Narsis Kreatif di Lawangwangi (Bandung)

Jadi, sebenernya ini tempat apa sih? Kenapa juga mesti dijudulin narsis kreatif? Hehehe. Ya ga salah dong kalo kita bernarsis ria di sana, namanya juga kan Lawangwangi Creative Space. Kita mengartikan Lawangwangi sebagai tempat untuk berkreasi, dalam hal ini bernarsis ria (mengartikan seenak udel sendiri). Menilik keterangan dari situs mereka, Lawangwangi menyatukan tiga hal, art gallery, design space, dan cafe. Dalam banyak hal, ia mirip sekali dengan Selasar Sunaryo, memiliki ruang pameran tetap, ruang pameran temporer, dan cafe. Lokasinya pun sama-sama berada di Bandung Utara yang memiliki hawa sejuk dan adem.

DSCF0432 (1280x853)

Untuk menuju ke Lawangwangi, beberapa ratus meter selepas dari Terminal Dago kita udah harus membelokkan kendaraan ke sebelah kiri memasuki Jalan Dago Giri. Jangan sampe salah ya, bukan yang belokan pertama, tapi belokan kedua yang jalannya lebih sempit. Di jalan ini sendiri ada beberapa objek wisata lain kayak Dago Dreampark dan Bird & Bromelia Pavilion. Kamu bisa mentandem jalan-jalan kamu ke sini dengan objek-objek wisata itu, semisal paginya ke Bird & Bromelia Pavilion, makan siang ke Lawangwangi, diterusin maen ke Dago Dreampark. Mantep ga tuh. Yaa, siapin aja kocek yang tebal karena saya yakin bakalan banyak banget tuh pengeluarannya, hehehe. Tapi kalo ke Lawangwangi kita ga perlu merogoh kocek sama sekali karena siapapun boleh masuk tanpa dipungut biaya.

DSCF0439 (853x1280)

DSCF0440 (1280x853)

Sebagai sebuah design space, Lawangwangi bertujuan untuk menjadi sarana pamer bagi produk dan objek hasil karya desainer lokal. Karya-karya tersebut sebagian dibuat oleh seniman-seniman yang mengikuti Bandung Contemporary Art Award, sebuah ajang penganugerahan karya seni kontemporer dua tahunan bagi seniman-seniman muda Indonesia, atau event-event lain yang diadain oleh ArtSociates dan Lawangwangi. Namun kalo saya perhatiin mereka ga dikasih label nama atau deskripsi sehingga saya kesulitan untuk menemukan apa makna dari karya-karya tersebut. Maklum, bukan latar belakang pendidikan saya kan bukan seni.

DSCF0444 (854x1280)

DSCF0453 (1280x855)

Hampir semua sisi dan sudut di Lawangwangi dipenuhi oleh berbagai karya seni. Entah itu karya dua dimensi seperti lukisan atau karya tiga dimensi berupa patung. Setiap beberapa bulan sekali, karya-karya tersebut akan berganti sehingga pengunjung akan selalu dapat menikmati sesuatu yang baru setiap kali datang kembali ke sini.

DSCF0499 (1280x854)

DSCF0491 (1280x856)

Apalagi Lawangwangi juga memiliki galeri seni yang tidak hanya rutin dijadikan ruang pamer bagi seniman-seniman Indonesia melainkan juga seniman kelas dunia. Informasi pameran maupun kegiatan yang diadain Lawangwangi, dan galeri seni lainnya di Bandung, biasanya ditempel di sebuah papan deket pintu masuk. Kalo di dunia maya, kamu bisa cek akun Instagram atau page Facebook mereka.

DSCF0451 (1280x855)

Di sebelah ruang galeri seni di lantai satu ada souvenir shop bernama imut, Tuku. Mungkin maksudnya toko kali ya. Di sini kita bisa membeli berbagai pernak-pernik bernilai seni yang bisa dipake buat menghiasi ruangan kamar atau rumah kita ataupun digunakan. Harganya juga bervariasi banget karena mereka menawarkan berbagai macam produk kayak pakaian, sepatu, dompet, aksesoris, tas, dan masih banyak lagi.

DSCF0462 (1280x853)

Naik ke lantai dua, ini dia sebenernya lokasi yang saya ama Nanda incer, anjungan kayu yang sering dipake buat bernarsis ria oleh para pengunjung Lawangwangi. Di sini tentunya selain berfoto dengan berbagai pose dan sudut, kita bisa menikmati sejuknya udara Bandung sembari memandangi pemandangan kota Bandung di sebelah selatan. Kita pun buru-buru berfoto karena selain awan mendung mulai keliatan di sebelah utara, kita juga mesti antre sama pengunjung lain. Walau ga terlalu rame, aslinya mah ga sesepi ini juga sih.

DSCF0466 (1280x856)

DSCF0468 (1280x853)

DSCF0474 (853x1280)

Tersambung dengan anjungan adalah cafe yang mana pengunjungnya pun masih dapat menikmati suasana asri di sekitar Lawangwangi karena dikelilingi dinding-dinding kaca yang memungkinkan pandangan luas ke semua arah. Sambil makan, mata pun terobati dengan pemandangan hijau pepohonan pinus yang banyak tumbuh di sini. Tempat duduknya ada macem-macem, ada yang berupa sofa lengkap dengan bantal-bantal empuk, ada juga yang berupa kursi rada formal, tinggal disesuaikan aja. Dan menurut saya sih tempat ini cocok banget buat dinner romantis, apalagi kalo malem Minggu mereka buka sampe jam 11 malem. Tapi karena waktu itu kita emang ga ada niatan buat makan di sana, saya ama Nanda sih sibuk berfoto kreatif (baca: iseng) dengan beberapa instalasi seni yang ada.

DSCF0482 (853x1280)

Selain cafe dan anjungan, di lantai dua juga terdapat tiga ruang meeting dengan kapasitas yang berbeda-beda, ada yang berkapasitas 15 orang, ada pula dua ruangan yang lebih kecil. Kalo pengen nyewa, silakan menghubungi nomor telepon mereka di (022) 250 4065. Jadi meeting di sini bisa sekalian makan siang, sambil menyelam minum air. Seru juga ya?

DSCF0510 (1280x854)

Di luar, masih ada lagi instalasi seni yang menarik, walaupun ga sebanyak di dalem. Dan uniknya, ini juga satu-satunya instalasi yang diberi keterangan, judulnya “Ia Ada dengan Ketiadaannya” karya Amrizal Salayan. Karena pose patung-patungnya kayak lagi bersedekap solat, Nanda langsung dengan semangat minta difotoin dengan pose lagi takbir.

Jam Buka
Selasa-Kamis 11.00-22.00
Jumat-Sabtu 10.00-23.00
Minggu 11.00-22.00
Senin TUTUP

 

Lawangwangi Creative Space
http://lawangwangi.com
Jalan Dago Giri No. 99, Mekarwangi, Bandung
Click for Google Maps

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s