Ngeliat Pameran di Selasar Sunaryo Art Space (Bandung)

Seinget saya, saya waktu itu pergi ke sini pas masih SMA, entah kelas berapa, dan kalo ga salah bareng temen saya yang namanya Alien. Waktu itu kita ke sini pas lagi ada pameran iklan Se-Asia Pasifik yang iklan-iklannya tuh lucu-lucu dan kreatif. Yang saya inget waktu itu salah satunya adalah iklan komersial Goodyear lucu yang ceritanya mengenai anjing yang pengen bunuh diri. Selasar Sunaryo Art Space (SSAS) emang kerap kali dijadikan tempat pameran-pameran. Sejak beberapa tahun yang lalu mereka bahkan menambahkan satu ruangan semi permanen, Bale Tonggoh, yang khusus digunakan untuk mengadakan eksibisi temporer.

DSCF3726 (1280x853)

Satu hal yang saya suka dari SSAS adalah kita ga dipungut bayaran sama sekali untuk mengunjungi setiap acara pameran atau program mereka. SSAS dibuka setiap hari kecuali Senin dan libur nasional dari jam 10 pagi sampe jam 5 sore. Udah gitu, tempatnya pun adem banget, banyak pepohonannya. Belom lagi ditambah fakta bahwa SSAS berada di daerah Bandung Utara yang membuat hawanya jauh lebih sejuk dibandingkan kalo kita berada di tengah-tengah kota Bandung.

DSCF3725 (1280x855)

DSCF3745 (1280x853)

Ada juga yang dateng ke sini cuma pengen nikmatin suasananya aja dengan dateng ke salah satu fasilitas yang ada di SSAS, Kopi Selasar. Tentunya ga cuma kopi yang mereka sediakan melainkan juga cemilan dan makanan berat yang harganya berkisar antara 30 sampe 40 ribu. Tempatnya emang cozy banget di sini. Kopi Selasar terbuka untuk umum dari jam 11 siang sampe jam 6 sore dan bahkan buka sampe jam 10 malem pada hari Jumat dan Sabtu.

DSCF3730 (1280x368)

Di samping Ruang Pameran Tetap A terdapat Taman Batu yang memadukan material batu-batu beragam ukuran, kaca, pasir, dan tumbuhan : rumput, bambu, pohon ketapang kencana secara harmonis. Taman Batu ini merupakan karya Soenaryo yang sarat dengan makna keberadaan manusia dalam alam semesta.

DSCF3734 (1280x855)

DSCF3737 (1280x854)

Di dalam Ruang A merupakan ruang Pameran Tetap yang menghadirkan karya-karya Soenaryo. Ruangannya sih ga terlalu luas sehingga beberapa kali saya ke sini, karya-karya yang dipamerkan pun berganti-ganti. Soenaryo sendiri adalah seorang perupa lulusan Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB (1962-1969) dan Studi Patung Marmer di Marble Technology, Carrara, Italia. Ia memimpikan adanya tempat umum di mana terjadi interaksi antar seniman dan khalayak. Tahun 1989, ia membeli sebidang lahan di kawasan perbukitan Bukit Pakar. Tahun 1993, lahan itu mulai dibangun dengan diarsiteki oleh dia sendiri dan Baskoro Tedjo. Tahun 1995, cita-citanya terwujud, ia membuka galeri seni yang waktu itu dinamakan Selasar Seni Sunaryo. Ia adalah satu dari sedikit seniman Indonesia yang yang memiliki banyak keahlian. Selain patung dan seni grafis, ia menekuni ilmu keramik dan seni tekstil. Belakangan ia juga dikenal seniman dengan karya-karya instalasi yang memukau.

DSCF3739 (1280x854)

Bale Tonggoh meruapakan bangunan semi permanen yang berfungsi sebagai ruang proyek dan pameran temporer. Sengaja saya berkunjung ke SSAS karena kebetulan sedang diadakan pameran tunggal Bunawijaya yang bertajuk “Batas Realita di Kaki Langit” dan dikuratori oleh Jim Supangkat. Lukisan-lukisan yang ditampilkan menampilkan pemandangan langit, horison, dan laut.

Photo 12-11-16 12.16.23 (1280x855)

Selain Bale Tonggoh, ada juga Ruang Pamer B dan Ruang Sayap yang digunakan untuk pameran berskala lebih besar. Waktu saya ke sana, ada banyak pengunjung usia pelajar yang keliatannya malah sibuk selfie-an. Ya emang tempatnya juga selfieable banget sih. Saya juga ga bisa menahan diri buat foto di salah satu sudut SSAS.

DSCF3743 (1280x853)

SSAS memiliki amphiteater seluas 198 meter persegi yang dapat menampung 300 orang. Tempat ini dibangun khusus untuk ngadain acara pertunjukan, pembacaan puisi, screening, dan event-event lainnya.

DSCF3756 (1280x853)

Ga jauh dari amphiteater, ada Bale Handap, sebuah pendopo multi guna yang bisa dipake untuk tempat berdiskusi, pertunjukan juga bisa (mungkin seni tari dan semacamnya), dan workshop. Bangunan ini terinspirasi oleh arsitektur tradisional Jawa yang menawarkan teras terbuka.

DSCF3760 (1280x853)

Salah satu tempat favorit saya di SSAS adalah musholanya yang kecil tapi keren banget. Berada di bagian paling belakang, lokasinya sangat rimbun dikelilingi oleh rumpun-rumpun bambu. Di depan ruangan sholat terdapat dinding yang bentuknya mirip seperti buku yang sedang terbuka dengan kaligrafi surat Al Fatihah yang sangat artistik. Di kedua sisinya terdapat celah terbuka yang meniupkan hawa-hawa dingin Bandung Utara.

DSCF3751 (1280x854)

DSCF3749 (1280x853)

Sebelum pulang, pengunjung dapat mengunjungi toko cinderamata dan membeli berbagai produk kriya, buku-buku, jurnal, dan lain-lain yang cocok jadi oleh-oleh bagi mereka pecinta seni. Namun karena namanya juga produk kriya yang memiliki nilai seni tinggi, harganya ga murah, hehehe. Saya cuma bisa ngeliat-liat aja deh.

 

Jam Buka
Selasa-Minggu 10.00-17.00
Senin dan Hari Libur Nasional TUTUP

 

Selasar Sunaryo Art Space
http://www.selasarsunaryo.com/
Jalan Bukit Pakar No. 100 Bandung
Click for Google Maps

selasar-sunaryo.jpg.jpg

Iklan

2 pemikiran pada “Ngeliat Pameran di Selasar Sunaryo Art Space (Bandung)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s