Legenda Roti Jakarta : Tan Ek Tjoan (Jakarta)

Abis dari toko Roti Lauw di Fatmawati, saya ciao lagi ke Tan Ek Tjoan di Panglima Polim. Mumpung searah, sekalian aja saya ke sini, biar bisa langsung bikin perbandingan di antara keduanya. Kalo Roti Lauw udah berproduksi sejak tahun 1940, Tan Ek Tjoan baru berproduksi bertahun-tahun kemudian, tepatnya di tahun 1953 di daerah Tamansari, Jakarta Barat. Pada tahun 1955, toko roti ini pindah ke Jalan Cikini Raya, menempati sebuah bangunan bekas kantor asuransi.

DSCF3991 (1280x853)

Tan Ek Tjoan sendiri adalah nama seorang Tionghoa yang merintis usaha roti ini sejak tahun 1921, tapi di Bogor. Waktu itu, di Bogor ada banyak sekali tinggal orang-orang Belanda yang tinggal sehingga usahanya dapat berkembang dengan baik. Walaupun masih berkerabat, Tan Ek Tjoan yang berada di Jakarta memiliki manajemen yang berbeda. Menurut pramuniaga yang saya tanya-tanya, toko yang ada di Cikini sekarang bahkan udah tutup. Sangat disayangkan sih ya, padahal merk roti ini termasuk salah satu yang paling tua di Indonesia.

DSCF3963 (1280x854)

Waktu saya dateng, banyak roti yang udah ga ada, terutama roti-roti asinnya. Pas saya tanya, kali ini bukan karena belom mateng (atau lebih tepatnya belom dikirim dari pabrik) melainkan karena udah abis. Sial banget. Padahal setelah tadi di Lauw beli roti manis, saya pengen beli roti asin sih. Roti yang ada di sini emang ga diproduksi di sini melainkan didatangkan dari pabrik yang berada di Ciputat. Toko rotinya sendiri buka dari jam 7 pagi hingga jam 10 malem (wow). Jadi, kalo pengen dapetin roti yang diinginkan, mungkin mesti dateng jam 7an. Dan walau ada juga yang dijual oleh pedagang keliling tapi saya rasanya belom pernah liat.

DSCF3969 (1280x853)

Walau ada roti gambang juga, saya ga berminat untuk membandingkan rasanya. Belajar dari pengalaman sih, hehehe. Saya memutuskan buat nyobain roti kismis aja yang masih tergolong roti jadul juga. Kismisnya dicampur di adonan roti sehingga baru bisa keliatan kalo rotinya kita belah. Dan uniknya, daging rotinya berwarna coklat, bukan putih. Saya ga tau juga kenapa bisa begini atau kenapa mesti dibedakan dari roti biasa. Pas saya makan, hmmm, kenapa ya aroma rotinya aneh. Ini roti pake campuran apa ya? Kalo ada yang bisa jawab, tulis di bagian komentar di bawah ya.

DSCF3975 (1280x855)

Roti yang satu lagi saya beli adalah roti mocca. Rotinya menggunakan roti yang dibelah dua ala burger dan diselipi olesan selai mocca. Roti mocca biasanya ditandai dengan taburan cacahan kacang dan gula di bagian atasnya. Rasanya enak, jauh lebih mendingan daripada si roti kismis.

Roti Mocca IDR 7K
Roti Kismis IDR 6.5K

 

Tan Ek Tjoan
Jalan Panglima Polim IX No. 18, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Click for Google Maps

tan-ek-tjoan.jpg.jpg

Iklan

Satu pemikiran pada “Legenda Roti Jakarta : Tan Ek Tjoan (Jakarta)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s