Lanjalan ke Museum Barli (Bandung)

Dengan pengecualian mereka-mereka yang emang bekerja di bidang seni, saya sendiri ga yakin ada banyak orang Bandung yang mengetahui keberadaan museum ini. Sebaliknya, saya sih udah lama banget mengetahui keberadaan museum yang satu ini. Bukan apa-apa, lokasinya sebenernya deket banget ama rumah saya di daerah Babakan Jeruk. Museum Barli ini ada di Jalan Prof. Ir. Sutami, ga sampe 2 km dari rumah saya. Museumnya ada di jalur pulang ke rumah dari arah utara. Seringkali saya mengira museum ini tutup. Tapi, berbekal informasi jam buka dari Google, kali ini saya berniat untuk mengunjunginya bareng si Nanda yang nganggur karena lagi liburan semester.

DSCF4667 (1280x855)

Walau gedungnya unik berbentuk tabung, rasanya Museum Barli ga terlalu mencolok dari jalan. Mungkin karena facade-nya yang agak sempit atau emang penataannya yang kurang menarik. Atau mungkin juga kanan kirinya terhalang pepohonan sehingga orang-orang ga terlalu notice kalo lewat naik kendaraan. Papan nama bertuliskan MUSEUM BARLI pun seinget saya ga pernah diganti ataupun dicat ulang. Warna biru tuanya udah kusam termakan cuaca.

DSCF4665 (1280x854)

Walau buka dari Senin sampe Sabtu dari jam 9 pagi sampe jam 5 sore, hari itu saya berangkat agak telat. Kirain ga akan rame karena biasanya juga rasanya di sini ga pernah rame. Tapi eh ternyata lagi ada bapak-bapak dan ibu-ibu lansia yang biasanya latian dansa *so sweeet* tiap hari Kamis mindahin jadwal latian mereka jadi hari Selasa. Latian ini diadain di lantai 1 gedung yang saya bilang bentuknya tabung tadi. Saya sempet dipersilakan untuk melihat-lihat pas yang latian dansa lagi rehat. Di sini ada beberapa lukisan Barli namun kebanyakan yang dipamerkan adalah lukisan dari salah satu anaknya, Agung Wiwekaputra, yang merupakan anak dari istri pertamanya, Atikah Basari. Istri pertama Barli ini wafat pada tahun 1991.

DSCF4607 (1280x855)

Lantai dasar gedung dinamakan lantai Agung, diambil dari nama anak beliau, dimanfaatkan untuk tempat pendidikan, les melukis, diskusi, dan pagelaran seni. Lantai satu dinamakan Nakisbandiah, nama istri kedua beliau yang dinikahi pada tahun 1992, dan digunakan untuk ruang pameran. Bagian sayapnya diberi nama Chandra’s Gallery yang dimanfaatkan untuk ruang pameran. Lantai dua diberi nama ruang Atikah, menyimpan koleksi pilihan dan koleksi khusus. Di belakang gedung utama ada juga gedung lain yang juga terdiri dari 3 lantai namun entah digunakan sebagai studio atau gudang, yang pasti tidak terbuka untuk umum.

DSCF4604 (1280x853)

Museum Barli diresmikan pada tanggal 26 Oktober 1992 sebagai sarana untuk mengenal salah satu pelukis terkemuka dari Bandung, Barli Sasmitawinata. Di sini kita bisa ngeliat perkembangan gaya seni lukis Barli dari masa ke masa, mulai dari aliran realisme, dari masa awal langkah Barli sebagai pelukis, impresionisme dan ekspresionisme. Namun sayangnya karya-karyanya sebelum tahun empat puluhan tidak bisa kita nikmati karena hilang ketika revolusi.

