Santai Sore di Abuba Steak (Jakarta)

Sebenernya saya udah beberapa kali sih ke Abuba Steak. Dulu banget, walaupun saya sempet denger namanya yang udah terkenal di Jakarta, di Bandung belom ada cabang Abuba Steak. Pas mereka akhirnya buka cabang di Bandung, di daerah Dago di samping Jalan Layang Pasupati, saya sekeluarga pergi ke sini. Beberapa tahun kemudian, saya pergi lagi ke Abuba Steak, tapi di cabang mereka yang ada di Jakarta. Waktu saya pengen nyobain makan steak wagyu yang katanya enak banget itu. Dan ini kali ketiga saya ke sini, ceritanya dalam rangka mau ngemasukin reviewnya di sini.

DSCF6734 (1280x856)

Sore itu Abuba Steak di Cabang Kelapa Gading agak lengang, mungkin karena mereka punya lantai dua sehingga banyak juga pengunjung yang memilih duduk di lantai atas yang tempatnya sebenernya lebih lega dan suasananya lebih asik, interiornya bagus deh. Di lantai yang sama juga ada musholla kecil yang cuma bisa menampung beberapa orang. Saya lalu memilih duduk di bawah aja dan tanpa menunggu lama, seorang pramusaji wanita menghampiri saya dan memberikan sebuah buku menu yang cukup tebal. Sebagian foto dari buku menu ini bisa kamu liat di bawah. Ada banyak banget pilihan menunya sehingga saya cuma foto menu-menu yang mungkin favorit aja.

DSCF6741 (1280x853)

Karena udah pernah nyobain makan Wagyunya Abuba yang perasaan biasa aja rasanya, saya kali ini ogah mesen Wagyunya lagi. Saya memilih untuk memesan steak yang lebih “murah” (relatif lho yaaa), yaitu Sirloin US dengan berat standar 200 gram. Pilihan sausnya ada black pepper atau mushroom, standar lah ya. Saya tanya mbaknya, “Bisa dua-duanya ngga?”, kayak di Joni Steak, tapi ternyata ga bisa. Ya udah, saya pilih saus mushroom seperti biasa. Ternyata sausnya langsung dituang di atas steaknya. Saya cobain potong steak pesanan saya yang tingkat kematangannya medium well ini, agak alot karena ada uratnya. Tingkat keempukannya sesuai dengan yang saya mau, tapi entah kenapa, rasanya agak asem, tapi bukan asem karena dagingnya rusak lho ya. Saya mikir, apakah karena asalnya dari US sehingga rasanya begitu?

DSCF6742 (852x1280)

Minumnya, saya nyobain yang agak aneh sekaligus tradisional, The Genjer. “The” di sini bukan typo atau auto correctnya MS Word dari kata “teh” ya, karena emang ceritanya pake nama bahasa Inggris. The Genjer merupakan campuran dari sari jeruk, jahe, daun mint dengan sedikit soda, di mana rasa jahenya terasa sangat dominan. Buat yang ga suka minumannya berampas, sebaiknya jangan memesan minuman ini. Yang berwarna putih dan panjang itu bukan sedotan ya, melainkan batang sereh.

DSCF6744 (1280x855)

Untuk penutup, walaupun sempat tergoda oleh Choco Volcano, tapi kayaknya itu mah udah pasaran. Saya akhirnya mesen Bread Pudding karena membayangkan Umm Ali. Umm Ali itu kan sebenernya puding roti. Tapi bayangan saya buyar ketika bread puddingnya sampe dan saya cobain. Bread puddingnya enak sih, tapi ya ga lunak dan basah kayak Umm Ali. Ada es krim vanilanya, bikin bread puddingnya makin enak. Yang aneh, saya malah ga liat adanya saus karamel kayak yang ditulis di menu.

Sirloin US IDR 115K
Bread Pudding IDR 25K
The Genjer IDR 31K

 

Abuba Steak
http://www.abuba.co.id/
Jalan Boulevard Raya Blok F/Y 1, Kelapa Gading, Jakarta Utara
Click for Google Maps

abuba-steak.jpg.jpg

 

Sebagian Daftar Menu

DSCF6733 (1280x854)

DSCF6735 (1280x854)

DSCF6736 (1280x855)

DSCF6737 (1280x853)

DSCF6738 (1280x853)

DSCF6739 (1280x853)

DSCF6732 (1280x853)

DSCF6740 (1280x853)

Iklan

Satu pemikiran pada “Santai Sore di Abuba Steak (Jakarta)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s