Sarapan di Soto Kadipiro Baru (Jogja)

Salah satu kuliner yang udah melegenda dan ga boleh kamu lewatkan kalo berkunjung ke kota Jogja adalah Soto Kadipiro. Saking larisnya soto ini, cabangnya sekarang ada di mana-mana. Dan jangan salah, nyaris semuanya itu didatangi pengunjung lho. Tapi kalo kamu pengen nyobain Soto Kadipiro yang asli dan paling pertama, datenglah ke Warung Soto Kadipiro yang ada di Jalan Wates No. 33.

Mungkin kamu bakal kebingungan. Pasalnya, kalo kamu dateng dari arah perempatan Wirobrajan atau dari arah timur, kamu akan menemukan tiga rumah makan Soto Kadipiro dan satu di sebelah kanan. Nah, Soto Kadipiro yang asli dan paling pertama ini adalah yang adanya di sebelah kanan jalan. Saya sekeluarga pun tadinya mau ke situ. Tapi sayangnya, walau di dinding sebelah pintu tertulis “Buka Jam 7.30 s/d Sehabisnya” namun saat itu waktu udah menunjukkan pukul 8 pagi pun mereka belom buka. Hmm, mungkin masih efek tahun baru.

DSCF5205 (1280x854)

Ya udah, akhirnya kita pindah deh ke salah satu Soto Kadipiro dari tiga yang tadi saya sebut, secara berurutan ada Soto Kadipiro II (No. 50), Soto Kadipiro Baru (No. 46), dan Soto Kadipiro Plus (No. 48). Konon ketiganya dimiliki oleh turunan si pendiri Warung Soto Kadipiro yang asli. Walau bingung mana yang lebih oke, akhirnya kita memilih mampir ke Soto Kadipiro Baru. Alasannya sederhana aja, soalnya mobil yang parkirnya lebih banyak, hehehe. Pas masuk, ternyata lagi ada seorang seniman asal Bandung bernama Tisna Sanjaya yang lagi unjuk kebolehan bikin karya dari (keliatannya) kecap. Tuh, orangnya yang berkumis dan rambutnya kriwel-kriwel.

DSCF5193 (853x1280)

DSCF5195 (854x1280)

Soto yang tersedia ada soto ayam, soto daging (sapi), soto sulung (berisi bermacam-macam jeroan), dan soto babat. Nasinya sendiri bisa dicampur atau dipisah, sesuai selera. Kalo saya sih lebih suka yang dicampur aja. Minumannya juga ada banyak banget, jauh lebih banyak daripada menu makanannya, ada yang modern dan tradisional kayak temulawak, secang, wedang uwuh, beras kencur, asem jawa, jahe gula jawa, sekoteng, dan lain-lain.

DSCF5200 (1280x854)

Di meja juga udah ada menu pelengkap makan nasi soto, ada potongan ayam goreng kampung bacem (dada depan atau dada belakang), tempe bacem, tahu bacem, tempe mendoan, sate ati ampela, sate telur puyuh, dan perkedel kentang. Macemnya tentu kalah jauh kalo dibandingin ama yang di Soto Ayam Gading.

DSCF5202 (1280x854)

Keunikan Soto Kadipiro ini adalah rasa kuah sotonya yang gurih dan segar. Rahasianya terletak dari bumbu racikan yang menggunakan bumbu-bumbu tradisional. Selain jeroan, isinya ada nasi kol, toge, bawang goreng, dan irisan seledri. Untuk menemani saya memakan soto, saya mengambil sepotong tempe mendoan dan sepotong ayam goreng bacem yang ukurannya lumayan gede sehingga saya bagi dua sama Ferdi. Kuah kaldunya yang bening pas banget buat menghangatkan perut yang keroncongan di pagi hari.

Soto Sulung Nasi Campur IDR 15K
Ayam Goreng Bacem Dada Depan IDR 30K
Tempe Mendoan IDR 2K

 

Soto Kadipiro Baru
Jalan Wates KM.1 No. 46 Jogja
Click for Google Maps

soto-kadipiro-baru.jpg.jpg

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s