Olahraga, eh, Jajan di Car Free Day Thamrin (Jakarta)

Car Free Day, atau sering disingkat dan disebut orang dengan nama CFD, merupakan suatu event di mana jalan raya yang pada hari lain biasanya digunakan untuk lalu lalang kendaraan bermotor, namun pada event itu tidak boleh mereka lalui. Event ini awalnya ditujukan sebagai kampanye untuk mengurangi polusi udara di perkotaan besar. Konsepnya sendiri berasal dari Eropa dan memiliki sejarah yang cukup panjang. Kota Jakarta sebagai sebuah kota metropolitan yang memiliki lalu lintas jalan raya yang sangat padat ini baru mengawalinya pada tahun 2001, saat itu di Jalan Imam Bonjol. Bak gayung bersambut, setahun kemudian event ini mulai rutin diadakan setiap hari Minggu sepanjang Jalan Thamrin dan Jalan Sudirman dari jam 6 pagi hingga jam 11 siang. Tepatnya sih dimulai dari simpang Harmoni, yang ada halte sentral Trans Jakarta, sampe ke patung Pemuda Membangun di Senayan, sejauh 8.4 kilometer. Kesuksesan Car Free Day di Jakarta membuat banyak kota-kota besar lain di Indonesia yang mengikuti. Daftar lebih lengkapnya ada di situs ini.

DSCF4218 (1280x853)

Sebagian besar warga Jakarta menggunakan event CFD Thamrin Sudirman sebagai sarana rekreasi. Tujuannya macem-macem, ada yang emang dateng mau lari pagi, ada juga yang cuma jalan kaki. Ada yang dateng berolahraga naik sepeda, tapi ada juga yang dateng emang cuma mau nyari jajanan. Area paling rame terkonsentrasi di daerah Bundaran HI (Hotel Indonesia) hingga ke Tosari. Setelah beberapa tahun ga pernah main ke CFD, hari itu saya ngajakin temen-temen di grup Geng Wiskul (singkatan dari Wisata Kuliner) yang berisi temen-temen kulineran saya dulu waktu masih kuliah. Aslinya sih ada dua cewek dan empat cowok. Tapi yang saat itu stand by di Jakarta cuma ada saya, dan dua rang cewek itu, namanya Zahra, saya panggil dengan sebutan Ijah, dan Tika, yang biasa saya panggil Tiser. Saya dan Ijah barengan jalan abis turun Trans Jakarta di halte Bank Indonesia, sementara Tiser yang ngekos di Kemang naik Gojek dan turun langsung di Bunderan HI. Buat yang dateng pake kendaraan mobil, enaknya sih parkir di IRTI Monas. Kalo yang pake motor mah bisa nyelip di mana aja. Tapi jangan lupa digembok ya buat pengamanan ekstra.

DSCF4230 (1280x853)

Namun walaupun labelnya “car free day”, ga berarti kita bisa bebas melenggang kakung tanpa khawatir ditabrak kendaraan bermotor. Di beberapa titik tetep ada perlintasan kendaraan bermotor seperti misalnya di simpang Kebon Sirih dan simpang Sarinah. Saya ngerti sih, susah kalo bener-bener ditutup karena bisa menutup arus kendaraan bermotor dari barat ke timur dan sebaliknya.

DSCF4234 (1280x854)

Jalan Thamrin, diambil dari nama pahlawan Betawi Muhammad Husni Thamrin, sebagai jalan protokol utama di Jakarta memiliki banyak bangunan-bangunan penting dan juga bersejarah. Di utara ada Monumen Nasional, patung Arjuna Wijaya karya Nyoman Nuarta, dan Bank Indonesia. Lebih ke selatan lagi ada gedung Kementerian Agama, kantor Badan Pengawas Pemilu, gedung Sarinah yang merupakan pusat perbelanjaan modern pertama di Indonesia, gedung perkantoran, kedutaan besar berbagai negara, hotel-hotel, lalu puncaknya di ujung selatan ada bundaran Hotel Indonesia, dan Monumen Selamat Datang. Simpang Sarinah sendiri beberapa waktu lalu sempet terkenal hingga ke luar negeri karena adanya aksi terorisme yang mengebom sebuah pos polisi. Aksi terorisme ini dilawan netizen dengan mem-viral-kan semboyan “kami tidak takut” dan berbagai meme-meme yang lucu.

