Makan di Kantin Rujak Cingur Pak Hadi (Jakarta)

Siang itu saya abis jalan-jalan dari Museum Taman Prasasti. Siang terik banget meeen. Mana saya juga belom makan dari pagi. Perut rasanya laper ga keruan. Tiba-tiba saya keingetan Kantin Rujak Cingur Pak Hadi yang ada di bilangan Menteng. Wah, boleh juga tuh ke sana. Sekalian jalannya ke searah ke kosan saya di Percetakan Negara. Saya pun meluncur dengan motor Vario kesayangan saya.

DSCF6877 (1280x853)

Setibanya di sini, saya pun memarkirkan motor di lahan parkir di depan rumah yang sebenernya trotoar. Ternyata ga rame ya. Apa mungkin karena hari Sabtu? Selain motor saya, cuma ada lima motor lainnya. Tapi kenyataannya yang ada di dalem cuma ada dua pasang sejoli. Mungkin yang lainnya motor punya karyawan. Kantinnya sendiri sangat sederhana. Di sebelah kiri teras ada gerobak yang digunakan untuk menyiapkan rujak dan pecel sementara di sebelah kanan ada gerobak yang digunakan untuk menyiapkan soto madura dan tahu telor beserta kawan-kawannya. Ruangan di dalem pun ga terlalu luas.

DSCF6881 (1280x853)

Saya lalu duduk di sebuah meja yang ga jauh dari pintu. Sengaja saya duduk menghadap jendela depan supaya pencahayaannya bagus, maklum kan mau moto makanannya. Seorang pramusaji pria menghampiri saya dan memberikan daftar menu. Di sebelah kiri ada daftar panjang makanan, mulai dari tahu campur, ayam goreng, sayur asem, soto madura, rujak cingur, sampe nasi rames. Di sebelah kanan, ada daftar panjang berbagai jenis minuman dan jus buah.

DSCF6885 (1280x853)

Sempet tergoda untuk membeli tahu campur, saya akhirnya memesan rujak cingur. Karena semua bahannya udah ada, tinggal ngulek bumbu kacang dan mengaduk sayur-sayuran, cingur, dan lontong, tidak butuh waktu lama saya menunggu pesenan saya jadi. Seperti biasa, rujak cingur memiliki aroma khas dan rasa yang sangat kuat karena menggunakan petis. Tapi justru karena itu saya suka. Tapi tentunya yang paling saya suka adalah cingurnya, lembut-lembut gimana gitu. Oya, buat kamu yang ga tau cingur itu apa, cingur itu hidungnya sapi. Tapi tenang, rasanya persis kayak kikil kok, suer!

DSCF6890 (1280x855)

Selain rujak cingur, tadinya saya mau mesen sate kambing sih, tapi walaupun rumah makannya sepi, tapi satenya udah abis. Emang sih udah jam setengah empat, tapi kan bukanya sampe jam 9 malem. Heran deh. Ya udah, akhirnya saya mesen seporsi soto sulung campur aja deh, ga pake nasi. Walaupun jeroan dan dagingnya empuk-empuk, tapi menurut rasa sotonya ga terasa spesial.

Rujak Cingur Lontong IDR 28K
Soto Sulung IDR 22K

 

Kantin Rujak Cingur Khas Surabaya Pak Hadi
Jalan K.H. Wahid Hasyim No.48, Menteng, Jakarta Pusat
Click for Google Maps

rujak-cingur-pak-hadi.jpg.jpg

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s