Keliling Indonesia Dalam Satu Hari (Jakarta) (Bagian 1 dari 2)

Keliling Indonesia dalam satu hari? Emangnya bisa? Ah, ya tentu bisa dong. Kamu taro aja peta di lantai, terus kamu kelilingin deh sampe puas. Mungkin kira-kira kayak gitu jawaban nyebelinnya. Kecuali kamu temenan sama Doraemon, cara yang paling mungkin buat ngelilingin Indonesia dalam satu hari adalah dengan pergi ke Taman Mini Indonesia Indah, sebuah komplek taman luas yang berada di Jakarta Timur, deket sama komplek Monumen Pancasila Sakti yang dulu pernah saya kunjungi. Taman yang dibangun atas gagasan ibu Tien Soeharto ini mulai dibangun pada tahun 1972 dan diresmikan pada tanggal 20 April 1975. Di dalam lahan seluas 150 hektar ini pengunjung dapat mengetahui berbagai bentuk rumah adat serta kebudayaan yang dimiliki oleh masing-masing provinsi di Indonesia.

ticketing

Supaya bisa mengunjungi banyak tempat di sini, saya dateng pagi-pagi di hari Sabtu, naik motor menempuh jarak 16 kilometer dari kosan. Mengingat betapa luasnya area Taman Mini, lebih cocok rasanya kalo dateng ke sini membawa kendaraan pribadi supaya bisa berkeliling dengan leluasa. Kalopun ga ada kendaraan pribadi, kita bisa naik TransJakarta terus turun di halte Garuda Taman Mini dan berjalan sekitar 1.8 kilometer sampe ke gerbang masuk utamanya.

DSCF1990 (1280x854)

Selepas gerbang utama, saya disambut oleh Tugu Api Pancasila yang tinggi menjulang ke angkasa, dikelilingi plaza seluas dua hektar yang berfungsi sebagai alun-alun sehingga sering dimanfaatkan untuk pusat acara dan kegiatan. Tugu dan plaza ini memiliki desain penuh makna yang berdasarkan Pancasila dan hari kemerdekaan kita. Di depan tugu terdapat taman jam bunga, mirip kayak yang ada di Taman Bunga Nusantara, tapi sayangnya ga jalan. Di kejauhan tampak Pendopo Agung Sasono Utomo yang saat itu sedang dipakai untuk acara resepsi pernikahan. Di Taman Mini ada banyak aula yang pada akhir minggu sering digunakan untuk acara resepsi pernikahan ataupun acara gathering kantor.

DSCF2005 (1280x854)

Agar kunjungan kamu lebih terarah, tidak ada salahnya untuk berkunjung sejenak ke Information Center yang ada di arah sebelah kiri dari tugu tadi. Di sini kamu bisa meminta peta denah Taman Mini dan bertanya ada acara apa aja yang hari itu sedang dilaksanakan di Taman Mini. Sebelumnya saya bahkan sempet menelepon mereka sehingga saya udah tau kalo Museum Purna Bakti Pertiwi dan Bayt Al Quran lagi ditutup karena renovasi.

Nah, dari peta yang kamu dapet di sini, kamu bisa ngeliat betapa luasnya komplek Taman Mini. Di sini ada 33 anjungan provinsi yang ada di Indonesia (anjungan Kalimantan Utara, provinsi termuda kita, belom ada), museum, wahana dan teater, taman, rumah ibadah, fasilitas-fasilitas yang tersedia, dan bangunan-bangunan lainnya. Semua anjungan tersebut bisa dikunjungi tanpa dipungut biaya apapun, berbeda halnya dengan museum-museum ataupun wahana rekreasi, hampir semuanya mesti berbayar.

DSCF2001 (1280x854)

DSCF2131 (1280x854)

Bagi pengunjung yang dateng tanpa membawa kendaraan pribadi, mereka bisa memanfaatkan fasilitas sepeda dan mobil wisata. Ada sepeda single dan sepeda tandem yang bisa kamu sewa dengan biaya 15 ribu dan 25 ribu per jam, lumayan juga sih. Sementara untuk naik mobil wisata, pengunjung bisa membeli tiket seharga 10 ribu rupiah dan berlaku untuk tiga kali naik. Mobil wisata ini akan mengelilingi Taman Mini melalui jalur utama yang melewati hampir seluruh wahana utama di Taman Mini.

