FamGath di Floating Market (Lembang)

Divisi saya di kantor ngadain arisan yang tiap bulan anggotanya bakal ditarik duit sebesar 50 ribu rupiah. Terkadang duit itu dipake buat hal lain juga tapi lebih banyak ga dipakenya sehingga akhirnya terkumpul cukup banyak. Dan karena kita emang udah lama ga ngadain family gathering, bahkan family gathering terakhirnya sebelum saya bergabung di sini tiga tahun lalu, kita mutusin buat ngadain family gathering aja. Setelah melalui proses penundaan beberapa kali, polling, dan survei, akhirnya kita mutusin buat Famgath ke Lembang.

DSC_0968 - Copy

Kita nginep di Osmond Villa & Resort di utara Lembang. Sebenernya tempatnya bagus, villanya murah dan banyak plus fasilitasnya lengkap. Kekurangannya sih cuma satu, lokasinya dari pinggir jalan agak jauh dan kalopun mau jalan kaki, mesti jalan nanjak. Mana mesti bawa banyak barang kan, ga mungkin. Mereka sebenernya nyediain satu mobil shuttle yang kita pake buat nransfer orang dari bus yang diparkir di RM Sukahati di Jalan Raya Lembang Subang. Tapi itu aja udah ngabisin waktu satu jam sendiri.

Menurut jadwal yang udah kita susun, hari pertama kita bakalan ke Floating Market dan hari kedua kita bakal ke Farmhouse. Tapi sayang, kita sampe Lembang jam 2 pas hujan mulai turun. Karena cukup deras, akhirnya kita mutusin buat langsung ke villa aja. Jadwal ke Floating Market dipindah ke hari kedua dengan opsi ke Farmhouse setelahnya kalo masih ada waktu.

DSCF8967 (1280x855)

Bus kita diparkir di lokasi yang berbeda dengan tempat parkir mobil, jadinya kita masuk dari pintu masuk yang berbeda juga. Kedua pintu masuk ini bisa dibilang saling berseberangan. Dari pintu masuk ini ada petugas yang ngecek tiket kita. Kita terus bakal ngelewatin kolam renang yang selain menyediakan kolam untuk pengunjung umum juga memiliki kolam khusus untuk muslimah. Terus ada juga wahana taman yang masih baru, Rainbow Garden. Tiket masuk kolam renang 50 ribu rupiah sementara tiket masuk Rainbow Garden 10 ribu rupiah.

DSCF8854 (1280x854)

Nah, untuk melakukan berbagai transaksi di Floating Market ini bisa dikatakan mesti menggunakan mata uangnya mereka, yaitu koin berwarna-warni kayak pin yang bisa “dibeli” di kios-kios penukaran seperti ini yang tersebar di beberapa tempat. Pecahannya masih sama kayak duit beneran, mulai dari 5 ribu perak sampe 50 puluh ribu. Sayangnya, koin yang udah kita beli ga bisa ditukerin lagi jadi duit beneran. Jadi kamu mendingan beli koinnya dalam jumlah yang sedikit, kalo kurang tinggal beli lagi aja. Oiya, karena akhir-akhir ini Lembang sering hujan kalo lewat jam 1 siang, kamu juga bisa nyewa jas hujan di kios ini, 10 ribu doang. Tapi mungkin lebih baik kalo kamu sedia payung sebelum hujan, dalam artian sebenarnya.

DSCF8860 (1280x855)

Di sisi barat di mana saya masuk ini ada arena permainan anak. Ada taman kelinci di mana anak-anak bisa memberi makan wortel, wahana melukis keramik berbentuk hewan yang lucu-lucu, flying fox, becak mini, boat carrousel, pancingan magnet (iya, kayak yang ada di Taman Lalu Lintas gitu), dan wahana permainan mobil remote control. Tapi perlu diinget ya, walau tiket masuknya murah meriah, cuma 20 ribu seorang, untuk bermain di wahana-wahana di dalem sini kita mesti merogoh kocek lebih lagi.

DSCF8872 (1280x853)

Di area Kampung Leuit, bahasa Sunda yang artinya kampung lumbung pagi, terdapat sawah-sawahan yang menyenangkan buat diliat. Lengkap dengan rumah-rumah tradisional khas Sunda yang konstruksinya terbuat dari kombinasi kayu dan bambu, beratapkan ijuk, daun bambu, atau genteng tanah liat. Buat pengunjung muslim, di sini ada tajug alias surau kecil untuk melaksanakan ibadah shalat.