DSCF4263 (1280x853)

DSCF4292 (1280x854)

DSCF4303 (1280x853)

DSCF4304 (1280x855)

Sebagai sebuah area publik, siapa pun boleh berkegiatan di CFD ini. Trotoar dipenuhi oleh pedagang yang berjualan berbagai macam barang dan makanan. Tapi beda dengan CFD Dago di Bandung, barang dan makanan yang dijual di CFD sebuah kota yang notabene ibukota Indonesia ini bisa dibilang masih kalah berkelas. Masak jualannya cuma sekelas dagangan di sekitar masjid kalo lagi shalat Jumat? Barang yang dijual kayak ikat pinggang, aksesoris hape, sepatu, topi, jam tangan. Makanannya juga nyaris ga ada yang unik alias biasa aja, kayak cilor, jus buah jeruk asli, sari tebu, roti Maryam, arumanis, pecel, berbagai jajanan pasar, dan lain sebagainya. Untuk makanan yang agak berat ada ketoprak, nasi gudeg, bahkan nasi Padang juga ada.

DSCF4237 (854x1280)

DSCF4240 (1280x852)

DSCF4245 (1280x855)

Buat saya, lebih menarik melihat-lihat aktivitas warga yang lain kayak orang yang menggelar tantangan permainan catur di atas. Masih ada ya yang main catur yang hari gini. Ada juga pengamen yang ga biasa kayak duo pengamen buta dan sekelompok pemain rebana. Iya, ada yang main rebana lho di CFD. Keberadaan mereka membuat CFD jadi jauh lebih berwarna.

DSCF4255 (1280x856)

Tapi bentuk pengamen yang paling banyak adalah kelompok ondel-ondel yang ada di mana-mana. Kayaknya sih dari jam 6 pagi sampe jam 11 siang di cuma muter-muter aja tuh di sepanjang CFD Thamrin. Mungkin ga sampe ke Sudirman sih karena setau saya di sana udah mulai sepi. Alhasil, sepanjang perjalanan selalu terdengar sayup-sayup suara lagu gamelan khas Betawi. Beberapa pengunjung CFD ada yang memanfaatkan berfoto bersama teman ataupun sanak keluarga di depan ondel-ondel yang biasanya ada sepasang, ondel-ondel cewek dan cowok, yang mengenakan pakaian khas Betawi. Saya malah kasian sama Ijah, ternyata dia rada takut sama ondel-ondel.

DSCF4247 (853x1280)

DSCF4248 (1280x855)

DSCF4249 (1280x853)

Bundaran HI selalu jadi bagian paling ramai, mungkin karena lokasinya yang cukup ikonik oleh adanya Monumen Selamat Datang yang dibangun untuk menyambut para peserta Asian Games 1962 di Jakarta serta Hotel Indonesia Kempinski di sebelah barat daya. Yang berjualan tentunya masih ada di bagia trotoar, ditambah lagi dengan adanya komunitas-komunitas yang mengadakan kampanye. Selain itu, karena kota Jakarta akan menghelat Asian Games lagi setelah 56 tahun, kali ini akan dengan menggandeng kota Palembang, di sisi kolam monumen dipasangi monitor besar yang menampilkan count down menuju Asian Games 2018.

DSCF4251 (1280x855)

Namun hati-hati, karena saat CFD berlangsung, bus-bus Trans Jakarta masih beroperasi dan tetap melewati jalur seperti biasanya. Bundara HI memang jadi berkesan amburadul dan sangat hectic apalagi dengan tambahan bus-bus Trans Jakarta yang lewat setiap beberapa menit sekali. Temen saya bercerita bahwa pantatnya pernah hampir “dicium” oleh bus Trans Jakarta gara-gara lari pagi menggunakan headset. Widih, hati-hati ya guys!

DSCF4264 (1280x853)

Keramaian CFD dimanfaatkan pula oleh berbagai pihak untuk mempromosikan produk mereka, seperti yang dilakukan oleh Auldey ini. Entah memang lagi ada kartunnya di TV atau gimana, saya udah ga pernah lagi nonton TV di hari Minggu, mereka mempromosikan produk yoyo dari serial kartun Blazing Teens yang berasal dari Cina. Selain mengadakan mini show seperti ini, tentunya masih banyak cara lain dalam mempromosikan produk atau misi organisasi mereka. Bisa dengan membagi-bagi brosur, bagi-bagi produk gratis atau menjualnya dengan harga yang murah, ngadain talk show, senam pagi, atau bahkan parade.

DSCF4279 (1280x854)

Bukan CFD namanya kalo kita ga nemuin komunitas-komunitas yang unik, seperti misalnya komunitas pecinta reptil yang menamai diri mereka Dekat Bareng Reptil atau disingkat Debar. Buat yang ga biasa deket-deket sama ular atau iguana, tentu jantungnya bakal berdebar-debar sih ya. Tapi justru di situ tujuan aktivitas mereka, memperkenalkan dan mendekatkan reptil ke masyarakat, mengedukasi mereka bahwa reptil bukanlah hewan yang harus ditakuti karena di tangan mereka, ular aja terlihat jinak kan. Memang bukan berarti ga ada reptil yang berbahaya, tapi maksudnya, janganlah kita menakuti semua macem reptil, gituuu.

