Keliling Indonesia Dalam Satu Hari (Jakarta) (Bagian 2 dari 2)

Kalo belum, baca dulu deh bagian sebelumnya di Keliling Indonesia Dalam Satu Hari (Jakarta) (Bagian 2 dari 2)

 

Menikmati Taman Mini

DSCF2083 (1280x855)

Ada beberapa cara untuk menikmati pemandangan di Taman Mini. Salah satunya, pengunjung bisa menggunakan wahana kereta api mini yang stasiunnya baru aja selesai direnovasi. Jalur kereta api akan mengelilingi seluruh anjungan provinsi. Nah, selesai berkeliling, pengunjung bisa sekalian makan juga di food court yang ada di stasiun.

DSCF2227 (1280x854)

DSCF2228 (1280x853)

Kalo naik kereta api mini terasa terlalu mainstream, mungkin kamu bisa coba naik Titihan Samirono, yang sampai saat ini masih jadi yang satu-satunya di Indonesia. Keunikan kereta ini adalah ia menggunakan tenaga penggerak tekanan udara, sehingga disebut juga aeromovel. Bahkan pada saat diresmiin dulu ia sempet digadang-gadang sebagai moda transportasi massal masa depan. Pengunjung yang tertarik menaikinya bisa membeli tiket di stasiun Taman Budaya, stasiun Arsipel (di depan Anjungan Sumatera Utara), stasiun Taman Burung, stasiun Foodcourt (di belakang Anjungan Sulawesi Tenggara), atau stasiun Taman Bunga (deket Taman Legenda Keong Mas) lalu naik dan turun lagi mesti di stasiun yang sama. Sayangnya, wahana ini tidak terawat dengan baik, interiornya berasa kayak Metro Mini.

DSCF2004 (1280x854)

DSCF2301 (1280x855)

Kalo ingin menikmati pemandangan Taman Mini dari ketinggian, kamu mesti banget naik kereta gantung. Tiketnya agak mahal sih, tapi menurut saya worth lah. Ada dua jalur kereta gantung dengan tiga buah stasiun yang membentuk huruf V, Jalur pertama berada di antara Stasiun A (deket Keong Mas) dan Stasiun B (deket Anjungan Papua) sementara jalur kedua berada di antara Stasiun C (deket lapangan parkir utara) dan stasiun B. Jalur kedua merupakan jalur yang paling oke karena dia melewati Plaza Arsipel dari sebelah selatan sehingga peta Indonesianya ga keliatan kebalik.

DSCF2279 (1280x853)
Dari atas kereta gantung terlihat Snowbay Waterpark, wahana rekreasi air yang bertemakan pegunungan salju. Di sini ada kolam ombak yang membuat kita serasa berenang di tepi laut.
DSCF2327 (1280x855)
Pengunjung Taman Mini juga bisa menyewa perahu kayuh dan mengelilingi perairan “Indonesia”

DSCF2121 (853x1280)

DSCF2126 (1280x853)

Salah satu bangunan yang menjadi ikon Taman Mini adalah Istana Anak-Anak Indonesia karena bangunannya dibuat menyerupai istana negeri dongeng. Sekilas bentuknya pun sangat mirip dengan yang ada di Disneyland. Di dalemnya ada ruang pamer permainan anak-anak, di antaranya puzzle kayu yang membawa nostalgia karena mengingatkan saya dengan masa TK saya di Tasikmalaya. Masih di komplek yang sama, ada taman bermain, kolam renang untuk anak, hutan dan air terjun buatan.

 

Museum-Museumnya…

Selain anjungan-anjungan yang menampilkan keragaman adat dan budaya di Nusantara, kita juga dapat mengunjungi lebih dari 18 museum yang ada, mulai dari Museum Transportasi, Museum Prangko, Museum Penerangan, Museum Olahraga, hingga ke Museum Pusaka. Sebagian besar museum ini masih menjadi yang satu-satunya di Indonesia.

DSCF2091 (1280x855)

Sembari berkeliling anjungan-anjungan tadi, saya mampir ke museum kecil milik Pemprov DKI Jakarta yang memamerkan sejarah Pemadam-Kebakaran-Pertama di Batavia. Sengaja saya kasih strip supaya lebih jelas bahwa kata “pertama”nya mengacu ke si pemadam kebakarannya. Di sini kita bisa ngeliat foto-foto Damkar pertama serta peralatan pemadam kebakaran. Di depan museum ada mobil unit pemadam kebakaran yang pernah dipake di syuting film Si Jago Merah.

DSCF2209 (853x1280)

Museum lain yang cukup terkenal adalah Museum Fauna Indonesia Komodo dan Taman Reptilia karena memiliki bentuk bangunan yang menyerupai seekor komodo. Di dalamnya kita tidak hanya melihat hewan awetan komodo dan reptil saja karena ada juga awetan hewan mamalia, serangga, serta beberapa fauna laut.

DSCF2212 (1280x853)

Museum Keprajuritan Indonesia menempati sebuah bangunan benteng berbentuk segi lima yang melambangkan TNI sebagai pertahanan negara dari segala bentuk ancaman. Di depannya terdapat kolam yang melambangkan Indonesia sebagai negara maritim, lengkap dengan dua kapal tradisional dari Bugis dan Banten. Di bagian dalam pengunjung dapat melihat relief dan diorama perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajahan bangsa asing, patung pahlawan nasional, senjata, meriam, dan lain-lain.

