Pecel Pincuk Kalibata yang Serba Ada (Jakarta)

Kadang setiap hari Sabtu atau Minggu, saya dan temen-temen di kantor suka berenang di LifeSpa & Fitness yang ada di komplek Perkantoran Hijau Arkadia. Jauh memang, dari kosan saya bahkan jarak tempuhnya mencapai 18 kilometer. Terus, kenapa dong kita sampe ngebela-belain sampe berenang jauh ke sana? Yah, soalnya kantor kita punya jatah berenang gratis di sana. Lumayan lho biaya berenang itu, bisa sampe 30 ribu lebih sekali berenang. Yah, namanya juga bujangan, apa-apa yang gratisan pasti dibela-belain ke sana.

DSCF1923 (1280x854)

Hari itu, setelah berenang saya ngajak temen-temen saya buat makan pagi di Pecel Pincuk Kalibata. Udah lama saya penasaran sama tempat ini, ceritanya pengen menjajal tempat yang jualan pecel khas Madiun yang enak di Jakarta. Lokasinya sendiri berada di seberang Taman Makam Pahlawan Kalibata. Kalo malem, area ini bakal berubah jadi pusat kuliner kaki lima yang menawarkan berbagai macam kuliner khas Indonesia dan kekinian. Tapi kalo masih siang, lahan di depannya kosong melompong.

DSCF1952 (1280x853)

Warung yang setiap hari buka dari jam 7 pagi sampe jam 8 malem, kecuali hari Minggu cuma buka sampe jam 5 sore, ini menawarkan makanan khas Jawa Timur yang menggiurkan. Ada nasi rawon, nasi lodeh, garang asem, dan berbagai gorengan yang beberapa saya bahkan baru denger namanya.

DSCF1954 (1280x853)

Sebut saja botok dan mendol. Botok adalah adalah makanan yang terbuat dari ampas kelapa yang udah diambil sarinya dan dibungkus daun kayak pepes. Sementara mendol adalah makanan yang berbahan dasar kacang kedelai, mirip tempe, tapi bentuknya bulat seperti comro. Minuman-minuman khas Jawa pun bisa kita dapatkan di warung ini.

DSCF1931 (1280x854)

Inceran saya di sini apa lagi kalo bukan nasi pecel pincuknya, disajikan dengan alas daun pisang, bukan pincuk alias wadah berbentuk kerucut seperti yang mungkin udah kamu bayangin. Tapi itu cuma masalah cara penyajian aja sih. Rasa bumbu pecelnya enak, dengan isi yang bermacam-macam. Ada sedikit tempe orek, ada peyek kacang, ada serundeng yang berwarna kuning kunyit, serta sejumput nasi. Makannya bisa ditemenin dengan berbagai macam sate-satean yang tersedia dan gorengan-gorengan tadi. Saya sendiri memilih untuk makan pecel ditemani dengan tempe mendoan.

DSCF1948 (1280x855)

Tapi kok rasanya kalo makan gitu doang kurang kenyang ya? Mesti ada lauknya juga nih. Jadilah saya memesan seporsi ayam bakar tanpa nasi. Harga ayam bakar lebih mahal seribu daripada ayam goreng. Bau terbakarnya sampe ke tembus ke dalem daging, mungkin ini karena efek dibakar dengan api yang kecil. Daging ayamnya sendiri empuk dan mudah dipisahkan dari tulangnya. Rasa ayamnya yang manis ini akan lebih pas jika dimakan ditemani dengan sambel.

DSCF1943 (1280x853)

Daan karena penasaran sama rawonnya, saya memesan seporsi rawon tanpa pake nasi. Kuah rawon yang berwarna item karena kluwek ini terasa sedikit asem namun membawa kesan segar. Di mangkok plastik kecil disediakan pula sayur toge dan sejumput sambel yang sama dengan sambel buat ayam bakar. Isi daging dalam rawonnya cuma dikit, cuma 6 atau 7 potong yg ukurannya pun ga terlalu besar. Tapi dagingnya bener-bener empuk dan diambil bagian has dalam sehingga ga ada lemaknya.

Nasi Pecel IDR 15K
Ayam Bakar IDR 15K
Rawon IDR 16K
Tempe Mendoan IDR 4K

 

Pecel Pincuk Kalibata
Jalan Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan
Click for Google Maps

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s