Mampir ke RM Bumen Jaya 1 (Jakarta)

Abis dari Martabak Sinar Bulan di daerah Muara Karang, perut saya kayaknya berasa masih pengen makan nasi. Setelah cobain ubek-ubek list kuliner saya yang mau saya cobain, saya akhirnya mutusin buat mampir ke RM Bumen Jaya yang ada di daerah Pejompongan. Sebenernya ada dua RM Bumen Jaya di daerah ini. Yang saya datengin ini biasa disebut RM Bumen Jaya 1 di internet dan menurut pegawai yang saya tanya, sama sekali ga punya hubungan dengan RM Bumen Jaya 2 yang berada 300 meter dari sini. Yang mana yang lebih enak? Saya ga tau deh. Tapi karena RM Bumen Jaya 1 pas banget ada di tepi jalan jalur pulang saya ke kosan, ya saya milih ke sini aja deh.

DSCF9887 (1280x853)

DSCF9899 (1280x855)

Bisa dibilang suasana di dalemnya rada sumpek dan mengingatkan pada suasana warteg, sederhana. Apalagi dindingnya dicat warna biru muda dan biru tua yang di antaranya dibatasi oleh car bewarna emas. Kalo siang hari dan lagi ramai pengunjung, tentunya di sini bakal kerasa panas banget. Tapi untungnya di beberapa sudut ruangan ada kipas angin. Saya lalu duduk di salah satu yang penerangannya oke.

DSCF9898 (853x1280)

Walau suasana warteg, makanan di sini ga siap saji karena mesti dimasak dulu. Ada sate, tongseng, sop dan gule kambing, nasi goreng, mie goreng, dan mie rebus. Dari segi harga buat saya terasa lumayan mahal. Seporsi sate kambing mencapai 65 ribu rupiah, sate kambing paling mahal seumur hidup saya berkuliner ria. Sementara itu, harga mie Jawa sih masih masuk akal karena di tempat lain pun harganya sekitaran itu.

DSCF9901 (1280x852)

Saya pun memesan nasi goreng kambing yang dateng dalam waktu 15 menit. Itu yang warnanya kuning-kuning adalah telur yang saya minta diorak-arik, mirip kayak punya pengunjung lain yang saya liat dan berhasil bikin saya ngiler. Karena nambah telur, harganya jadi 43 ribu, nambah 3 ribu dari harga di menu. Penampilannya sungguh biasa aja, jadi daripada mesti menilai cuma dari penampilan, saya langsung aja menyuap suapan pertama. Cita rasanya kayak kombinasi aroma khas Jawa, aroma khas Timur Tengah, dan aroma arang. Walau namanya nasi goreng kambing, aroma kambingnya justru ga kentara sama sekali. Daging kambingnya juga lembut banget, nyaris ga terasa teksturnya pas dikunyah.

DSCF9905 (1280x855)

Karena penasaran sama satenya, saya memesan setengah porsi sate kambing yang disajikan dengan bumbu kecap, irisan tomat dan bawang merah. Satenya cukup lembut, bisa saya gigit dengan mudah dari tusuknya. Sama kayak nasi gorengnya, aroma kambingnya juga nyaris ga kecium, menandakan pengolahan daging kambingnya sangat baik.

Nasi Goreng Kambing + Telur IDR 43K
Sate Kambing (5 Tusuk) IDR 35K

 

RM Bumen Jaya 1
Jalan Pejompongan No. 6 Jakarta Pusat
Click for Google Maps

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s