DSCF2134 (1280x853)
Gerbang Taman Budaya Tionghoa menghadap Plaza Persaudaraan
DSCF2140 (1280x856)
Taman Dua Belas Shio
DSCF2145 (1280x853)
Monumen Perjuangan Laskar Tionghoa dan Jawa melawan VOC yang didirikan oleh Paguyuban Warga Lasem

Taman Mini memiliki beberapa buah taman, di antaranya ada Taman Kaktus, Taman Apotik Hidup, Taman Burung, dan yang paling baru adalah Taman Budaya Tionghoa yang berada di antara Museum Prangko dan Kolam Pemancingan Telaga Mina. Komplek taman dilengkapi dengan perkampungan kecil Tionghoa (pecinan) lengkap dengan segala pernak-perniknya. Selain itu, terdapat juga fasilitas lain seperti gazebo, sepasang tiang naga, patung Dewi Bulan, patung Kwan Kong, jembatan batu Sampek Eng Tay, dan Museum Laksamana Ceng Ho.

DSCF2165 (1280x854)

DSCF2172 (853x1280)

DSCF2181 (1280x853)

DSCF2190 (1280x855)
Wayang Potehi

DSCF2195 (1280x856)

Di belakang Taman Budaya Tionghoa tadi ada Museum Hakka Indonesia. Bangunannya yang bulat mengambil contoh bangunan Tulou yang merupakan pemukiman orang Hakka di pegunungan Fujian. Lantai dua museum menampilkan sejarah kedatangan orang Tionghoa ke Nusantara serta sumbangsih mereka terhadap Indonesia. Sementara lantai tiga menampilkan sejarah migrasi dan tradisi Hakka, salah satu sub suku dalam suku Han, yang mendominasi ras Tionghoa di Indonesia.

DSCF2015 (853x1280)

DSCF2017 (1280x855)

DSCF2343 (1280x853)

DSCF2391 (853x1280)

Museum terakhir yang saya kunjungi adalah Museum Indonesia. Bedakan dengan Museum Nasional alias Museum Gajah lho ya. Kalo tadi Museum Hakka gratis, di sini saya mesti merogoh kocek 15 ribu rupiah. Lumayan juga pengeluaran hari ini, apalagi tadi saya udah naik aeromovel sama kereta gantung. Museum yang terdiri dari tiga lantai ini memamerkan koleksi yang menunjukkan keragaman adat dan budaya di Indonesia, berupa alat musik, kesenian, kain dan tenunan, pakaian, perhiasan, senjata, rumah adat, dan perlengkapan sehari-hari. Koleksinya terawat dan tertata dengan baik, jadi museum ini cukup recommended apalagi buat wisatawan asing karena papan penjelasannya dilengkapi dengan bahasa Inggris.

DSCF2040 (1280x854)

DSCF2425 (1280x853)

Wahana terakhir yang saya masuki adalah Keong Mas. Bangunan besar berbentuk rumah keong berwarna kuning ini sejatinya adalah sebuah bioskop raksasa yang menayangkan film-film dalam format IMAX. Sekarang mungkin teater IMAX udah mulai bermunculan tapi zaman dulu rasanya cuma Keong Mas yang punya. Ada beberapa judul film yang diputar dalam satu hari, jadi kalo kamu pengen nonton film yang menarik buat kamu aja, ada baiknya pas baru dateng ke Taman Mini kamu dateng dulu ke sini dan melihat jadwal pertunjukannya. Ada film yang cocok buat anak-anak, remaja, ataupun semua umur.

DSCF2457 (1280x855)

DSCF2459 (1280x854)

Saya sendiri memilih untuk menonton film Journey to The South Pacific yang sepertinya paling menarik dibanding judul-judul film lainnya. Film dokumenter berdurasi 40 menit yang dinarasikan oleh Cate Blanchett ini menceritakan usaha konservasi laut yang dilakukan di Papua. Usaha ini melibatkan masyarakat setempat dan juga anak-anak sebagai generasi penerus. Pengambilan gambarnya sangat indah baik dari ketinggian maupun dari bawah air.

DSCF2006 (1280x854)

Nah, sebelum pulang, mungkin kamu mau membawa kenang-kenangan dari Taman Mini, selain foto-foto tentunya. Ada beberapa sentra kerajinan dan souvenir yang tersebar di berbagai lokasi yang bisa kamu kunjungi. Kalo yang ada label Taman Mininya biasanya ada topi, kaos, stiker, atau gantungan kunci. Dan jangan lupa, kemampuan tawar menawar sangat penting untuk dimiliki di sini.

 

Tiket-Tiket
http://www.tamanmini.com/pesona_indonesia/tiket.php
Peorangan IDR 10K
Sepeda Motor IDR 6K
Istana Anak-Anak Indonesia IDR 10K
Titihan Samirono (Aeromovel) IDR 40K (Weekend)
Kereta Gantung IDR 50K (Weekend)
Museum Indonesia IDR 15K
Teater IMAX Keong Mas IDR 35K

Jam Buka TMII
Senin-Minggu IDR 07.00-22.00
*Hari libur nasional tetap buka
*Jam operasional anjungan, wahana, dan museum berbeda-beda

 

Taman Mini Indonesia Indah
http://www.tamanmini.com
Jalan Taman Mini I, Jakarta Timur
Click for Google Maps

Iklan

2 pemikiran pada “Keliling Indonesia Dalam Satu Hari (Jakarta) (Bagian 2 dari 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s