DSCF3438 (1280x853)

DSCF8899 (1280x855)

Karena emang si Harfin udah laper banget, abis shalat kita langsung ciao ke area yang bisa dibilang dari sinilah Floating Market memperoleh namanya. Sebuah danau berbentuk segi empat yang di sekelilingnya mengapung perahu-perahu berukuran kecil yang digunakan sebagai kios. Ada macem-macem kuliner yang dijual, mulai dari yang khas dan tradisional kayak batagor, sate Maranggi, colenak, tutut (escargot-nya orang Sunda nih), rujak, bakmi, kupat tahu, hingga yang modern kayak twist & curly potato, jus-jusan, dan pizza dengan variasi harga mulai dari 10 ribu sampe 35 ribuan. Selain itu, di sini juga ada wahana air yang bisa dicoba oleh para pengunjung. Ada sepeda air, sampan, kano, paddle boat, dan kereta air. Di sebelah selatan area kuliner, ada arena wahana outbond kayak flying fox, base jump, fun climbing, gibbon walk, spider net, dan vertical walk.

DSCF8885 (1280x853)

DSCF8896 (1280x855)

Tiket masuk bisa ditukerin dengan wlcome drink. Lokasi penukarannya ada di area pasar terapung ini. Pilihannya ada Milo, coffee latte, chocolatte, lemon tea, dan orange. Karena minumnya udah gratis, berarti kita tinggal beli makannya aja nih. Harfin keliatannya udah ngiler banget ama pisang coklat keju yang dijual di sini. Saya lalu beli batagor ama ulen bakar, Reinhardt beli singkong keju, dan Alda beli pisang keju karamel.

DSCF8926 (1280x855)

Area kecil yang entah apa namanya ini, saya sebut aja stone garden, merupakan salah satu bagian Floating Market yang paling awal ada. Stone garden yang berisi bebatuan beraneka tipe, bentuk, dan corak ini mengingatkan saya pada Taman Sunyaragi di Cirebon.

DSCF8918 (1280x853)

Buat pengunjung yang ingin merasakan suasana di Jepang, apalagi udah cocok banget kan hawanya sejuk kayak di negara sub tropis itu, mereka bisa nyewa kostum Jepang seharga 55 atau 75 ribu di wahana Kyotoku @Floating Market yang emang didesain ala Jepang-Jepangan. Kebanyakan penyewanya adalah pengunjung-pengunjung cewek yang doyan foto narsis.

DSCF8931 (1280x853)

Masih di deket Kyotoku, para penyayang binatang bisa memberi makan ikan dan angsa dengan pakan yang dijual seharga 5 ribu rupiah. Anak-anak pasti seneng banget deh. Saya ngeliat ikan masnya ada banyak banget dan begitu dipancing dengan makanan, mulut-mulutnya langsung menyembul dan berebut minta dikasih makan.

DSCF8938 (1280x853)

Dari area Kyotoku kita jalan lagi mengelilingi danau. Di sebelah utara ada deretan rumah-rumah kayu yang menjual berbagai macam barang. Ada rumah baju, rumah boneka, rumah batik, rumah souvenir, dan rumah oleh-oleh makanan. Mau beli oleh-oleh? Tentunya di sinilah tempatnya. Harga? Hmm, yaaa, menyesuaikan lah yaa, namanya juga tempat wisata, hehehe.

DSCF8945 (1280x853)

DSCF8965 (1280x855)

DSCF3469 (1280x853)

Perjalanan saya di sini diakhiri dengan memasuki arena miniatur kereta api. Duh, sejak awal dateng ke Floating Market ini saya udah ngidam banget pengen masuk sini. Dan ternyata, saya ga nyesel deh. Hanya dengan tiket masuk seharga 15 ribu rupiah, saya bisa menikmati miniatur kereta api yang keren banget. Tentunya lengkap dengan miniatur rumah, restoran berputar, SPBU, taman ria, masjid, kendaraan, pedagang kaki lima, dan lain-lain. Bahkan ada miniatur observatorium Bosscha juga lho. Selain itu, rupanya si pembuat miniatur punya sense of humor yang tinggi. Saya ngeliat ada dua mobil yang mengalami kecelakaan, ada rombongan pembawa keranda jenazah, bahkan ada juga orang yang lagi bungee jumping di jembatan kereta.

Jam Buka
Senin-Kamis 09.00-19.00
Jumat, Sabtu 09.00-20.00
Minggu, Libur Nasional 08.00-20.00

Tiket Masuk
Umum (termasuk welcome drink) IDR 20K
tidak termasuk tiket masuk wahana-wahana

 

Floating Market
Jalan Grand Hotel Lembang No. 33E Lembang
Click for Google Maps

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s