Jalan-Jalan ke Museum Wayang (Jakarta)

Museum Wayang adalah satu dari 3 museum yang ada di Taman Fatahillah. Sesuai namanya, di sini disimpan lebih kurang 4000 koleksi wayang dan juga boneka yang berasal dari berbagai daerah di Nusantara dan juga mancanegara. Selain wayang, tentunya di sini disimpan juga koleksi lain yang berkaitan erat dengan pertunjukan wayang, gamelan.

DSCF9844 (1280x853)

Pada mulanya, di lokasi ini terdapat bangunan gereja yang luluh lantak pada tahun 1808 akibat gempa bumi. Pada tahun 1912 dibangun gedung baru yang kemudian difungsikan sebagai gudang. Pada tahun 1939, gedung ini dijadikan Museum Batavia Lama yang bisa dibilang merupakan cikal bakal Museum Sejarah Jakarta. Barulah pada tahun 1974 museum ini dipindahkan ke tempatnya yang sekarang. Setahun kemudian, gedung ini diresmikan sebagai Museum Wayang.

DSCF9786 (852x1280)

Seperti museum yang dikelola oleh pemerintah pada umumnya, museum ini buka setiap hari kecuali hari Senin dan hari libur nasional. Tiket masuknya pun standar, lima ribu rupiah untuk orang dewasa, dan lebih murah lagi untuk mahasiswa dan pelajar/anak-anak, masing-masing 3 ribu dan 2 ribu rupiah. Ruangan museum yang akan dilalui pengunjung terdiri dari,

  1. Ruang koleksi masterpiece
  2. Ruang koleksi wayang golek
  3. Ruang taman prasasti
  4. Ruang koleksi wayang revolusi
  5. Ruang koleksi gamelan gambang kromong
  6. Ruang pagelaran wayang kulit dan wayang golek
  7. Ruang gamelan koleksi wayang kulit Kyai Intan
  8. Ruang koleksi aneka gamelan
  9. Ruang koleksi wayang kulit purwa
  10. Ruang koleksi boneka luar negeri
  11. Ruang koleksi aneka perkembangan wayang golek
  12. Ruang koleksi aneka perkembangan wayang kulit
  13. Lorong koleksi aneka topeng
  14. Ruang cinderamata

DSCF9790 (1280x854)

DSCF9788 (1280x853)

Setelah melewati lorong yang menyimpan koleksi-koleksi wayang golek, kita memasuki area taman yang dulunya merupakan halaman yang sama yang dimiliki oleh si bekas gereja. Prasasti yang ditulis dalam bahasa Belanda menandai lokasi bersemayamnya Jan Pieterzoon Coen yang dianggap sebagai pendiri Batavia. Selain itu, di sini juga terdapat prasasati-prasasti makam pejabat-pejabat lain yang pastinya memiliki jabatan yang tinggi sehingga dapat dimakamkan berdekatan dengannya.

DSCF9793 (1280x854)

Sebelum menaiki tangga ke lantai dua kita bisa melihat koleksi wayang revolusi yang figur-figurnya terbagi antara figur pribumi, figur bangsa Jepang, dan figur bangsa kulit putih. Ada juga figur-figur yang kita kenal yang dijadikan wayang, seperti misalnya Soekarno dan Si Pitung. Wayang ini tentunya digunakan untuk menggelorakan nasionalisme dan membakar semangat para audiensnya.

DSCF9796 (1280x853)

Di dale sebuah ruangan di lantai dua yang berada deket tangga, terdapat banyak banget koleksi wayang golek, yaitu wayang tiga dimensi yang berasal dari tanah parahyangan. Sayangnya pintunya terkunci sehingga ga bisa saya masuki.

DSCF9798 (1280x852)

Sebelum memasuki ruang koleksi gamelan dan wayang yang berasal dari luar negeri, kita akan melalui sebuah lorong yang di sebelah kiri dan kanannya terdapat berbagai koleksi wayang kulit purwa.

