Museum Nasional, Museum Terlengkap Se-Indonesia (Jakarta)

Ga salah dong kalo saya bilang terlengkap, namanya juga udah menyandang kata “nasional”. Tapi emang kenyataan kok, Museum Nasional adalah museum terlengkap se-Indonesia yang menyimpan tidak kurang dari 141 ribu benda-benda bernilai sejarah yang terdiri dari koleksi prasejarah, arkeologi, numismatik, heraldika, keramik, etnografi, dan sejarah. Hampir semua prasasti dan arca yang kamu tau dari buku pelajaran di sekolah disimpan di sini.

DSCF4043 (1280x853)

DSCF4042 (1280x853)

Museum Nasional berada di sebelah barat komplek Monumen Nasional. Di depannya tepat berada halte Transjakarta koridor 1. Saya dateng ke sini naik sepeda motor. Tapi dengan memutar dulu ke belakang museum lewat Jalan Tanah Abang Timur dan jalan di samping museum lalu sedikit naik ke trotoar. Kirain saya doang yang ngelanggar gini, tapi ternyata di lahan parkir basement yang berada di bawah gedung baru, Gedung Arca, udah ada motor-motor lain yang parkir. Saya pikir sih selain pengunjung, ada juga motor yang dimiliki oleh pegawai museum.

DSCF4044 (1280x855)

Di depan di antara Gedung Lama (Gedung A) dan Gedung Arca (Gedung B) ada karya seniman terkenal kita, Nyoman Nuarta, yang bentuknya mirip dengan logo Museum Nasional berjudul “Ku Yakin Sampai Di Sana”. Karyanya ini menggambarkan arus perjuangan yang dahsyat melalui semangat dan kerja keras demi mencapai tujuan akhir yang lebih baik.

DSCF4051 (853x1280)

Di depan Gedung Lama terdapat patung gajah perunggu kecil pemberian Raja Siam, Raja Chulalongkorn (Raja Rama V), yang diberikan pada pemerintahan kota Batavia sebagai kenangan atas kunjungan beliau pada bulan Maret 1871. Dari patung ini pulalah asalnya nama yang lebih populer untuk Museum Nasional : Museum Gajah.

DSCF4064 (1280x854)

Saya membeli tiket seharga 5 ribu rupiah di loket aula depan. Kalo kamu bawa tas punggung, kamu mesti menitipkannya di sini. Tas selempang? Entahlah ya. Gedung A memamerkan arca-arca, tekstil, terrakota, keramik, miniatur rumah adat, benda-benda prasejarah, benda-benda peninggalan masa Hindu dan Buddha yang terbuat dari perunggu, serta benda-benda etnografi dari seluruh penjuru Nusantara.

DSCF4067 (853x1280)

DSCF4068 (1280x577)

Di tengah Gedung A terdapat sebuah taman terbuka yang disebut dengan Taman Arkeologi. Di sini disimpan berbagai arca dan peninggalan-peninggalan yang terbuat dari batu yang dikumpulkan dari Jawa, Bali, Sumatra, dan Kalimantan. Koleksi yang paling menarik perhatian adalah arca Raja Adityawarman yang digambarkan sebagai Bairawa. Patung setinggi 4 meter ini ditemukan di Sumatra Barat.

DSCF4071 (1280x853)

DSCF4079 (1280x853)

Ruang tekstil kalo dari arah pintu masuk berada di sebelah kiri Taman Arkeologi. Pintunya senantiasa tertutup sehingga pengunjung yang ga tau denah museum bisa aja melewatkannya. Di sini disimpan berbagai batik, celup ikat, kain sulam, dan manik-manik. Banner yang menjelaskan mengenai masing-masing kain tersebut terpampang di samping lemari pamer lengkap dengan daerah-daerah asal produsennya.

DSCF4085 (1280x853)

Di sebelah ruang tekstil, ada sebuah ruang kecil yang disebut Thai Room. Ruangan yang merupakan hasil kerjasama Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia dengan Kementerian Luar Negeri Thailand ini menyimpan artefak-artefak bersejarah dari Thailand.

DSCF4094 (1280x853)

Memasuki ruang prasejarah, kamu akan disambut oleh tiga buah nekara besar yang berasal dari zaman logam. Peninggalan dari zaman prasejarah ada dua macam, yaitu peninggalan tulang belulang manusia prasejarah dan serta alat-alat bantu kehidupan. Ilmu arkeologi membantu menyingkap tabir kehidupan masa lalu dan membuat benda-benda tersebut dapat “berbicara”.

DSCF4101 (1280x853)

Sejak zaman prasejarah manusia telah memanfaatkan logam, terutama tembaga, perunggu, dan emas. Benda-benda yang pada masa Hindu-Buddha digunakan sebagai peralatan upacara dan alat-alat kehidupan sehari-hari ini dapat dilihat di Ruang Perunggu.

DSCF4103 (1280x853)

Sesuai dengan namanya, Ruang Rumah Adat menyimpan miniatur-miniatur rumah adat dari seluruh daerah di Indonesia. Jadi kayak semacam Taman Mini Indonesia Indah Mini gitu deh.

DSCF4108 (1280x853)

Di sebelah Ruang Rumah Adat terdapat Ruang Keramik yang seluruh koleksinya berasal dari koleksi pribadi Egbert Willem van Orsoy de Flines. Di dalam ruang ini terdapat koleksi keramik kuno yang berasal dari Cina, Myanmar, Eropa, Timur Tengah, Vietnam, Thailand, dan Jepang. Beberapa koleksi keramik lainnya bisa juga kamu liat di Museum Seni Rupa dan Keramik di Kota Tua.