DSCF4306 (1280x855)

Komunitas yang termasuk rajin berkumpul di event CFD adalah Komunitas Onthel Betawi atau disingkat KOBA. Waktu itu saya melihat mereka memarkirkan sepedanya di tepi jalan dan berkumpul di trotoar di depan Plaza Indonesia, sepertinya memang di situ udah jadi spot langganan mereka. Pengguna sepedanya kerap kali mengenakan kostum yang unik, seperti menggunakan topi caping, topi ala meneer Belanda, pake batik, atau bahkan kostum tentara.

DSCF4276 (1280x855)

DSCF4285 (1280x853)

Setelah jalan sampe Bundaran HI, kita mulai menyasar jajanan-jajanan yang ada di pinggir jalan. Tiser membeli bubur sumsum, Ijah membeli susu taro yang dikemas dengan cara unik, yaitu menggunakan botol susu bayi. Porsinya kecil tapi harganya cukup mahal yang saya yakin pasti mahal di kemasan. Saya sendiri sebenernya mengincar Siomay Yo Pink yang beberapa tahun lalu saya pernah kebetulan menemuinya, dia mangkal di mulut Jalan Pamekasan. Kamu tau ga Siomay Yo Pink? Dulu penjualnya, Pak Sriyono namanya, sempet viral karena menjajakan siomay dengan mengendarai sepeda yang dicat serba pink, mengenakan pakaian yang serba pink, dan membawa boneka beruang berwarna pink di keranjang depan sepedanya. Tapi hari Minggu itu emang bukan hari keberuntungan saya, saya ga berhasil nemuin siomay itu. Kata pedagang yang berjualan di deket situ, udah lama dia ga ngeliat Pak Sriyono berjualan. Hmm, ke mana ya dia?

DSCF4287 (1280x855)

DSCF4300 (856x1280)

Oiya, di CFD juga ada orang-orang yang “ngamen” bukan dengan cara menyanyi atau bermain musik. Mereka menggunakan kostum-kostum karakter yang populer sehingga sekilas bisa dibilang ngamen cosplay. Ada tokoh film seperti Bumblebee dari franchise Transformes, tokoh kartun seperti Hello Kitty yang pasti banyak disukai oleh anak-anak cewek, atau makhluk halus yang ditakuti orang seperti kuntilanak, noni Belanda, dan setan kepala buntung. Jangan lupa memberi sedikit tips ke ember kecil yang mereka bawa setiap abis berfoto bareng ya.

DSCF4308 (1280x854)

Rupa-rupanya temen-temen saya ini lagi ngidam cemilan Bandung, mereka membeli cimol kentang, tahu bulat, dan kue ape. Tapi, udah bukan rahasia umum kalo jajanan asal Bandung yang kalo di Bandung beli di manapun rasanya enak, di Jakarta justru rasanya sering kali ga karuan. Kue ape ini misalnya, walaupun bentuknya mirip, tapi rasanya kurang gurih. Orang boleh bercanda, mungkin hal ini disebabkan perbedaan air Bandung ama air Jakarta yang digunakan dalam proses pembuatannya. Tapi menurut saya sih lebih karena bahan-bahan yang digunakan kurang berkualitas atau dikurangi kuantitasnya.

DSCF4317 (1280x853)

Semakin siang, CFD semakin sepi karena hari matahari udah semakin tinggi sehingga membuat suasana memanas. Mereka pun baku hantam, eh, baku hantam dengan udara panas maksudnya. Kalo masih pagi sekitar jam 9 masih cukup enak karena cahaya mataharinya terhalang oleh gedung-gedung pencakar langit yang tinggi-tinggi. Oke, berarti ini kode bahwa kita mesti cepet-cepet menyingkir dan mencari tempat ngumpul baru. Kita sepakat buat nongkrong bareng di Starbucks Kemang Sky deket kosannya Tiser. Okeh, mari cus kita berangkat!

Susu Taro IDR 15K
Bubur Sumsum IDR 7K
Cimol Kentang IDR 5K
Tahu Bulat IDR 5K
Pure Orange (Jus Buah Jeruk) IDR 20K
Es Potong IDR 3K
Otak-otak IDR 5K
Kue Ape IDR 2K

 

Car Free Day Jakarta Sudirman-Thamrin
Harmoni-Thamrin-Bundaran HI-Sudirman-Senayan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s