DSCF9800 (1280x853)

Di dalam kaca pamer ini terdapat koleksi wayang kulit Gatotkaca yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, di antaranya Bali, Banjarmasin, Banyumas, Mojokerto, Betawi, Ciamis, Cirebon, Jogjakarta, dan Surakarta. Karena tidak ada label di bawah masing-masing wayang, saya ga tau wayang mana yang berasal dari mana. Padahal kalo dikasih label, kita bisa lebih mempelajari karakteristik wayang kulit dari daerah-daerah tersebut.

DSCF9804 (1280x853)

Wayang golek yang berasal dari Kanton, Cina ini usianya masih muda karena dibuat pada tahun 2001 dan merupakan replika dari koleksi wayang yang ada di Museum Wayang Budiardjo, Magelang. Wayang aslinya sudah berusia lebih dari 350 tahun.

DSCF9808 (1280x854)

Koleksi wayang dan boneka mancanegara di antaranya berasal dari Malaysia, Thailand, Kamboja, Vietnam, India, Cina, Suriname, Polandia, Inggris, Rusia, dan Perancis. Koleksi boneka kayu/gips yang berasal dari Vietnam ini menggambarkan tokoh-tokoh manusia, ular, kerbau, dan lain-lain yang berasal dari kisah rakyat Vietnam.

DSCF9818 (1280x852)

Di ruangan berikutnya, terdapat koleksi set gamelan yang berasal dari Sunda, Jawa, dan Bali. Gamelan-gamelan yang berasal dari ketiga daerah ini umumnya memiliki nama instrumen yang sama, semisal saron, bonang, gong, dan lain sebagainya, namun karakteristik suara yang dihasilkannya berbeda sehingga masing-masing memiliki ciri khas tersendiri.

DSCF9819 (1280x854)

Koleksi wayang yang sangat unik ini disebut wayang mainan atau wayang rumput (dalam bahasa Jawa disebut juga suket), karena memang terbuat dari jenis rerumputan tertentu. Sambil menggembala, anak-anak di pedesaan sering berkhayal menjadi dalang yang biasa mereka lihat dalam pertunjukan wayang.

DSCF9831 (1280x853)

Dan yang ga boleh kelewatan jadi koleksi, tentunya ada boneka keluarga Si Unyil yang sempet jadi primadona tontonan anak-anak era 1980an di TVRI. Kata unyil sendiri berasal dari kata mungil. Anehnya, figur Pak Ogah dan Pak Raden yang terkenal justru ga ada di sini. Kenapa ya?

DSCF9832 (852x1280)

Di jalan menurun ke lantai satu, kita akan melewati lorong sempit yang dindingnya masih dimanfaatkan untuk menyimpan berbagai koleksi wayang, topeng, dan lukisan wayang dengan media kaca. Sebelum menuju pintu keluar, ada juga toko cinderamata yang menjual berbagai jenis pajangan wayang golek dan wayang kulit. Yang paling murah mungkin gantungan kunci dan pembatas buku berbentuk wayang kulit berukuran kecil.

Oiya, hampir lupa, di sini juga ada pertunjukan wayang rutin yang umumnya digelar setiap hari Minggu pukul 10 pagi hingga 2 siang.  Jadi, ada baiknya kalo kamu merencanakan kunjungan kamu di waktu ini supaya bisa memperoleh pengalaman yang lengkap. Pertunjukan wayangnya sendiri berganti-ganti. Bisa jadi pas kamu dateng ke sini lagi diadain pertunjukan Wayang Kulit Betawi. Di lain hari, bisa jadi yang diadain adalah pertunjukan Wayang Orang Solo atau Wayang Beber Metropolitan.

Jam Buka
Selasa-Minggu 09.00-15.00
Senin dan Hari Libur Nasional TUTUP

Tiket Masuk
Dewasa IDR 5K
Mahasiswa IDR 3K
Pelajar/Anak-Anak IDR 2K

 

Museum Wayang
Jalan Pintu Besar Utara No. 27 Jakarta Barat
Click for Google Maps

museum-wayang.jpg.jpg

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s