DSCF2018 (1280x853)
Sepuluh first ladies dari negara-negara yang menghadiri konferensi ekonomi APEC pada tahun 1994 sempat berkunjung ke Taman Mini. Prasasti persahabatan ini berada di depan stasiun Taman Budaya.
DSCF2047 (1280x854)
Di Teater 4 Dimensi ini pengunjung dapat merasakan sensasi menonton film tiga dimensi ditambah dengan efek angin, hujan, dan aroma wewangian
DSCF2048 (1280x853)
Teater Tanah Airku sering digunakan sebagai tempat diadakannya pertunjukan teater, konser, atau kontes yang membutuhkan fasilitas teknologi multimedia canggih

 

Mari Kita Keliling Indonesia

2017-08-28 17_51_38-Google Maps

Anjungan-anjungan provinsi yang ada di Taman Mini mengelilingi sebuah danau buatan yang disebut Plaza Arsipel karena jika diliat dari atas kita seakan melihat peta Indonesia dalam ukuran besar. Di sebelah utara terdapat anjungan provinsi Aceh sampai Papua sementara di sebelah selatan terdapat anjungan Jawa Barat hingga Sulawesi Tenggara. Di setiap anjungan kita dapat memperoleh informasi mengenai rumah adat berbagai suku bangsa di Indonesia yang sekaligus digunakan sebagai tempat pameran dan peragaan berbagai benda sejarah, pakaian adat, peralatan kesenian, hasil kerajinan, dan benda-benda budaya daerah masing-masing.

DSCF2053 (1280x855)

Perjalanan keliling Indonesia dimulai dari Anjungan Sumatera Barat. Di anjungan ini terdapat sebuah rumah gadang yang cantik banget, menurut saya sih ga kalah ama Istana Basa Pagaruyung yang ada di Batusangkar, terus ada bangunan balairung, surau, rangkiang (lumbung padi), dan perpustakaan. Bangunan khas Minang memiliki ciri khas atap ijuk yang bertanduk runcing seperti tanduk kerbau.

DSCF2061 (1280x856)

Di halaman Anjungan Pemerintah Aceh, ada pesawat Seulawah yang pernah menyandang titel RI-001 sebagai pesawat komersial pertama yang dimiliki Indonesia Airways, kini Garuda Indonesia. Dinamai Seulawah yang berarti “gunung emas” karena ia dibeli dari emas dan perhiasan yang disumbangkan oleh rakyat Aceh. Replika pesawat yang sama bisa kita liat juga di Museum Satria Mandala. Puas melihat pesawat, pengunjung dapat melihat rumah adat asli milik pahlawan nasional Cut Meutia yang sengaja dipindah dari tempat asalnya ke Taman Mini.

DSCF2063 (1280x854)

DSCF2067 (853x1280)

Ada dua rumah adat di Anjungan Kalimantan Barat. Rumah adat yang pertama merupakan tiruan dari Istana Kesultanan Kadariyah yang aslinya didirikan pada tahun 1771 Masehi oleh Sultan Syarif Abdurrakhman Alkadri. Rumah adat satunya lagi disebut Baluk, rumah adat suku Dayak Bidayuh. Bentuk rumah panggung ini memanjang dan aslinya bisa ditempati oleh puluhan keluarga dengan jumlah orang mencapai ratusan.

DSCF2093 (1280x854)
Anjungan Sulawesi Barat dan Kepulauan Riau

Berbelok ke belakang dari Anjungan Kalimantan Barat, terdapat jajaran anjungan provinsi-provinsi termuda di Indonesia, yaitu Papua Barat, Sulawesi Barat, Kepulauan Riau, Gorontalo, Maluku Utara, Banten, dan Bangka Belitung. Anjungan Provinsi Banten menampilkan menara masjid Banten yang terkenal.

DSCF2097 (1280x853)
Rumah honay
DSCF2102 (1280x855)
Upacara bakar batu Suku Dani

Papua memiliki wilayah yang sangat luas sehingga di satu provinsi ini saja terdapat puluhan bahkan ratusan bahasa serta suku bangsa. Dalam memperkenalkan kebudayaannya, Anjungan Papua membuat rumah model Kiwari yang berbentuk limas segi delapan dengan atap kerucut dari suku Tobati-Enggros sebagai bangunan induk serta rumah model Honay dari suku Dani dan Rumsram.

DSCF2095 (1280x854)
Beberapa bangunan di Taman Mini berada dalam kondisi yang tidak terawat, seperti yang saya lihat pada Taman Bekisar ini dan juga Anjungan Museum Timor-Timur

DSCF2106 (1280x855)

DSCF2110 (1280x854)

Memasuki jam 11 siang, saya udah mulai laper karena emang belom makan pagi. Saya mampir ke Pondok Pecel Madiun yang ada di sebelah anjungan provinsi Timor-Timur yang kini jadi Museum Timor Timur buat makan siang prematur. Mereka menyediakan segala macem hidangan, penganan, dan minuman khas Jawa dengan harga yang ramah di kantong. Saya makan pecel terus minumnya kelapa muda, mantap jayaaa!

