Berkeliling ke Candi-Candi Sekitar Ratu Boko (Sleman)

Karena saya dan keluarga saya udah pernah ke Ratu Boko dua kali, saya sendiri malah tiga kali, tahun ini saya sengaja menyisipkan rencana berkeliling di candi-candi yang ada di sekitar Ratu Boko. Ada tiga candi yang ada di sekelilingnya, yang terdekat ada Candi Barong dan Candi Banyunibo, sementara yang paling jauh ada Candi Ijo. Kesemuanya berada di Kabupaten Sleman yang berbatasan dengan provinsi Jawa Tengah. Di utara Komplek Ratu Boko sendiri, yang mungkin kamu udah tau, ada komplek Candi Prambanan yang terkenal itu.

 

Candi Barong (Google Maps)

Dari Jalan Raya Jogja Solo, di pertigaan Candi Prambanan kita berbelok ke selatan ke Jalan Raya Prambanan-Piyungan yang kalo diterusin bisa sampe ke Wonosari, dan tentunya deretan Pantai Baron hingga Pok Tunggal. Tapi kita ga akan pergi sejauh itu. Kira-kira beberapa ratus meter sejak berbelok tadi, kamu akan ngeliat sebuah papan petunjuk jalan ke Candi Barong. Dari sini kita akan mengambil jalan desa yang lebih kecil, melewati Abhayagiri Restaurant, melewati bukit, barulah kita akan menemukan komplek percandian ini. Tiket masuknya standar, 5 ribu rupiah untuk wisatawan lokal dan 10 ribu untuk wisatawan mancanegara.

DSCF5087 (1280x853)

Candi Barong merupakan candi Hindu yang berada di bukit Batur Agung. Namanya diambil dari dekorasi kala pada pintu candi yang dalam bahasa Jawa diidentikkan dengan barongan. Candi yang dibangun sekitar abad 9-10 Masehi ini digunakan sebagai tempat pemujaan kepada Dewa Wisnu dan Dewi Sri, tentunya berkaitan dengan kondisi lingkungan sekitar yang tandus karena Dewa Wisnu merupakan dewa pemelihara sementara Dewi Sri merupakan dewi padi.

DSCF5075 (1280x854)

Candi Barong terbagu menjadi 3 halaman bertingkat, di mana pada teras pertama terdapat dua buah candi sementara pada teras kedua dan ketiga tidak dijumpai bangunan apapun. Secara arsitektur, candi ini terbilang unik karena penataan candi memusat ke belakang, berbeda dengan penataan candi pada umumnya yang berpusat ke tengah.

Bersebelahan dengan Candi Barong, terpisahkan oleh jalan desa, sebenernya terdapat Situs Dawangsari yang sayangnya hanya berupa reruntuhan dan onggokan batu aja sehingga saya ga terlalu tertarik buat ngeliat ke sana.

 

Candi Ijo (Google Maps)

Dari Candi Barong, kita nerusin perjalanan ke Candi Ijo. Sayangnya, jalannya terbilang jelek sehingga kalo kamu bawa mobil yang agak ceper, saya saranin mendingan balik lagi ke Jalan Raya Raya Prambanan-Piyungan dan mengambil Jalan Candi Ijo yang lebih bagus. Dari sini kita juga akan melewati salah satu obyek wisata teranyar di Jogja, Tebing Breksi. Tarif tiketnya sama dengan Candi Barong.

DSCF5103 (1280x853)

Nama Candi Ijo diperkirakan berasal dari legenda yang beredar di masyarakat, berdasarkan penyebutan dalam Prasasti Poh, atau kemungkinan lain adalah karena candi berada di lereng bukit padas yang bernama Gunung Ijo. Kompleknya sendiri terdiri dari 11 teras yang membujur dari barat ke timur dengan teras tertingginya berada di sisi timur.

DSCF5110 (1280x853)

Keunikan lain yang dimiliki oleh candi ini adalah lokasinya yang tidak berada di lahan subur, bertentangan dengan teori kitab-kitab Hindu yang mengatakan bahwa lokasi bangunan kuil dewa semestinya berada di tanah yang subur dan tidak jauh dari mata air.

DSCF5118 (1280x853)

Bangunan inti dari komplek Candi Ijo ini berada di teras paling atas di mana terdapat satu buah candi induk dengan tiga buah candi perwara yang terdapat di depannya. Terkadang batu penyusun candi sudah tidak lengkap sehingga dibuat batu tiruannya yang diberi tanda khusus. Namun jika sebagian besar batu penyusunnya hilang maka candi tidak bisa dipugar ke bentuknya yang semula karena bentuk aslinya tidak bisa diketahui.

DSCF5093 (1280x853)

Dari puncak teras tertinggi para pengunjung disuguhi pemandangan Jogja yang luar biasa keren. Di kejauhan terlihat landasan udara Bandara Adi Sucipto yang merupakan bandara internasional Jogja. Andai komplek candi ini dibuka pada malam hari, pasti tempat ini bakalan dipenuhi oleh anak-anak muda dan pegiat Instagram yang hobi berburu foto keren.

 

Candi Banyunibo (Google Maps)

Dari Candi Ijo, kita menutup petualangan kali ini dengan mengunjungi Candi Banyunibo. Candi yang lokasinya agak nyudut ini ga sulit buat dikunjungi. Tinggal ngikutin petunjuk dari Google Maps juga bisa sampe. Tapi walaupun lebih mudah dijangkau daripada Candi Barong, candi ini sepertinya justru yang paling sepi pengunjungnya.

DSCF5119 (1280x855)

Candi Banyunibo yang tergolong candi Buddha ini menghadap ke barat dan di ambang pintu masuknya terdapat hiasan kalamakara. Tubuhnya berbentuk tambun dengan ukuran 15 x 14 meter persegi dan tinggi sekitar 16.5 meter. Di sisi timur dan selatan sebenernya terdapat masing-masing 3 buah candi perwara yang karena udah ga lengkap hanya berupa onggokan batu aja.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s