Nostalgia Makan Soto Sadang (Purwakarta)

Soto Sadang adalah salah satu makanan favorit saya waktu kecil. Keluarga saya yang tinggal di Bandung, kerap melakukan perjalanan ke Jakarta. Maklum, waktu itu keluarga besar baik dari pihak mamah dan dari pihak papah justru banyak bertebaran di Jakarta. Kakek dan nenek dari pihak mamah tinggal di rumah anaknya yang sukses di daerah Kalimalang. Saya sering sekali menghabiskan liburan sekolah di sana. Saat lebaran pun kita berkumpul di rumahnya yang besar itu. Saat itu, belum ada jalan tol Cipularang yang sekarang jadi urat nadi transportasi Jakarta dan Bandung. Waktu itu kita masih melakukan perjalanan melewati jalan raya provinsi yang melewati kota Padalarang, Purwakarta, Karawang, kemudian Bekasi. Nah, karena ramainya jalan ini, ga heran kalo kemudian di sepanjang jalan itu banyak bertebaran kuliner-kuliner legendaris yang sebagian justru mati karena adanya jalan tol. Salah satunya yang masih bisa bertahan adalah Soto Sadang ini.

DSCF9967 (1280x854)

Soto Sadang ini dirintis sejak tahun 1970an oleh sepasang suami istri, Bapak dan Ibu Karta. Sebagai karyawan PT KAI, tentunya penghasilan Pak Karta saat itu tidak bisa mencukupi kebutuhan kehidupan keluarganya yang dikaruniai 14 orang anak. Ia dan istrinya lalu memutar otak dengan membuka rumah makan sederhana di samping rumah dinasnya di tepi rel kereta, deket dengan Stasiun Sadang. Lokasi yang asli ini nanti akan saya bahas. Semenjak kepergian kedua mendiang orang tua, para anaknya kemudian meneruskan usaha ini dan mulai membuka cabang di berbagai lokasi. Ada yang membuka di rest area jalan tol hingga ada juga yang mencoba peruntungan dengan membuka cabang di Bandung.

DSCF9966 (1280x855)

Jadi, Soto Sadang yang banyak kita temui itu semua udah usaha yang diterusin anak-anaknya. Yang mana yang masih asli? Ah, itu pertanyaan yang sulit dijawab. Mendingan kita coba aja ya. Salah satu “cabang” Soto Sadang ada di Jalan Raya Veteran, sekitar 2 km dari gerbang tol Sadang atau 4.5 km dari kota Purwakarta. Ruangannya tidak terlalu besar dan bentuknya hanya kotak sederhana aja.

DSCF9962 (1280x855)

Soto yang tersedia di sini ada soto ayam, soto daging, dan soto jeroan dengan pilihan kuahnya bisa pake kuah bening atau kuah santan. Lho, terus yang mana yang jadi ciri khas Soto Sadang? Pertanyaan yang bagus. Catet nih, Soto Sadang yang asli menggunakan daging ayam dengan kuah yang bening. Menu soto dengan kuah santan sebenernya inovasi dari Bu Karta yang berasal dari Bogor. Dia ingin membuat varian soto berkuah santan yang mirip soto kuning namun dengan bumbu yang lebih ringan. Tapi sejauh saya bisa mengingat, sewaktu dulu masih kecil sih rasanya selalu beli soto ayam kuah bening deh, ga pernah yang lain.

DSCF9974 (1280x855)

Sebenernya penggemar soto ini adalah papah saya, keluarga mah ngikut aja ke mana dia ngajak makan kan. Papah yang dulu kerja di Bank Jabar sering dinas di daerah ini sehingga selain bareng ama keluarga, sering juga mampir ke sini sama koleganya. Favorit papah tentunya soto ayam kampung dengan kuah bening. Kebanyakan soto ayam yang kita temuin kan kalo ngga soto Lamongan ya soto Madura. Itupun kuahnya berwarna kuning. Kuah kaldu ayam Soto Sadang memiliki ciri khas terasa agak sepet dengan banyak irisan daun bawang yang kalo dikombinasikan dengan nasi terasa sangat nikmat dan bikin pengen nyuap terus. Daging ayam kampungnya sendiri udah digoreng sebelumnya lalu disuwir-suwir. Kerupuknya menggunakan kerupuk emping sehingga makin maknyus.

DSCF9976 (1280x855)

Walau saya juga fans kuah bening, tapi demi keperluan review saya mencoba memesan menu yang berbeda, yaitu soto campur dengan kuah santan. Hmm, ternyata emang bener kalo kuah santannya ga terlalu pekat, ga kaya soto Betawi atau sop kaki kambing gitu misalnya. Soto campur ini isinya semua jeroan yang tadi ada di menu, ada babat, kikil, plus daging sapi dan daging ayamnya juga.

Soto Ayam Kampung Bening IDR 35K
Soto Campur Santan IDR 40K

 

RM Soto Sadang
Jalan Veteran No. 12 Purwakarta
Click for Google Maps

 

Karena penasaran dengan lokasi Soto Sadang yang asli, yang ada di samping jalur kereta yang dulu sering kita mampirin, akhirnya kita ke sana lagi deh. Soto Sadang yang dikelola oleh adiknya pemilik Soto Sadang yang tadi ini hanya berjarak 1 kilometer saja. Walau lokasinya juga strategis berada di tepi jalan raya provinsi, namun semenjak pembangunan jembatan layang yang melewati jalur kereta pada tahun 1990an, posisi rumah makan jadi berada di bawah jalan, sehingga ga terlalu keliatan dari tepi jalan raya.

DSCF9982 (1280x854)

DSCF9981 (1280x854)

Dibanding warung Soto Sadang yang tadi, di sini ruangannya lebih ga terawat. Sangat disayangkan kalo kemudian tempat ini malah jadi tutup. Tapi, sebenernya sih saya bukan tipe orang yang mengedepankan sentimen nostalgia. Kalopun ternyata lokasi tempat ini udah ga bagus lagi secara bisnis, lebih baik pindah. Daripada mati pelan-pelan, iya kan? Untungnya pengelola rumah makan yang diajak ngobrol oleh papah saya berkata bahwa dia baru aja membuka cabang di sebuah rest area yang kecil. Saya lupa dia bilang di rest area KM berapa.

DSCF9979 (854x1280)
Secara garis besar menunya sama aja

DSCF9987 (1280x854)

Saya lalu memesan seporsi soto ayam dengan kuah bening tanpa nasi hanya dengan tujuan untuk membandingkan rasanya. Mengenai komposisi, sepertinya ga perlu dijelasin lagi karena sama aja. Tapi dari segi rasa, hmmm, saya mesti bilang kalo soto ayam yang ini rasanya lebih enak deh. Ayam goreng suwirnya terasa lebih gurih, kuahnya juga terasa sedikit lebih sepet daripada kuah yang tadi, namun justru menurut saya yang ini sepetnya lebih pas. Saya mulai menyesal kenapa tadi ga ke sini dulu aja dan makan pake nasi di sini. Kalo enak gini kan saya jadi pengen makan sotonya pake nasi, hehehe.

Soto Ayam Bening IDR 35K

 

RM Soto Sadang Purwakarta
Jalan Veteran, samping Jembatan KA, Purwakarta
Click for Google Maps

Iklan

Satu pemikiran pada “Nostalgia Makan Soto Sadang (Purwakarta)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s