Di Sini Naskah Proklamasi Kita Dirumuskan, Museum Perumusan Naskah Proklamasi (Jakarta)

Gedung bergaya art deco yang menyimpan kisah dua hari menjelang proklamasi kemerdekaan ini didirikan sekitar tahun 1920 dengan arsiteknya J.F.L. Blankenberg. Pada tahun 1931, gedung ini dimiliki oeh PT Asuransi Jiwasraya. Ketika pecah Perang Pasifik, gedung ini digunakan oleh British Consul General. Pada masa pendudukan Jepang, fungsinya beralih menjadi tempat kediaman Laksamana Muda Tadashi Maeda, Kepala Kantor Penghubung antara Angkatan Laut dengan Angkatan Darat Jepang. Pasca nasionalisasi terhadap milik bangsa asing, gedung ini diserahkan kepada Departemen Keuangan dengan pengelolaannya dilakukan oleh PT Asuransi Jiwasraya. Barulah pada tahun 1984, mengingat pentingnya peristiwa bersejarah yang pernah terjadi di sini, gedung ini direncanakan untuk dialihfungsikan sebagai museum. Museum ini kemudian diresmikan pada tahun 1992.

DSCF6726 (1280x853)

Pada saat saya tiba di sana, sama sekali tidak tampak pengunjung lain. Saya lalu memarkirkan motor saya di samping kanan bangunan. Saya lalu membayar tiket yang terhitung murah pake banget, cuma seharga biaya parkir motor, 2 ribu rupiah aja. Bahkan kalo bawa anak kecil cuma bayar seribu doang.

DSCF6661 (1280x855)

Tidak lama setelah saya tiba, ada satu orang lain yang juga dateng ke sana. Gayanya santai banget, pake kaos polo, celana safari pendek, dan sepatu kets. Petugas mueseum lalu mengarahkan kami untuk menonton film dokumenter pendek, sekitar 15 menit, di ruangan bekas dapur. Film ini menceritakan peristiwa-peristiwa yang terjadi menjelang proklamasi, yaitu konflik Perand Dunia II, kekalahan Jepang yang dipicu oleh bom atom, pertemuan Bung Karno dan Bung Hatta dengan Jenderal Terauchi di Dalat, Vietnam Selatan, serta penculikan Rengasdengklok.

DSCF6665 (1280x853)

Pada tanggal 16 Agustus 1945, Bung Karno, Bung Hatta, dan Ahmad Soebardjo diterima oleh Laksamana Muda Tadashi Maeda di kediamannya pada pukul 10 malam sepulang dari Rengasdengklok. Ditemani Maeda dan Miyoshi Sunkichiro (Juru Bicara Angkatan Darat Jepang), mereka bertemu dengan Mayjen Nishimura Otoshi yang menjelaskan bahwa Jepang tidak bisa membantu persiapan kemerdekaan Indonesia karena harus menjaga status quo. Akhirnya, Bung Karno, Bung Hatta, dan Ahmad Soebardjo bersikeras untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia secepatnya.

DSCF6671 (1280x853)

Menjelang dini hari pukul 3, 17 Agustus 1945, Bung Karno, Bung Hatta, dan Ahmad Soebardjo memasuki ruang makan. Bung Karno mulai mempersiapkan konsep naskah proklamasi yang dipenuhi dengan beberapa coretan sebagai tanda pertukaran pendapat di antara mereka bertiga dalam merumuskannya. Setelah selesai, naskah dibawa ke serambi untuk dibacakan di hadapan 26 tokoh yang tengah menunggu.

DSCF6681 (1280x854)

Konsep naskah proklamasi kemudian dibawa ke serambi muka. Bung Karno kemudian membacakan rumusan tersebut secara perlahan dan berulang-ulang lalu menanyakan persetujuan hadirin. Gemuruh suara menyatakan setuju. Kemudian timbul pertentangan pendapat mengenai siapa yang akan menandatangani naskah tersebut. Soekarni mengusulkan agar Soekarno dan Hatta yang menandatanganinya atas nama rakyat Indonesia.

DSCF6684 (1280x853)

Setelah disetujui hadirin, Bung Karno meminta Sayuti Melik untuk mengetik naskah proklamasi tersebut. Ditemani Burhanudin Mohamad Diah, Sayuti Melik lalu melakukan beberapa koreksi, “tempoh” menjadi “tempo”, “wakil-wakil Bangsa Indonesia” menjadi “Atas Nama Bangsa Indonesia”, dan juga dalam penulisan hari, bulan, dan tahun.

DSCF6672 (853x1280)

Setelah selesai, naskah dibawa lagi ke tempat hadirin dan ditandatangani Bung Karno dan Bung Hatta di atas piano yang terdapat di bawah tangga ruangan. Demikian rangkaian kisah sejarah yang terjadi di rumah ini, seluruhnya terjadi di lantai satu karena lantai dua merupakan tempat kediaman Maeda.

DSCF6706 (1280x853)

Saat ini lantai dua digunakan untuk memaparkan pembentukan BPUPKI dan PPKI, serba-serbi dan peristiwa menjelang dan seputar proklamasi, pembentukan kabinet pertama, usaha-usaha mempertahankan kemerdekaan melalui perjuangan bersenjata maupun diplomasi, agresi militer Belanda, Serangan Umum 1 Maret, Konferensi Meja Bundar, hingga pengakuan kedaulatan.

DSCF6722 (1280x854)

Ruangan terakhir menampilkan informasi mengenai beberapa tokoh penting yang hadir saat perumusan naskah proklamasi serta memajang barang-barang, kebanyakan berupa pakaian, yang menjadi peninggalan mereka.

Jam Buka
Selasa-Minggu 08.00-16.00
Jumat 08.0-11.30, 13.00-16.00
Senin dan Hari Libur Nasional TUTUP

Tiket Masuk
Dewasa IDR 2K
Anak-Anak IDR 1K
Turis Asing IDR 10K

 

Museum Perumusan Naskah Proklamasi
http://www.munasprok.or.id/
Jalan Imam Bonjol No. 1, Menteng, Jakarta Pusat
Click for Google Maps

museum-perumusan-naskah-proklamasi.jpg.jpg

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s