Pusat Berkesenian Bernama Salihara (Jakarta)

Komunitas Salihara adalah salah satu tempat yang masuk list kunjungan saya. Gini-gini saya seneng dateng ke galeri seni loh. Walau kadang lebih banyak ga ngertinya, hahaha. Salihara adalah sebuah pusat seni yang berada di Jalan Salihara, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Kompleknya terdiri dari empat bangunan utama: Teater Salihara, Galeri Salihara, Anjung Salihara dan ruang perkantoran. Di sini sering diadakan program-program kesenian yang yang mengedepankan aspek kebebasan berekspresi, perbedaan dan keragaman, serta kekayaan artistik dan intelektual.

DSCF2772 (1280x853)

DSCF2771 (1278x1280)

Karena paginya abis berenang dan belom sarapan sama sekali, siang itu saya bener-bener kelaperan. Beruntung Salihara memiliki sebuah kedai kecil yang menawarkan berbagai menu makanan berat sederhana sekelas nasi dan mie goreng, soto ayam, kudapan seperti roti bakar, pisang bakar, singkong, dan kentang goreng, serta berbagai pilihan minuman panas dan dingin.

DSCF2763 (1280x854)

DSCF2768 (1280x854)

Saya memesan nasi gorengnya yang walaupun sederhana banget tapi terasa sangat nikmat apalagi kalau bukan karena perut yang sedang lapar. Bahkan walaupun kerupuknya pake kerupuk warna-warni yang sebenernya saya kurang suka. Terus, karena saya lagi iseng, saya mesen Kopi Susu Indocina, salah satu dari pilihan empat pilihan kopi yang ada. Entah kesambet setan apa kan ya, padahal saya bukan penggemar kopi. Tapi eh ternyata malah jadi percobaan yang ga saya sesali. Soalnya penyajiannya unik, seengganya buat saya yang baru pertama kali ngeliat. Cairan kopi disaring dengan menggunakan perkakas logam yang disebut Vietnam Drip dan menetes sedikit demi sedikit ke gelas di bawahnya yang udah dikasih es dan susu kental manis. Hmm, paduan pahit dan manisnya terasa pas, enak deh.

DSCF2781 (1280x854)

Habis makan, saya mulai petualangan kecil saya di Salihara dengan memasuki gerainya yang tepat berada di seberang kedai. Tak lupa saya sebelumnya nyolong dua buah brosur gratis yang tersedia di sebuah rak kayu. Rupanya bulan itu Salihara lagi ngadain Salihara International Performing Arts Festival, disingkat SIPFest, sebuah festival dua tahunan yang mendatangkan kelompok-kelompok seni baik dari dalam maupun luar negeri.

DSCF2777 (1280x853)

DSCF2779 (1280x853)

Gerai Salihara yang buka dari jam 12 siang hingga jam 8 malam ini menjual berbagai buku, aksesoris, pernak-pernik, dan dekorasi bernilai seni. Walau karenanya harganya menjadi mahal, tapi patut diakui kalo benda-benda tersebut memang memiliki keunikan tersendiri. Dan ga kayak di Dia.Lo.Gue, tampak tidak peduli dan membiarkan saya mengambil beberapa foto.

DSCF2788 (1280x853)

Hampir semua lokasi di sini disematkan nama Salihara, tidak terkecuali tempat ini. Serambi Salihara umumnya digunakan sebagai tempat diskusi, semisal talk show. Ruangan berukuran 13 m x 8.5 m ini dapat menampung hingga 75 orang atau bahkan lebih dengan cara membuka sisi depan dan samping yang terbuat dari pintu lipat.

DSCF2791 (1280x853)

Di bagian belakang, terdapat Teater Salihara yang merupakan teater black box pertama di Indonesia. Teater yang dirancang oleh arsitek Adi Purnomo ini menawarkan fleksibilitas tata panggung dan tribun. Waktu saya iseng masuk ke sini, karena pintunya ga dikunci, saya ditegur seorang karyawan yang ada di dalem. Ternyata dia melapor ke satpam dan satpam itu nyamperin semua. Curiga. Setelah menjelaskan bahwa saya hanya pengunjung biasa yang ingin melihat-lihat, barulah saya menyadari dari ceritanya bahwa Salihara ini ga memiliki galeri seni tetap kayak di Selasar Seni Sunaryo.

DSCF2773 (853x1280)

DSCF2787 (853x1280)

Iya, awalnya saya kira Salihara ini adalah semacam galeri seni yang terbuka untuk umum. Semacam Selasar Seni Sunaryo yang ada di Bandung. Di Sunaryo sih ada pameran tetap dan pameran temporer yang berganti tiap satu atau dua bulan sekali. Tapi ternyata saya salah. Salihara lebih seperti tempat penyewaan kegiatan seni. Jadi Serambi Salihara dan Teater Salihara yang tadipun, walaupun terkadang digunakan untuk event yang mereka adakan sendiri, sebenernya bisa disewa. Termasuk berbagai fasilitas dan ruangan lain yang tersedia di sini. Yah, kuciwa deh saya. Apalagi saat itu juga lagi ga ada pameran.

DSCF2798 (1280x855)

DSCF2800 (853x1280)

Satu-satunya pameran, yang dalam kesotoyan saya sih terlalu kecil untuk bisa disebut pameran, adalah empat buah instalasi dengan beragam medium. Ada patung Abdurrahman Wahid, lalu Gurita Salihara yang diletakkan di Anjung Salihara, “Migration” (Memori Eksistensi Alam) yang menjadi cover postingan ini, dan mural berjudul “Be A Daydreamer and Night Thinker” yang walaupun saya sempet liat, saya ga nyangka kalo itu bagian dari pameran. Saya pikir memang bagian dari dekorasi permanen. Sama kayak instalasi seni berupa burung-burung yang berjudul “Migration”.

DSCF2806 (1280x853)

Ini adalah foto gedung kantor yang saya ambil dari Anjung Salihara, bangunan yang diresmikan pada tahun 2014 oleh Pak Jokowi yang sewaktu itu masih menjabat Gubernur DKI Jakarta. Di dalamnya terdapat studio tari, studio musik, wisma seni, ruang serba guna dan teater anjung.

 

Komunitas Salihara
http://salihara.org/
Jalan Salihara No. 16, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
Click for Google Maps

salihara.jpg

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s