Monumen Proklamasi, Saksi Bisu Kemerdekaan Indonesia (Jakarta)

Hari Jumat, tanggal 17 Agustus 1945, adalah hari yang akan selalu diperingati oleh seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Bahkan, selain terjadi tepat pada hari yang diagungkan oleh umat Islam, proklamasi kemerdekaan Indonesia pun terjadi pada bulan puasa, tepatnya tanggal 9 Ramadhan 1364 H.

DSCF6021 (2560x762)

Hari itu, tadinya saya sama sekali ga kepikiran buat berkunjung ke sini. Tapi karena untuk menuju ke Sasmitaloka Ahmad Yani dari kosan saya pasti melewati tempat ini, akhirnya saya mutusin mampir. Untung hari itu juga cuacanya cerah, saya ga mesti berburu dengan waktu. Saya pun memarkirkan motor di depan pintu masuk kecil di samping kanan pintu gerbang utama yang tidak dibuka. Di sekeliling area Monumen Proklamasi memang dikelilingi pagar yang cukup tinggi dan pintu masuk pengunjung hanya ada di sini. Di atas pintu tertulis waktu berkunjung dari jam 5 pagi hingga jam 9 malem. Walaupun saya ga yakin pintunya dibuka sepagi dan semalam itu. Dan karena ini taman umum, kita tidak dipungut biaya sama sekali.

DSCF6008 (853x1280)

DSCF6007 (1280x853)

DSCF6005 (1280x853)

Menghadap sebuah plaza luas dengan ubin-ubin berwarna merah adalah monumen kedua proklamator kita dalam posisi tubuh yang sama persis dengan foto yang sudah sering kita lihat di buku sejarah. Patung Soekarno berdiri di sebelah kiri, ceritanya sedang memegang teks naskah proklamasi, sementara patung sahabatnya, Hatta, berdiri di sebelah kanan. Di antara mereka terdapat tiruan naskah proklamasi berukuran besar yang terbuat dari marmer hitam. Di belakangnya, terdapat 17 pilar marmer menyerupai sirip yang menggambarkan tanggal kemerdekaan. Sirip terpanjang yang berada di tengah memiliki tinggi 8 meter yang berarti bulan kedelapan. Sementara 45 pundak-pundak yang terletak di antara sirip-sirip mewakili simbol tahun 1945.

DSCF6017 (1280x853)

Di sebelah kanan plaza, atau di sebelah barat, ada sebuah Tugu Petir yang tinggi menjulang dengan hiasan berbentuk petir di puncaknya. Tepat di lokasi inilah dahulu terdapat rumah kediaman Soekarno yang dijadikan sebagai tempat prosesi pembacaan proklamasi ini dilangsungkan. Sayangnya, rumah yang dikenal orang dengan sebutan Gedung Proklamasi ini justru dihancurkan untuk digantikan tugu ini.

DSCF6004 (853x1280)

Simbol petir sendiri konon dipilih karena kemerdekaan Indonesia berlangsung sangat cepat dan mendadak ibarat petir. Orang fisika pasti akan protes dengan penamaan ini, karena yang bener mestinya kilat. Sementara itu , sekitar 50 meter di belakang tugu terdapat sebuah gedung yang menandai dimulainya pelaksanaan “Pembangunan Nasional Semesta Berencana”, di Google Mapd bernama Gedung Perintis Kemerdekaan. Entah sekarang bangunan ini digunakan untuk apa.

DSCF6012 (855x1280)

Di sebelah kiri plaza, atau di sebelah timur, terdapat tugu lebih kecil yang menyerupai obelisk. Tugu ini merupakan Tugu Peringatan Satu Tahun Republik Indonesia yang didirikan “Atas usaha kaum wanita Jakarta.” Di baliknya terdapat salinan teks naskah proklamasi dan peta Indonesia yang terpahat di atas dua bidang marmer yang terpisah. Uniknya, Papua dan Timor-Timur digambarkan pada peta ini sehingga saya pikir mungkin kedua marmer itu ditambahkan jauh setelah tugu ini berdiri.

DSCF6011 (1280x853)

DSCF6014 (1280x855)

Area di sekeliling monumen dipenuhi dengan pepohonan rindang dan rumput yang hijau cukup terawat. Berbeda sekali dengan keadaannya beberapa tahun lalu yang tidak terlalu terawat. Bahkan sekarang ada arena jalan refleksi juga, walaupun tidak terlalu panjang. Tidak heran jika banyak juga masyarakat yang sering berkunjung ke sini, biasanya pada pagi atau sore hari. Saat itu saya melihat sedang ada sekelompok remaja penerus bangsa yang giat berlatih pencak silat bersama dengan seorang guru.

Jam Buka
Setiap Hari 05.00-21.00

Tiket Masuk
GRATIS

 

Monumen Proklamasi
Jalan Proklamasi, Pegangsaan, Jakarta Pusat
Click for Google Maps

monumen-proklamasi.jpg.jpg

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s