DSCF4612 (1280x854)

Barli sendiri merupakan orang Bandung asli, dilahirkan di kota ini pada 18 Maret 1921. Barli mulai belajar melukis di studio milik pelukis Belgia, Jos Pluimentz di Bandung. Dia juga berguru pada pelukis Luigi Nobili di Bandung. Dia kemudian melanjutkan petualangan seninya di Eropa. Beliau dikenal sebagai seorang ilustrator, dosen, dan pelukis angkatan 1935 bersama dengan Affandi, Hendra Gunawan, Wahdi Sumanta, dan Sudarso, yang dikenal sebagai “Kelompok Lima”. Selain sebagai pelukis, ia dikenal sebagai pendidik yang melahirkan pelukis-pelukis muda lewat Studio Ranggagempol yang didirikan pada tahun 1958. Barli dikenal memiliki banyak murid seniman handal seperti Popo Iskandar, Yusuf Affendi, AD Pirous, Srihadi Soedarsono, Anton Huang, Chusin Setiadikara, Sam Bimbo, R. Rudiyat Martadiraja, dan Rudi Pranajaya.

DSCF4616 (1280x854)

DSCF4619 (850x1280)

DSCF4621 (1280x853)

DSCF4623 (1280x853)

DSCF4624 (1280x854)

DSCF4636 (1280x853)

DSCF4637 (1279x1280)

Bisa dibilang, saya menyukai lukisan-lukisannya yang beraliran realistik. Jauh lebih bisa dipahami daripada lukisan masa kini yang bergaya abstrak. Tarikan kuasnya sangat kuat menghasilkan lukisan-lukisan dengan nuansa yang cerah penuh warna. Seperti yang bisa kamu liat dari foto di atas, lukisan-lukisan yang ada di ruang Atikah ini kebanyakan merupakan potret figur. Beberapa lukisan merekam kehidupan sehari-hari yang tetep aja melibatkan figur-figur di dalamnya. Beberapa papan keterangan lukisan tampaknya tidak diperbarui ketika lukisan yang dipamerkan dirotasi dan berganti dengan koleksi yang lain sehingga ngga matching. Selain itu, di beberapa sudut ruangan saya melihat adanya cat dinding yang mengelupas karena lembap sehingga saya agak mengkhawatirkan kondisi lukisan yang tersimpan di sini.

Balik lagi ke lantai satu, di Chandra’s Gallery disimpan koleksi-koleksi pribadi milik cucu Barli, Pak Adit namanya, yang ternyata hobi mengoleksi mainan jadul nan vintage. Daripada pameran lukisan, saya malah jadinya lebih excited ngeliatin koleksi mainan-mainan ini. Bukan karena lukisannya ga bagus dan ga menarik lho ya, tapi lebih karena saya lebih bisa mengaitkan diri dengan mainan-mainan yang di antaranya saya pernah punya atau malah sekadar pengen punya tapi ga kesampean karena karena harganya yang mahal.

DSCF4662 (1280x853)

DSCF4658 (1280x853)

DSCF4659 (852x1280)

DSCF4656 (1280x855)

DSCF4645 (1280x856)

DSCF4642 (1280x853)

DSCF4640 (853x1280)

Gimana, menarik kan ya koleksi mainannya? Kebanyakan mainan tersebut disimpan dalam lemari pajang kaca yang lokasinya agak berdempetan sehingga menyulitkan saya untuk mengambil foto penuh satu lemari. Koleksinya ada senjata mainan, komik jadul, console jadul, game arcade alias dingdong yang sayangnya udah ga berfungsi, kartu kwartet yang kadang disebut juga gambaran, mainan-mainan yang terbuat dari kaleng, tentara-tentaraan plastik, serta robot-robotan dari berbagai bentuk, warna, dan ukuran. Lalu ada juga koleksi action figure dari seri Star Wars, Wall E, Ultraman, Scooby Doo, Tintin, dan masih banyak lagi. Dijamin kamu bakal super puas deh nostalgia di sini.

Jam Buka
Senin-Sabtu 09.00-17.00
Minggu TUTUP

Tiket Masuk
Dewasa IDR 15K
Pelajar IDR 10K (menunjukkan kartu pelajar)

 

Museum Barli
http://www.museumbarli.com/
Jalan Prof. Ir. Sutami No. 91 Bandung
Click for Google Maps

museum-barli.jpg.jpg

Iklan

Satu pemikiran pada “Lanjalan ke Museum Barli (Bandung)

  1. Wah, menarik mas tulisannya. Sudah lama saya ingin berkunjung kesini tapi belum sempat saja. Masalah karya Barli yang hilang pada jaman revolusi, sungguh sangat disayangkan ya.. Saya jadi penasaran dimana sekarang keberadaannya.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s