DSCF4133 (1280x853)

DSCF4125 (1280x853)

DSCF4114 (1280x853)

DSCF4121 (1280x854)

Ruang etnografi memanjang di seluruh sisi sayap utara Gedung Lama dan menyimpan berbagai objek yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari bangsa Indonesia yang digunakan dalam berbagai bentuk upacara dan ritual. Tidak heran jika koleksinya sangat banyak karena Indonesia merupakan satu-satunya negara yang memiliki lebih dari 300 suku bangsa. Koleksi yang berasal dari suku-suku Nias, Dayak, Badui, Toraja, Asmat, dan Dani juga dapat dilihat di sini.

DSCF4137 (1280x853)

Gedung Arca dan Gedung Lama terhubung melalui koridor berdinding kaca. Saat itu rupanya sedang diadakan semacam bazaar produk kriya dan kerajinan tangan. Ga jelas juga apakah event ini rutin diadakan setiap minggu atau gimana. Di salah satu sudut gedung terdapat terdapat sebuah cafe kecil yang menjual teh, kopi, jus, squash, dan kue-kue. Tapi harganya rada mahal sih.

DSCF4230 (1280x856)

Kalo mau beli minuman kemasan dan cemilan ringan, di basement ada toko kecil yang menjualnya. Toko ini juga menjual souvenir, buku panduan museum, dan buku-buku bertemakan sejarah, buku wisata Jakarta, dan lain-lain.

DSCF4142 (1280x854)

DSCF4150 (1280x856)

DSCF4152 (1280x855)

Pada hari itu saya sengaja dateng ke Museum Nasional karena pada saat yang sama lagi ada pameran kain tradisional nusantara bertajuk Seribu Nuansa Satu Indonesia. Di pameran ini dipaparkan perkembangan teknik pembuatan kain mulai dari cara yang sederhana hingga kompleks. Pameran temporer seperti sering diadakan di Museum Nasional. Kamu bisa mengecek kegiatan-kegiatan terkini di Museum Nasional di akun Twitter mereka.

DSCF4154 (1280x855)

Lantai Satu Gedung Arca bertemakan Manusia dan Lingkungan yang menyimpan artefak-artefak manusia purba dan informasi yang berkaitan dengan kehidupan mereka. Makanya saya sih merasa ruangan ini lebih cocok disebut ruangan Manusia Purba.

DSCF4169 (1280x854)

DSCF4178 (1280x855)

DSCF4194 (1280x855)

Lantai dua merupakan ruang bertemakan ilmu pengetahuan dan teknologi yang menyimpan berbagai koleksi yang menginformasikan pengetahuan umat manusia, khususnya manusia Indonesia, serta teknologi yang menyangkut pengetahuan terapan yang bersifat teknis. Aspek-aspek ilmu pengetahuan dan teknologi yang dipamerkan meliputi aksara dan bahasa, sistem hukum, astronomi dan navigasi, arsitektur, pengobatan dan pengolahan makanan, alat perlindungan, alat komunikasi, alat produksi, ekonomi, dan alat transportasi.

DSCF4205 (1280x855)

DSCF4215 (1280x853)

DSCF4221 (1280x854)

Lantai tiga memiliki tema oganisasi sosial dan pola pemukiman yang menyimpan koleksi berupa peralatan sehari-hari, perhiasan, prasasti, benda-benda religi, benda-benda simbol kekuasaan, pakaian, dan lain-lain. Gambaran kehidupan masyarakat pun dapat terlihat dari segi pemukimannya.

Lantai empat merupakan ruang yang menyimpan koleksi emas dan keramik. Untuk mencapai lantai empat, anehnya tidak dibuat eskalator sehingga hanya bisa dicapai dengan menggunakan lift. Tidak kurang 35 kilogram emas yang meliputi perhiasan, benda-benda upacara, dan mata uang yang kebanyakan berasal dari Khasanah Wonoboyo, yang merupakan temuan arkeologis paling spektakuler abad 20 di Indonesia, dipamerkan di sini. Sementara untuk koleksi keramik, mirip seperti di Ruang Keramik Gedung Lama. Saya malah ga paham apa bedanya. Sayangnya untuk tujuan keamanan, di sini pengunjung tidak boleh mengambil foto.

Jam Buka
Selasa-Kamis 08.00-16.00
Jumat 08-11.30, 13.00-16.00
Sabtu-Minggu 08.00-17.00
Senin dan Hari Libur Nasional TUTUP

Tiket Masuk
Dewasa IDR 5K
Anak-Anak IDR 2K
Turis Asing IDR 10K

 

Museum Nasional
http://museumnasional.or.id/
https://www.google.com/culturalinstitute/beta/partner/museum-nasional-indonesia
Jalan Merdeka Barat No. 12 Jakarta Pusat
Click for Google Maps

museum-nasional.jpg.jpg

Iklan

3 pemikiran pada “Museum Nasional, Museum Terlengkap Se-Indonesia (Jakarta)

      1. blom pernah sama sekali hihihi. klo pas waktu ga pulkamp oke lah…
        klo sabtu ini gw ada workshop short video. lu mau materi how to be travel writer..?
        kayaknya lu cocok. hihi bisa travelling gratis. japri yaa klo minat.

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s