The Charm of Nasi Bebek Madura (Jakarta)

Entah gimana caranya saya bisa sangat suka dengan kuliner yang satu ini, nasi bebek Madura. Bahkan bisa jadi kuliner inilah yang membuat saya semakin menyukai kuliner yang terbuat dari bebek. Apalagi di Bandung, kota domisili saya sebelum bekerja, saya ga pernah ngeliat ada yang ngejual nasi bebek Madura. Praktis saya baru mengenal hidangan yang satu ini saat saya mulai bekerja di Jakarta. Setelah mencoba banyak bebek khas Madura, favorit saya sejauh ini adalah Bebek Mak Isa yang menempati sebuah warung sederhana di bilangan Klender, Jakarta. Ga terlalu luas, tapi bisa rame banget pas jam makan siang dan makan malem.

Namun, bukan berarti ga ada bebek khas Madura enak yang dijual di pinggiran jalan alias kaki lima. Ada, tapi mesti agak trial and error. Itu saya lakukan dengan banyak warung nasi bebek kaki lima yang berada di deket kantor dan di deket kosan. Uniknya, baik dari segi rasa dan cara menghidangkannya pun sering berbeda-beda. Hal ini membuat bebek khas Madura ini menurut saya memiliki keragaman yang unik dan membuat saya bertanya-tanya, “Sebenernya nasi bebek Madura yang asli itu yang kayak gimana sih? Kayak apa sih nasi bebek yang dijual di Maduranya sendiri?” Yah, doain aja saya kapan-kapan berkesempatan jalan-jalan ke Madura ya, hehehe.

 

Nasi Bebek Khas Madura “Ibu Ayu”

Nasi bebek yang satu ini lokasinya di antara kosan lama saya di Cempaka Putih dan kantor, tepatnya di seberang Hotel Kawanua (Google Maps). Karena lokasinya, ga heran kalo saya lebih sering ke sini di hari kerja pas abis pulang dari kantor. Seperti kebanyakan penjual nasi bebek Madura, tempatnya sederhana, ada gerobak yang ga digunakan untuk memasak apapun karena seluruh bahan hanya tinggal digabung jadi satu di piring, satu terpal panjang yang dijadikan tenda, meja yang juga memanjang, dan beberapa kursi plastik.

DSCF8131 (1280x854)

DSCF8969 (1280x855)

Secara umum, nasi bebek khas Madura pasti selalu memiliki bumbu cabe yang berminyak nan berwarna coklat pekat kehitaman. Kadang ada yang pedeeees banget, kayak si Mak Isa misalnya, ada juga yang nyaris ga ada pedes-pedesnya. Nah, nasi bebek di sini termasuk yang tipe terakhir. Jadi, kalo mau rasanya lebih pedes, kita mesti menyendokkan sambel terpisah yang ada di meja. Sambelnya juga kadang-kadang unik, di sini pakenya cabe ijo, tapi banyak juga yang pake cabe merah. Awalnya saya makan nasi bebek di sini ga pernah pake sambel dan pas suatu kali iseng nyobain, ga bisa ngga saya jadinya selalu makan pake sambel ijo ini. Rasanya maknyus banget! Yang terakhir, ada sentuhan serundeng. Umumnya serundengnya berwarna coklat tua, kayak yang biasa kamu temuin di hidangan ayam goreng tapi di sini warnanya kuning muda dan lembut banget.

 

Nasi Bebek Khas Madura “Cak Sulton”

Nasi bebek yang kedua lokasinya lebih deket ke kosan saya di daerah Percetakan Negara, yaitu di Jalan Percetakan Negara (Google Maps) sebelah Alfamart, di emperan depan Toko Citra Mandiri yang tutup sejak sore. Walau ada juga yang berjualan dari pagi hingga siang, namun jumlahnya masih kalah jauh ketimbang mereka yang mulai berjualan dari jam 5an sore hingga jam 10 malem ke atas. Mereka yang lebih banyak pengunjungnya bisa tutup lebih cepet, bahkan sebelum jam 10 malem.

DSCF8133 (1280x855)

DSCF7519 (1280x853)

Pertama kali saya makan di sini, entah kenapa rasa bebeknya kok pedeeessss banget. Mirip kayak waktu saya pertama kali makan di Bebek Mak Isa, rasanya pedes banget. Tapi percobaan kedua dan berikutnya, rasa pedesnya udah jauh berkurang. Di sini, ga ada serundengnya sama sekali. Ketika sepiring nasi bebek dihidangkan di meja, hanya ada seporsi nasi, sepotong kecil bebek yang udah dilumuri bumbu pedesnya yang maknyus, dan juga beberapa potong mentimun. Karena ukurannya yang kecil, saya sering mengakali dengan berkata, “Yang banyak dagingnya ya, Mas.” Perkara beneran banyak dagingnya atau ngga, itu sih saya pasrah aja.

 

Nasi Bebek Khas Madura “Cak Mus”

Nasi bebek yang berikut ini ga cuma menjual nasi bebek serundeng aja tapi juga bebek bumbu pedes yang kadang mereka sebut juga bebek bumbu rica-rica. Liat deh, warnanya aja udah beda, kemerahan gitu. Tapi setiap kali saya dateng ke lapak mereka di Jalan Salemba Tengah (Google Maps), dekeeet banget ama Soto Kaki Sapi Mencos favorit saya, saya selalu beli bebek bumbu serundeng. Lokasinya rame banget, selain oleh warga setempat namun juga kemungkinan karena ada banyak kos-kosan di sekitarnya, sehingga banyak yang berjualan berbagai jenis makanan mulai dari siomay, rujak, hingga nasi goreng.

DSCF4202 (1280x855)

DSCF4207 (1280x854)

Sebelum nemuin nasi bebek Ibu Ayu, nasi bebek ini adalah nasi bebek favorit saya. Nasi bebeknya juga mirip, ada serundengnya juga tapi berwarna coklat tua dan rasanya juga lebih gurih. Serundeng ini selalu saya campurkan dengan bumbu berwarna coklat yang seringkali saya minta “Agak dibanyakin, Bang!” dan sejumput nasi yang saya suap. Ga perlu banyak-banyak karena rasanya udah asin gurih banget. Bumbunya ga terlalu pedes sehingga makan pun bisa lebih santai tanpa perlu berkeringat.

 

Nah, itu tadi ketiga nasi bebek favorit yang ada di sekitaran kosan saya. Kamu suka nasi bebek khas Madura juga ngga? Kayak apa tipe nasi bebek yang jadi favorit kamu? Coba bagikan di kolom komentar di bawah ya!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s