Belajar Membatik di Museum Tekstil (Jakarta)

Hingga pertengahan tahun 1970-an, terlihat jelas penurunan dalam pemakaian kain tradisional, pemahaman mengenai penggunaannya, serta kuantitas dan kualitas produksinya. Hal ini mendorong sekelompok warga terkemuka Jakarta untuk menyumbangkan 500 lembar kain bermutu tinggi yang dikumpulkan dari koleksi mereka. Pemerintah Jakarta melalui gubernurnya saat itu, Ali Sadikin, menanggapinya dengan mendirikan Museum Tekstil di sebuah gedung kuno cantik yang terletak di bilangan Tanah Abang.

DSCF6961 (1280x854)

DSCF6962 (1280x853)

Dibangun pada awal abad ke-19, gedung Museum Tekstil yang telah beberapa kali berganti kepemilikan ini awalnya sebagai Landhuis (villa) milik warga Perancis yang tinggal di Batavia dan pernah menjadi Markas Besar Barisan Kemanan Rakyat (BKR) saat Jakarta sedang diliputi semangat juang merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Gedung yang dhiasi pilar-pilar bergaya Tuscan ini diresmikan sebagai Museum Tekstil pada tanggal 28 Juni 1976 oleh Ibu Tien Soeharto.

DSCF6980 (1280x854)

Ruang pamer museum digunakan untuk memamerkan koleksi tekstil Indonesia, koleksi para desainer, maupun sumbangan dari para pecinta tekstil. Pengunjung dapat melihat dan mengeksplorasi koleksi secara lebih dekat dan menemukan keindahan pesonanya. Koleksi museum terdiri atas koleksi kain batik, koleksi kain tenun, koleksi campuran, koleksi peralatan, serta koleksi busana dan tekstil kontemporer.

DSCF6971 (1280x854)
Kreasi kain batik dipadukan dengan busana modern
DSCF6981 (1280x853)
Kain panjang (untuk bawahan) bermotif Jawa Hokokai dari Pekalongan
DSCF6993 (1280x854)
Koleksi sarung bermotif batik dengan beragam corak dan warna
DSCF6985 (853x1280)
Lantai museum masih menggunakan ubin antik asli yang kini sudah tidak diproduksi lagi

Pada saat saya berkunjung, di ruang pameran tetap sedang diadakan Pameran Batik Pesisir yang memamerkan koleksi batik dari berbagai daerah seperti Garut, Cirebon, Indramayu, Pekalongan, Lasem dan Madura. Batik pesisir memiliki corak yang unik karena berpadu dengan kebudayaan dan kesenian dari luar seperti Cina dan India di mana coraknya bersifat naturalis dengan warna yang lebih beraneka ragam.

DSCF7035 (1280x853)

Taman seluas 2000 meter persegi yang terletak di belakang gedung utama ini berfungsi untuk melestarikan dan mengenalkan tanaman-tanaman dan pohon-pohon yang dapat digunakan sebagai bahan baku pewarna alami kepada pengunjung museum umumnya dan para pecinta tekstil khususnya. Di sekelilingnya terdapat bangunan yang digunakan sebagai kantor, ruang rapat, pusat penelitian, pelestarian, dokumentasi, serta penyimpanan koleksi.

DSCF7034 (1280x855)

DSCF6998 (1280x853)

Galeri Batik yang menampilkan sejumlah batik kuno dan batik perkembangan dari masa ke masa ini merupakan embrio dari Museum Batik Nasional yang ada di Pekalongan. Galeri ini diresmikan pada tanggal 2 Oktober 2010 dalam rangka meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap batik Indonesia yang baru saja dianugerahi predikat Intangible Cultural Heritage oleh Unesco pada tanggal 20 September 2009. Inget kan waktu itu sempet ada ribut-ribut gara-gara beberapa budaya kita yang diklaim milik Malaysia? Nah, galeri ini bisa dibilang buntut dari persitiwa itu.

DSCF7003 (1280x854)
Kiri atas : kain panjang bermotif parang liris dari Banyumas, kanan atas : Kain panjang bermotif sekar jagad dari Cirebon, bawah : kain panjang bermotif sawat penantin dari Cirebon
DSCF7008 (1280x854)
Berbagai motif cap batik
DSCF7010 (1280x853)
Dari kiri ke kanan ada Wayang Golek Panji, kain panjang kepala dua sisi, dan kain panjang pagi sore
DSCF7015 (1280x853)
Batik Basurek dari Bengkulu

Sekitar 100 helai kain batik dari seluruh penjuru Indonesia, termasuk dari luar pulau Jawa juga ada lho, dipamerkan di sini, termasuk peralatannya, keterangan mengenai proses membatik dan contoh-contoh pewarna alami. Koleksi batik yang ada di sini dimiliki dan dikelola oleh Yayasan Batik Indonesia.

DSCF7020 (1280x855)

Setelah melihat-lihat koleksi batik, pengunjung dapat melihat-lihat dan memborong cinderamata yang dapat dijadikan busana dan aksesorisnya. Sekeluarga bule yang berkunjung tampak sedang melihat-lihat produk yang dijual di sana tapi ternyata mereka tidak membeli apa-apa.

DSCF7033 (1280x853)

DSCF7026 (1280x853)

Di area belakang museum terdapat sebuah bangunan bergaya arsitektur Betawi kuno yang disebut Pendopo Batik. Tempat ini berfungsi sebagai tempat workshop yang telah dilengkapi dengan segala peralatan yang dibutuhkan untuk membuat batik. Pengunjung dapat mencoba mendesain batiknya sendiri, memberikan lapisan lilin, serta melakukan proses pewarnaan dengan didampingi oleh petugas museum.

DSCF7031 (1280x854)

Jam Buka
Selasa-Minggu 09.00-15.00
Senin dan Hari Libur Nasional TUTUP

Tiket Masuk
Dewasa IDR 2K
Anak-Anak IDR 1K

 

Museum Tekstil
http://museumtekstiljakarta.com/
Jalan Aipda K.S. Tubun No. 2-4, Tanah Abang, Jakarta Barat
Click for Google Maps

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s