Pemecah Ombak Pantai Glagah (Bantul)

Abis dari Gudeg Manggar Bu Jumilan, kita sebenernya udah ga ada rencana apa-apa lagi selain langsung cus ke Bandung. Tapi eh, sama kayak waktu kemaren kita ke Gua Selarong, pas di jalan mau balik eh tiba-tiba kita ngeliat papan petunjuk menuju ke pantai ini. Ga direncanakan sama sekali. Sempet galau, akhirnya kita memutuskan untuk pergi ke sini. Dari jalan raya, jaraknya ga terlalu jauh. Seperti biasa ada tiket masuk, 5 ribu rupiah per orang.

DSCF5416 (1280x853)

Pas udah masuk, mungkin kamu bakal melihat beberapa papan petunjuk lokasi parkir. Sebenernya ga ada tempat parkir yang resmi, jadi kamu bisa parkir di mana aja. Kita akhirnya parkir di lokasi parkir yang agak luas di deket pasar. Pantainya sendiri masih agak jauh dari situ. Mesti jalan dulu mungkin sekitar seratusan meter. Di kanan kiri terdapat kios-kios yang kebanyakan tutup. Maklum, mungkin karena waktu itu bukan weekend, jadinya ya ga rame kayak hari biasanya.

DSCF5425 (1280x854)

Di antara kios-kios yang buka, ada banyak kios yang menjual cemilan-cemilan kayak gini nih. Ada udang goreng tepung, lalu sejenis ikan yang juga digoreng tepung, dan satu lagi yang saya pikir itu kepiting goreng. Emang bentuknya mirip banget kayak kepiting-kepiting kecil. Tapi ternyata, itu bukan terbuat dari kepiting melainkan undur-undur laut. Saya belom pernah denger dan liat kayak apa bentuk undur-undur laut. Apalagi ngeliat dia dijual sebagai cemilan. Tapi rupanya di daerah pesisir selatan Jawa Tengah dan Jawa Timur, undur-undur laut merupakan cemilan yang banyak dijual. Rasanya? Walau agak geli karena kakinya yang banyak, saya sempet nyobain dan rasanya krenyes-krenyes karena emang undur-undur laut ini punya kerangka luar yang lunak kayak udang. Dagingnya sendiri bisa dibilang mirip kayak kepiting. Dare to try?

DSCF5420 (1280x853)

2017-01-28 23_53_53-

Semakin deket ke pantai, banyak kolam renang kecil-kecilan yang disewakan dengan biaya 5 ribu rupiah. Loh, ngapain ada kolam renang di pinggir pantai? Iya, soalnya ada larangan berenang di sini, sama kayak di kebanyakan pantai selatan Jogja lainnya. Ombaknya besar dan mampu menyeret siapapun yang berenang di sana sehingga sangat berbahaya. Dan selain besar, di sini ombaknya cukup abrasif. Selain berenang, pengunjung juga bisa menaiki perahu bebek yang dikayuh atau perahu wisata berkapasitas 14 orang dengan tarif 5 ribu per orang. Perahu wisata ini memutari laguna air tenang yang terpisah dari laut . Lokasinya ada di belakang pepohonan yang kamu liat di foto di atas.

DSCF5421 (1280x853)

Itulah sebabnya di sini ada banyak banget balok-balok beton berbentuk segitiga (lebih tepatnya sih tetrahedral) yang berfungsi untuk memecah ombak yang keras ini. Kalo ga ada mereka, lama-lama pantainya bisa habis dan semakin mundur ke arah daratan. Sebenernya mungkin biasa aja sih, tapi ternyata ada aja Instagramers yang bisa bikin foto menarik di sini. Makanya pantai ini jadi cukup terkenal gara-gara ada pemecah ombak ini. Tapi sayangnya saya terlalu males buat berjalan ke ujung sana. Siang itu panas banget meeen. Mana saya pake baju item pula. Tapi kedua adik saya ke sana dan bisa nemuin angle yang bagus buat berfoto-foto. Agak nyesel juga sih jadinya ga maksain diri ke sana, hehehe..

 

Pantai Glagah
Glagah, Temon, Kulon Progo, Jogja
Click for Google Maps

pantai-glagah.jpg.jpg

Iklan

Satu pemikiran pada “Pemecah Ombak Pantai Glagah (Bantul)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s