suka

    1. wah, saya juga ga sering-sering amat naik kereta sih. kalo kata temen saya yg arek ngalam, katanya sih semua gerbong restorasi ada colokannya. tapi untuk gerbong restorasi di beberapa kereta ekonomi kayak matarmaja kurang kondusif buat nongkrong pake laptop. kalo di kereta majapahit sama jayabaya lebih enak.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s