Main Sama Kucing-Kucing di The Cat Cabin (Jakarta)

Bukan kebetulan akhirnya saya ama Fay mampir juga ke The Cat Cabin yang ada di bilangan Kemang ini. Sebelum Fay berangkat kuliah ke Edinburgh, dia pernah ngajakin jalan-jalan ke sini. Kita sama-sama penyuka kucing, walaupun saya lebih suka yang model kucing kampung ketimbang kucing berhidung pesek yang menurut saya ga ada lucu-lucunya. Tapi baru kemaren kita akhirnya sempet ke sini. Fay emang menjadikan perilaku pengunjung cat cafe sebagai tema penelitian disertasinya.

DSCF0349 (1280x853)

Ga banyak orang yang mnejadikan cat cafe sebagai bisnis. Beberapa malah ga berhasil bertahan dan tutup. Tapi The Cat Cabin berhasil bertahan dan kalo saya perhatiin sepertinya memiliki pelanggan-pelanggan tetap. Jenis kucingnya juga ada banyak. Di papan deket pintu masuk terpampang nama-nama mereka, tapi itu malah belum semuanya.

DSCF0356 (1280x855)

DSCF0380 (1280x853)

Terus, kalo main sama kucing-kucing di cat cafe itu ada aturan mainnya. Umumnya adalah kita ga boleh pake alas kaki. Di sini mereka nyediain alas kaki yang terbuat dari karet, Crocs KW gitu lah. Terus, ada hal-hal yang mesti diperhatiin juga saat berinteraksi dengan kucing-kucing, semisal ga boleh narik ekornya atau ngeganggu kucing yang lagi tidur. Aduh, padahal kucing kan tukang tidur ya?

DSCF0348 (854x1280)

DSCF0358 (1280x853)

DSCF0376 (852x1280)

Dengan membayar tarif masuk sebesar 60 ribu pas hari biasa dan 65 ribu pas weekend, kamu udah bisa berinteraksi dengan kucing-kucing lucu yang ada di sini. Dan pastinya ga semuanya berkucing pesek, hehehe. Menurut situs webnya, kebanyakan kucing yang ada di sini ga dibeli, tapi diadopsi dari tempat penampungan hewan atau dari pemilik-pemilik aslinya yang melepas mereka karena tidak mampu lagi merawat mereka. Di sini mereka dirawat dengan sangat baik begitu pula dengan kebersihan ruangan The Cat Cabin. Pengunjung pun saya yakin betah berlama-lama di sini, duduk-duduk di sofa mereka yang nyaman, membaca buku-buku yang ada di sini, atau….

DSCF0388 (852x1280)

DSCF0386 (856x1280)

Memesan makanan dan minuman. Namanya juga cat cafe, selain bisa ngelus-ngelus kucing, kita juga bisa makan dan minum di sini lho. Kecuali minuman, menu masakannya kebanyakan bisa dihangatkan dengan microwave. Jadi mereka ga punya chef atau koki di sini, semua makanan udah ready to serve. Tinggal minuman aja yang diracik-racik dan itupun ga sulit kan?

DSCF0365 (1280x853)

DSCF0369 (1280x855)

DSCF0371 (1280x854)

Kayak misalnya nasi goreng dan lasagna yang saya ama Fay pesen ini. Rasa nasi gorengnya sih so so lah, tapi rasa lasagnanya lumayan juga. Ga pelit daging dan enak karena masih anget, fresh from the oven microwave. Buat pencuci mulut, kita mesen lava cake, itu loh, cake coklat yang di dalemnya diisi saus coklat yang kalo cake-nya kita belah, bakal ngalir keluar kayak lava. Cake hangat berpadu dengan es krim vanila yang dingin. Pokoknya ini salah satu jenis kue pencuci mulut paling enak yang pernah dibuat deh.

Lasagna Fussili IDR 40K
Nasi Goreng Pak Jenggot IDR 35K
Molten Lava Cake IDR 30K

Jam Buka
Selasa-Kamis 10.00-21.00
Jumat-Minggu 10.00-22.00
Senin TUTUP

Tarif Masuk
Hari Kerja (1 Jam Pertama) IDR 60K
Akhir Minggu (1 Jam Pertama) IDR 65K
Tambahan Jam IDR 50K

 

The Cat Cabin
http://thecatcabinjakarta.com/
Jalan Kemang Raya No. 31, Kemang, Jakarta Selatan
Click for Google Maps

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s