Menyelami Asal Muasal Lembaga Sandi Negara di Museum Sandi (Jogja)

Museum Sandi menampilkan berbagai koleksi yang berkaitan dengan sandi. Sandi? Iya, sandi, kode, bahasa rahasia. Bahasa kerennya kriptografi kali ya? Buat saya yang suka sejarah, suka nonton Indiana Jones, suka ngikutin petualangan Robert Langdon dalam serial karya Dan Brown, wajib banget rasanya dateng ke museum yang satu ini. Dibangun atas prakarsa Kepala Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) dan Gubernur DIY, museum ini diresmikan pada tahun 2008, museum ini sempat beberapa kali berpindah lokasi hingga menempati bangunan yang sekarang, dulunya pernah digunakan kementerian luar negeri sewaktu Yogyakarta sempat menjadi ibukota.

IMG_20170620_143842 (852x1280)

IMG_20170620_135139 (1280x853)

Jalan-jalan kali ini saya masih bareng Fay dan kita juga masih nge-double date ama Fatma, kembaran Fay, dan Aul. Saya sengaja memilih museum ini karena, selain karena emang belom pernah ke sini, biaya masuknya pun gratis, hehehe. Apalagi sebagai museum yang tergolong baru, tentunya dalemnya ga ngebosenin kayak museum-museum tua yang rata-rata hanya berisi lemari kayu tua berwarna coklat. Udah gratis, kita masih dikasih souvenir berupa sandi geser. Lucu juga buat dipake sebagai pembatas buku.

IMG_20170620_144023 (1280x861)

Abis nonton film pendek mengenai sejarah sandi, kita dibawa oleh seorang pemandu ke ruangan pertama, ruang intro. Dia menjelaskan sejarah aksara huruf paku bangsa Sumeria, yang dikenal dengan sebutan cuneiform. Lalu dia memeragakan cara pengiriman sandi dengan Skytale. Metode yang digunakan bangsa Yunani ini melibatkan tongkat dan sehelai perkamen atau kulit yang ditulisi pesan. Ada pula metode Cardan Grille yang menggunakan kertas berisi teks biasa namun memerlukan lempengan berlubang untuk membaca huruf-huruf yang ingin disampaikan si pengirim pesan.

IMG_20170620_144040_HHT (1280x854)

Sejarah dunia persandian Indonesia sebagai negara yang baru berdiri dimulai saat Agresi Militer Belanda I. Saat itu Menteri Pertahanan, Amir Syarifudin, pada tanggal 4 April 1946 pagi meminta Roebiono Kertopati, seorang dokter medis di kementerian pertahanan bagian B (intelijen) sekaligus dokter pibadi Soekarno, untuk membentuk dan memimpin Dinas Kode. Dinas ini ditugasi mengirimkan berita rahasia negara antar berbagai institusi dan daerah serta memantau berita-berita dalam dan luar negeri yang diperlukan kementerian pertahanan bagian B. Atas berbagai usaha yang dirintis oleh Roebiono, ia diberi gelar bapak persandian Indonesia.

IMG_20170620_144056_HHT (1280x855)

Ruangan ketiga berisi diorama yang menggambarkan kegiatan di rumah di Dusun Dukuh yang digunakan oleh Dinas Kode semasa Agresi Militer Belanda II. Saat Belanda menduduki Yogyakarta, Dinas Kode pun memindahkan kegiatannya dari pusat kota ke sini. Rumah ini masih ada dan bisa dikunjungi. Lokasinya nyaris berbatasan dengan Jawa Tengah di Desa Purwoharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo.

IMG_20170620_144109_HHT (1280x854)

Ruang keempat adalah berisi koleksi benda yang perrnah digunakan pada saat Agresi Militer Belanda II. Ada sepeda ontel yang digunakan kurir untuk mengirimkan pesan rahasia. Supaya tidak ketahuan saat diberhentikan di pos-pos pemeriksaan Belanda, kertas pesan dimasukkan ke dalam lubang di stang sepeda. Lalu ada pula replika perlengkapan komunikasi portabel yang digunakan pada masa Pemerintahan Darurat Republik Indonesia yang dipimpin oleh Mr. Syafrudin Prawiranegara. Radio ini turut berjasa dalam menyebarkan berita ke dunia internasional bahwa pemerintah Indonesia masih tegak dan berdaulat.

IMG_20170620_140647_HHT (1280x960)

Ruang terakhir di lantai satu berisi berbagai mesin sandi yang dalam bahasa Inggris disebut cipher machine, mulai dari Mesin Sandi SR-64/A yang masih bersifat mekanis hingga Mesin Sandi SN-011 buatan anak bangsa yang sudah bersifat elektronik. Di salah satu sisi ruangan terdapat manekin yang mengenakan baju seragam siswa Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN) yang berada di Bogor.

IMG_20170620_141309 (1280x854)

Ruang pertama di lantai dua merupakan semacam ruangan hall of fame yang menampilkan profil keenam para pemimpin Lembaga Sandi Negara. Sebagai pemimpin pertama, Roebiono memperoleh bagiannya sendiri. Satu lemari kaca diisi dengan foto, patung figurnya, bintang penghargaan, memorabilia, dan lain-lain. Ia sendiri cukup lama memipin lembaga ini, dari tahun 1946 sampai tahun 1984. Uniknya, selama itu anak-anaknya sendiri tidak mengetahui bahwa ayahnya adalah pemimpin Lemsaneg.

IMG_20170620_141337 (853x1280)

IMG_20170620_141453 (1280x856)

Di sebelahnya terdapat ruang sandi global yang menampilkan mesin sandi yang pernah digunakan oleh negara-negara lain. Berbicara tentang mesin sandi, rasanya tidak lengkap jika kita tidak menyebutkan Enigma, mesin sandi terkenal milik angkatan perang Nazi yang digunakan selama Perang Dunia II. Mungkin kamu bisa menonton film The Imitation Game yang menceritakan mengenai usaha Allan Turing dalam memecahkan kode yang dikirimkan Enigma. Konon pekerjaannya ini berhasil memperpendek masa perang sebanyak dua tahun lebih dan menyelamatkan lebih dari 14 juta jiwa.

IMG_20170620_142806 (1280x854)

Ruangan terakhir merupakan ruang interaktif edukasi yang bisa digunakan anak-anak. Namun kita lebih tertarik buat berswafoto ria di balkon lantai dua sambil merencanakan tempat tujuan berikutnya untuk menunggu waktu berbuka puasa.

Jam Buka
Senin-Kamis 08.30-15.00
Jumat o8.30-15.30
Sabtu-Minggu 09.00-12.00

Tiket Masuk
GRATIS!

 

Museum Sandi
Jalan Faridan Muridan Noto No. 21 Jogja
Click for Google Maps

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s