Menikmati Karya-Karya Nyoman Nuarta di NuArt Sculpture Park (Bandung)

Bandung sebenernya tergolong beruntung karena memiliki banyak sekali seniman. Hal ini juga sebenernya berkaitan erat dengan sejarah seni rupa Indonesia di mana para seniman-seniman ini pernah menimba ilmu di Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB. Salah satunya adalah Nyoman Nuarta yang memiliki workshopnya sendiri di Bandung dan sekaligus dijadikan pula sebagai galeri.

DSCF3115 (1280x856)

DSCF3118 (1280x854)

NuArt Sculpture Park berada di komplek Setra Duta yang berada deket banget ama rumah saya. Walau sebelumnya udah pernah beberapa kali ke sini, ternyata sekarang galeri seninya udah jadi semacam museum dan pengunjungnya pun mesti membayar tiket yang rada mahal. Padahal dulu-dulu ga perlu bayar loh. Tapi menurut saya sih worth it lah, soalnya karya seni patung yang ada di sini banyak banget. Baaaanyak!

DSCF3150 (1280x854)

DSCF3146 (850x1280)

Sebelum masuk ke dalem museum pun pengunjung udah disambut dengan berbagai karya seni yang berada di halaman depan dan samping museum. Walau ada aturan “Dilarang Mengambil Foto/Video”, tampaknya aturan ini mungkin belum ditegakkan secara keras oleh penjaga museum yang tampak di beberapa sudut. Pengunjung masih bebas mengambil foto-foto dan bergaya dengan berlatar karya-karya yang menurut mereka menarik. Yah, kalo aturan ini akan ditegakkan, sayang juga sih. Jadi ga bisa narsis-narsisan.

DSCF3126 (852x1280)

DSCF3154 (1280x853)

Karya-karya Nyoman Nuarta yang dipamerkan menjadi rekaman perjalanannya sebagai seorang pematung yang berkarya dalam berbagai era, medium, dan gaya. Gedung yang baru diresmikan pada 17 Maret 2016 oleh Anies Baswedan yang waktu itu menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan kini memiliki beberapa fitur baru, yaitu coffee shop, teater, dan boutique shop. Galerinya sendiri masih berada di bagian gedung yang lama. Tapi seperti yang saya bilang tadi, karya seninya bertebaran di mana-mana ga cuma di dalem galerinya doang.

DSCF3131 (850x1280)

Ticket booth berada di aula depan yang dipenuhi oleh berbagai karya seni. Tiket masuknya 50 ribu rupiah untuk orang dewasa, 25 ribu untuk pelajar dan anak-anak, serta gratis untuk anak di bawah 2 tahun. Pelajar bisa membuktikan dengan kartu pelajar. Ga jelas juga apakah mahasiswa digolongkan sebagai pelajar atau bukan. Tiket ini udah termasuk welcome drink yang bisa ditukar di N Cafe di taman belakang museum.

DSCF3165 (1280x854)

Di jalur ke taman di belakang museum, ada hasil karya adik saya Ferdi nih. Saya lupa juga dia ngebuat ini dalam rangka apa. Jadi, adik saya katanya sih emang kenal dengan salah satu anaknya Nyoman Nuarta. Dia juga pernah membantu membuat website-nya mereka.

DSCF3176 (1280x853)

Karena Bandung lagi sering hujan pas tengah hari, dan karena emang udah mulai mendung juga, saya memilih untuk melihat galeri nanti aja deh. Padahal pada waktu yang sama ada pertunjukan film di teaternya juga. Film ini sedianya diputar dua kali dalam sehari, jam 12 dan jam 3 sore. Walau keliatannya seringkali disesuaikan juga dengan ramai tidaknya pengunjung. Saya tertarik pengen liat sih sebenernya. Tapi ya gimana? Daripada keburu hujan dan hujannya lama pula? Saya kan mau ngambil foto-foto di halaman belakang yang juga banyak menyimpan hasil karya Nyoman Nuarta.

