Buka Puasa Ayam Betutu Khas Gilimanuk (Jakarta)

Tetiba aja saya kepikiran makan ayam betutu Bali. Dalam bayangan saya, kayaknya sedap banget nih makan ayam bumbu pedes. Saya bahkan sampe sempet googling fotonya kayak apa. Bener-bener menggiurkan deh. Ya udah, saya pun pada suatu malam memutuskan untuk buka puasa ke sana. Disengajain sekalian belanja ke Tip Top juga karena lokasi cabang Ayam Betutu Khas Gilimanuk yang ada di Rawamangun ini berada beberapa ratus doang dari situ.

DSCF6746 (1280x853)

DSCF6761 (1280x853)

DSCF6758 (1280x853)

Di sini ternyata ada ruang makan semi outdoor dan indoor, di mana yang semi outdoor jauh lebih gede kapasitasnya dibanding ruang indoor. Hiasan-hiasan khas Bali kayak kain bermotif kotak-kotak berwarna hitam putih menghiasi pilar-pilar. Saya tau, lokasi ini lebih cocok buat mereka yang ingin merokok dan masih ingin mengobrol-ngobrol setelah makan. Pintu untuk masuk ke ruangan indoor yang ber-AC keren banget, berupa kayu yang penuh dengan ukiran warna-warna cerah. Di bagian belakang bangunan ada musholla berukuran sedang yang saya gunakan untuk shalat magrib setelah makan.

DSCF6765 (1280x856)

DSCF6769 (1280x853)

Jadi, rasanya kan rugi juga kalo ke sini cuma mau makan ayam betutu. Akhirnya saya pesen masakan Bali terkenal lainnya, nasi campur. Nasi campur ini isinya macem-macem, ada nasi putih yang ditaro di tengah, lalu di sekelilingnya ada berbagai macam lauk dalam porsi serba sedikit : ayam bumbu rajang, sayur urap, ayam sisit, telur bumbu Bali, sate lilit, sate tusuk, sambel matah (kehalang kedua sate), kacang, tumm ayam, sama sayur nangka. Gimana? Worth it banget ga sih? Pesen satu menu ini tapi itu udah sama dengan nyobain -menumenu lain yang ada di sini. Rasanya juga enak-enak lho. Favorit saya adalah sate lilitnya yang gurih dan ayam cincangnya yang pedes.

DSCF6767 (1280x854)

Nah, ini dia ayam betutu yang justru awalnya jadi inceran saya. Tadinya mau saya bungkus aja buat ditambul di kosan. Tapi akhirnya malah saya tambul di sini. Seporsi ayam betutu berisi ayam goreng, sambelnya, kacang tanah goreng, sambel matah, dan plecing kangkung. Yang membuat saya kecewa adalah, ternyata sambelnya ga dilumurkan ke atas ayamnya. Walaupun bisa aja saya lakuin sendiri, tapi secara penampilan jadi ga menggugah sama sekali, beda dengan yang saya googling dulu. Dengan harga 33 ribu (nasi campurnya 38 ribu), ayam goreng betutunya jadi terasa ga worth it nih. Pun rasanya ternyata biasa aja. Plecing kangkungnya juga udah ga terlalu segar.

DSCF6772 (853x1280)

Untuk minumnya, saya memesan segelas es Timun Bali yang disajikan dengan menggunakan sejenis gelas yang disebut “carafe” sehingga isinya cukup banyak. Pas buat saya yang minumnya banyak. Rasa manisnya didominasi oleh sirup rasa melon yang berwarna ijo itu. Timunnya terasa agak keras, namun mungkin memang teksturnya yang seperti itu. Berbeda halnya dengan timun suri yang lembut.

Nasi Campur IDR 38K
Ayam Betutu Goreng 1/4 Ekor IDR 33K
Es Timun IDR 15K

 

Ayam Betutu Khas Gilimanuk
Jalan Balai Pustaka Timur No. 25, Rawamangun, Jakarta Timur
Click for Google Maps

ayam-betutu-khas-gilimanuk.jpg.jpg

Daftar Menu

DSCF6748 (853x1280)

DSCF6750 (1280x855)

DSCF6751 (1280x855)

DSCF6752 (1280x854)

DSCF6753 (1280x854)

DSCF6755 (1280x855)

DSCF6756 (1280x855)

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s