Napak Tilas Perjuangan Pangeran Diponegoro di Gua Selarong (Bantul)

Kalo pas ngedenger nama gua ini lalu otak kamu langsung mengasosiasikannya dengan Laron atau Nyi Blorong, kamu salah besar. Gua ini ga ada kaitannya sama sekali dengan dua hal itu. Gua Selarong ini adalah obyek wisata yang, lagi-lagi, berada di Bantul. Tadinya kita sekeluarga sama sekali ga ada rencana buat dateng ke sini. Tapi gara-gara pas mau ke Curug Pulosari tadi sempet ngeliat papan petunjuknya, ya udah deh sekalian aja dimampirin. Lagian, masih ada cukup waktu juga sebelom jadwal tempat berikutnya yang mau kita datengin.

Dari Curug Pulosari, penunjuk arah yang dikasih Google Maps ngaco karena jalur yang dikasih ga lewat pintu gerbang. Saran saya sih, coba liat Google Maps kamu dan cari Jalan Gua Selarong terus masuk ke jalan yang mengarah ke marker Gua Selarong. Di samping pintu gerbang terdapat patung ikonik Pangeran Diponegoro yang sedang menunggangi seekor kuda sambil mengacungkan kerisnya.

DSCF5283 (1280x855)

Sebelom memasuki tempat parkir kita diharuskan membayar tiket masuk obyek wisata. Padahal, papah ama mamah sama sekali ga berniat naik sampe ke guanya. Tiket masuknya sih cuma 4 rebu. Tapi kan lumayan juga. Di sekitar lahan parkir ada beberapa warung yang saat itu sepi banget karena emang bukan weekend atau hari libur nasional. Dari tempat parkir ini kita jalan lagi sekitar 100 meter ke kaki bukit di mana gua berada. Dari sini, jalan cukup mendaki dengan tingkat kemiringan yang lumayan terjal. Mamah saya akhirnya nunggu aja di bawah di deket playground yang menyediakan permainan anak ala TK.

DSCF5293 (1280x853)

Izinkan saya sedikit membahas sejarah gua ini yang saya copy paste edit dari papan keterangan di sana, hehehe. Gua yang terbentuk di perbukitan batu padas ini digunakan sebagai markas gerilya Pangeran Diponegoro dalam perang yang berlangsung dari 1825 hingga 1830 melawan tentara Hindia Belanda. Gua Selarong secara diam-diam udah dipersiapkan buat dijadiin markas besar oleh Pangeran Diponegoro. Ia beserta keluarga dan pasukannya pindah ke sini setelah rumahnya di Tegalrejo diserang dan dibakar oleh Belanda. Gua ini pun sempet diserbu oleh pasukan Belanda namun kosong karena Pangeran Diponegoro dan pasukannya telah meninggalkannya.

DSCF5291 (2560x597)

Walau sempet bingung, saya menyimpulkan bahwa tidak ada yang namanya Gua Selarong. Bingung? Iya, soalnya pas kita ke sini, cuma ada dua buah gua. Satu buah gua ada di sebelah kanan dari tangga, bernama Gua Putri. Sementara satu gua lagi yang ada di sebelah kiri tangga, dinamai Gua Kakung. Terus, mana Gua Selarongnya? Tampaknya Gua Selarong itu menandai keseluruhan tempat persembunyian Pangeran Diponegoro itu sendiri. Lalu, dari mana asal nama Selarong? Dari situs Wikipedia diinformasikan bahwa Selarong adalah nama sebuah desa strategis yang terletak di kaki bukit kapur, berjarak sekitar enam pal (sekitar 9 km) dari kota Yogyakarta. Sayangnya pas saya coba Googling, saya ga berhasil menemukan lokasi desa ini.

Saya juga sempet naik ke gardu pandang dari jalan setapak kecil yang pintun masuknya ada di hadapan Gua Putri. Sayangnya pemandangan dari sini agak terhalang oleh dahan pepohonan. Pun pemandangannya ga spesial sama sekali.

DSCF5295 (874x1280)

Kalo telinga kamu jeli, kamu bakalan ngedenger bunyi air terjun yang cukup deras. Pendengaran kamu ga salah karena di sebelah barat gua terdapat air terjun dengan ketinggian sekitar 15 meter. Ada juga mata air Sumber Pitu dan Sendang Manik Moyo di sebelah selatan air terjun. Sendang Manik Moyo sendiri dipercaya merupakan tempat mandi pangeran Diponegoro kala itu.

 

Gua Selarong
Pajangan, Bantul, Jogja
Click for Google Maps

gua-selarong.jpg.jpg

Iklan

Satu pemikiran pada “Napak Tilas Perjuangan Pangeran Diponegoro di Gua Selarong (Bantul)

  1. Desa Selarong berasal dari nama Pangeran Aryo Selarong putra Prabu Hanyokrowati Raja Kasultanan Mataram kedua. Anak turunnya msh di Selarong. Desa Asli Selarong meliputi Gandekan, Dukuh, Gemahan, kembang putih, kentolan lor, kentolan kidul, Pringgading, dan Watugedug.
    Pada masa perang jawa salah satu keturunannya menjadi orang dekat P Diponegoro, yakni Raden Jayasentana. Ada dalam Babad Diponegoro.
    Trima kasih.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s