DSCF2132 (1280x855)
Monumen Persahabatan Negara Non Blok berada di antara Museum PP IPTEK dan Museum Minyak & Gas Bumi

DSCF2069 (853x1280)

Rumah adat berbentuk unik yang saya potret di Anjungan Sulawesi Selatan ini disebut Tongkonan, yaitu rumah adat suku Toraja, salah satu suku utama di sana selain Bone dan Bugis. Rumah milik penguasa adat ditandai oleh hiasan tiga buah kepala kerbau sementara tanduk kerbau di depan rumah menandakan berapa banyak pemilik rumah melangsungkan pemakaman adat. Warna ukiran dindingnya didominasi oleh warna merah, putih, kuning, dan hitam.

DSCF2071 (1280x855)

Di Anjungan Nusa Tenggara Timur saya disambut oleh gerbang yang “dijaga” oleh dua patung komodo berukuran besar yang tampak seperti asli. Komodo merupakan hewan purba yang sering diidentikkan dengan hewan mitos naga. Pulau Komodo bahkan udah dinobatkan sebagai New 7 Wonders of Nature. Di dalam anjungan, terdapat beberapa bentuk rumah adat yang berasal dari Ende, Rote, dan Sumba.

DSCF2073 (1280x853)

Salah satu anjungan yang paling menarik minat wisatawan asing mungkin Anjungan Bali. Berada di sini bener-bener bisa membuat kita seolah berada di Bali beneran karena lingkungannya yang asri dengan bangunan-bangunan yang didominasi bata merah. Sebagai masyarakat yang dikenal religius, anjungan Bali pun dilengkapi dengan beberapa bangunan suci yang memiliki fungsi keagamaan.

DSCF2076 (1280x856)

Anjugan Yogyakarta menampilkan Bangsal Kencono sebagai pendopo dari rumah adat Mataram yang menjadi bangunan induknya. Di bagian depan terdapat arca Dwarapala kembar yang seolah menjaga pendopo. Setiap hari Sabtu atau Minggu, di pendopo ini kerap diadakan acara kesenian atau juga resepsi pernikahan. Selain di aula-aula milik Taman Mini, acara-acara seperti resepsi pernikahan juga kerap dilaksanakan di aula-aula yang ada di anjungan-anjungan provinsi.

DSCF2080 (1280x854)

Anjungan DKI Jakarta menampilkan bagian cawan dari tugu Monumen Nasional, atau biasa dikenal dengan singkatan Monas. Di anjungan ini pengunjung dapat melihat pakaian tradisional, alat-alat musik, diorama, delman, dan tentu saja rumah adat Betawi.

DSCF2022 (1280x855)

Pengen ngeliat Candi Borobudur? Taman Mini juga menyediakan sebuah replika Borobudur dalam ukuran miniatur yang sangat mirip, lengkap dengan arca singa penjaga gerbang dan jaladwara yang juga ada di situs aslinya. Lokasinya ada di deket Masjid Pangeran Diponegoro. Candi Buddha terbesar di dunia yang sudah masuk dalam daftar World Heritage Site pada tahun 1991 ini dibangun pada abad kesembilan atas perintah Raja Samaratungga dari dinasti Syailendra.

DSCF2213 (1280x853)
Taman Legenda Keong Mas merupakan wahana rekreasi anak yang cukup banyak pengunjungnya sehingga menjadi primadona baru di Taman Mini
DSCF2043 (1280x854)
Pameran Seni dan Budaya Dayak 2017 yang saat itu lagi dilaksanakan di lahan parkir Keong Mas

 

Rumah Ibadah

Sebagai miniatur Indonesia, rasanya belum lengkap jika Taman Mini tidak memiliki rumah-rumah ibadah yang mewakili semua agama dan kepercayaan yang diakui pemerintah. Lokasinya saling berdampingan seolah ingin menyampaikan pesan kerukunan antar umat beragama di Indonesia. Di area ini terdapat Sasana Adirasa Pangeran Sambernyawa (aliran kepercayaan), Vihara Arya Dwipa Arama (Buddha), Pura Penataran Agung Kertabumi (Hindu), Gereja Haleluya (Protestan), Gereja Santa Katarina (Katolik), Masjid Diponegoro (Islam), dan yang terbaru ada Kelenteng Kong Miao (Khonghucu) yang baru dibangun pada tahun 2009.

DSCF2079 (1280x853)
Sasana Adirasa Pangeran Samber Nyawa
DSCF2033 (1280x853)
Kelenteng Kong Miao

 

Perjalanan saya di Taman Mini masih belom berakhir. Baca lanjutannya di Keliling Indonesia Dalam Satu Hari (Jakarta) (Bagian 2 dari 2).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s