DSCF3186 (1280x853)

Misalnya ini nih, patungnya Inul Daratista yang “digusur” dari dekat rumahnya di Pondok Indah karena diprotes FPI. Udah bukan rahasia lagi kalo Nyoman Nuarta memang memiliki ketertarikan khusus terhadap objek wanita. Maksud saya dari sudut pandang seniman lho ya. Banyak banget karyanya yang mengekspos keindahan tubuh wanita. Pernah juga ada kasus di mana hasil karyanya, Tiga Mojang,  yang sempat dipasang di Kota Harapan Indah Bekasi dirobohkan karena dianggap vulgar oleh warga. Fragmen karyanya ini kemudian sempat dipamerkan di Pasar Seni ITB 2010 lalu.

DSCF3182 (1280x853)

DSCF3197 (1280x854)

Oiya, welcome drink yang tadi saya bilang bisa dituker di N Cafe yang ada di halaman belakang ini. Welcome drinknya kirain bakal dapet jus atau apa, tapi ternyata cuma teh atau kopi, hehehe. Ya, lumayan lah. Untung boleh minta tehnya dingin. Menu yang ditawarkan ada nasi-nasi khas Bali, sup, cemilan, minuman-minuman, dan kopi. Mungkin strategi ngasih welcome drink sebenernya untuk pemancing cafe ini. Soalnya kan di depan juga udah ada Copper & Brass Coffee Shop, jadinya ada dua cafe di sini. Dan bener aja, beres minum di cafe, hujan deras menerpa. Kasian juga pengunjung lain yang tadi malah lebih memilih untuk nonton film.

“Group IV” (1978)

Nyoman Nuarta mulai dikenal saat dia memenangkan kompetisi Lomba Patung Proklamator Republik Indonesia pada tahun 1979. Lah, saya baru tau juga kalo patung Soekarno dan Hatta di Monumen Proklamator di Jakarta itu merupakan hasil karyanya.  Karya-karya lainnya yang monumental di antaranya patung Arjuna Wiwaha di depan kantor pusat Indosat di Jakarta, lalu monumen Jalesveva Jayamahe di komplek Akademi Angkatan Laut di Surabaya, dan yang paling terkenal adalah monumen Garuda Wisnu Kencana di Bali. Selain itu, karyanya juga tersebar di berbagai negeri lain, seperti Singapura, Filipina, Spanyol, Australia, dan masih banyak lagi.

Galeri seni di gedung lama menyimpan berbagai karya yang terentang dari tahun 1970an hingga kini. Karyanya ada banyak banget deh, dan hampir semuanya saya foto. Walau saya ngambil hampir semua fotonya, ga semuanya saya masukin. Ga enak juga sih. Jadi, anggep aja ini buat pancingan supaya kamu tertarik dateng ke sini dan mengapresiasi langsung karya-karyanya beliau yah, hehehe. Silakan diliat-liat.

DSCF3236 (852x1280)
“Jelata” (1999)
DSCF3264 (1280x854)
“Nightmare” (2001)
DSCF3314 (1280x855)
“Shark Fin Soup” (2002)

DSCF3311 (1280x853)

Kalo kamu perhatiin, karya-karya Nyoman Nuarta memiliki ciri khas memanfaatkan medium tembaga dan kuningan. Selain itu, ada juga beberapa karyanya yang memanfaatkan media kawat baja dan polyester resin walau tidak sebanyak medium tadi. Karena gayanya yang khas, kamu mungkin akan bisa mengenalinya. Misalnya lagi nih, karyanya yang ada di halaman depan Museum Nasional. Karya-karyanya yang berada di tempat-tempat umum emang dibuat berdasarkan pesanan.

DSCF3322 (1280x856)

DSCF3329 (1280x853)

Abis melihat-lihat galeri, kamu bisa mengunjungi boutique shop mereka yang menjual berbagai produk kriya bernilai seni tinggi, pakaian, miniatur karya Nyoman Nuarta, dan ada juga buku-buku katalog karyanya. Harganya? Hmmm, relatif lah ya. Tapi kalo buat saya sih relatif mahal, hahaha. Terus kalo kamu haus atau laper, bisa juga berkunjung ke Copper and Brass Coffee Shop yang ada di sebelahnya.

Jam Buka
Minggu-Kamis 9-17
Jumat-Sabtu 9-21

Tiket Masuk
Umum IDR 50K
Pelajar/Mahasiswa IDR 25K (menunjukkan kartu pelajar)
Anak <2 tahun GRATIS

 

NuArt Sculpture Park
http://nuartsculpturepark.com/
Jalan Setraduta Raya No. L6 Bandung
Click for Google Maps

nuart.jpg

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s