Mampir ke Dago Bakery (Bandung)

Siang itu saya ama Nanda dan mamah abis jalan-jalan ke Selasar Sunaryo di Bukit Pakar Timur. Itu nama art space yang cukup terkenal di Bandung, yang dimiliki oleh seniman bernama sama, Sunaryo. Saya suka ama tempat itu karena hawanya yang sejuk, punya cafe yang oke, dan juga gratis untuk dikunjungi kapan pun. Berbeda halnya dengan NuArt Sculpture Park yang sekarang untuk bisa masuk ke sana kita mesti membayar. Nah, ga sengaja nih ceritanya mata mamah membaca tulisan Dago Bakery di sebelah kanan jalan. Demi mendengar Nanda yang bilang, “Oh, yang dibilang Bang Edi itu ya?”, saya yang ga tau apa-apa soal Dago Bakery jadi penasaran dalam sekejap. Lumayan buat ngeganjel perut yang udah mulai terasa laper.

DSCF3775 (1280x853)

Dari tepi jalan terlihat lahan parkir yang ga terlalu luas di depan bakery tapi udah dipenuhi beberapa mobil. Mobil saya terpaksa diparkirkan di tepi jalan. Saya liat di seberang toko ternyata ada lahan parkir tambahan. Waw, segitu banyaknyakah pengunjung bakery ini? Tapi pas saya masuk ke dalem sepi-sepi aja ya? Apa mungkin pengunjung yang mengendararai mobil-mobil di depan itu pada lagi di restoran yang ada di lantai dua?

DSCF3771 (1280x854)

Saya tau di atas ada restorannya karena di salah satu meja yang ada di ruang roti-roti dan kue-kuean di lantai satu, mereka naro sebuah menu. Strategi yang bagus. Saya liat menunya, ternyata sekiranya tiga perempat menu yang mereka tawarkan merupakan makanan khas Indonesia dan sisanya merupakan hidangan ala barat. Harganya rata-rata berkisar antara 25 hingga 35 ribu rupiah. Ga terlalu mahal lah ya. Sayangnya, pas saya ngeliatin menunya ke Nanda, dia ga berminat. Ya udah, mungkin emang udah terlanjur kesengsem makan di Baso Bintang Avon yang udah saya tawarin sejak tadi.

DSCF3770 (1280x853)

DSCF3774 (1280x855)

Pilihan roti yang tersedia cukup banyak. Nanda beli plain croissant (ada juga croissant almond) dan roti Mixed Seed Double Cheese yang ditaburi biji-bijian dan di dalemnya diisi keju yang dipotong dadu yang mencair sebagian. Karena lagi ga kreatif dan males nyobain yang ga biasa, saya cuma beli Roti Manis Klasik (ama mereka disingkat RMK) Susu yang rasanya cukup enak. Sementara mamah beli roti isi pisang coklat yang pisangnya dipanggang dulu, mirip kayak pisang keju yang biasa dijual di pinggiran jalan, sehingga aromanya lebih harum. Mamah juga beli Roti Tawar Multi Malt berwarna coklat yang permukaannya dipenuhi biji-bijian dan di rumah Ferdi panggang pake mentega. Rasanya jadi enak banget.

So, Dago Bakery menawarkan roti-roti segar yang disajikan setiap hari. Tapi kayak yang Nanda bilang, anggap aja ini suara customer ya, roti-roti yang ditawarkan emang ga terlalu aneh-aneh seperti yang ditawarkan oleh Les Toujuours. Walau begitu, roti yang kita cobain di sini enak-enak kok. Top!

Roti Tawar Multi Malt IDR 24K
RMK Susu IDR 11K
RMK Pisang Coklat IDR 11K
Croissant Plain IDR 9.5K
Mixed Seed Double Cheese IDR 13.5K

 

Dago Bakery
http://www.dagobakery.com/
Jalan Ir. H. Juanda No. 497A Bandung
Click for Google Maps

dago-bakery.jpg.jpg

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s