Santap Malam di Pondok Nasi Kebuli Ibu Hanna (Jakarta)

Udah lama banget ya sejak pertama kali saya ngereview hidangan nasi kebuli yang jualannya ada di deket kosan saya di Jakarta. Demi ngeliat ada seorang temen di grup Whatsapp yang posting lokasi tempat makan nasi kebuli ini di daerah Tebet, saya langsung catet tempatnya di to-do-list kuliner saya. Dan baru kemaren bisa saya sambangin, ceritanya sekalian lewat sambil pulang abis berenang gratisan di Life Spa Fitness di Arkadia Office Park.

DSCF2369 (1280x855)

Lahan parkir di depan rumah makan sedianya cuma bisa memuat dua buah mobil aja, kontras banget dengan Alfa Midi di sebelahnya yang dari depan malah keliatan lebih gede. Tapi tempatnya lebih besar dari keliatannya karena memanjang ke belakang. Waktu saya dateng ada sekelompok anak muda berpakaian rapi jali yang lagi makan di situ, kayak baru pulang dari gereja. Tapi waktu itu hari Sabtu sih, apa iya dari gereja?

DSCF2360 (850x1280)

Menu yang tersedia antara lain tentunya nasi kebuli, tongseng, soto, sop, gorengan, dan marak yang kesemuanya terbuat dari daging kambing atau ayam. Marak sendiri merupakan kuliner yang mirip gulai kambing namun tidak bersantan. Warna kuahnya kekuningan, berbeda dengan soto yang kuahnya lebih berwarna putih kasat. Ada juga nasi kebuli paket ekonomis yang hanya diberi telur yang dibentuk segitiga, makanya disebut telur segitiga. Ada menu nasi kebuli spesial, tapi ini hanya porsinya doang yang lebih banyak dan bukan karena adanya keistimewaan tertentu. Menu jus dan minuman ga ada yang aneh-aneh sih, palingan ada Arabian Tea doang yang mana saya sendiri lebih tertarik buat beli jus melon.

DSCF2365 (1280x854)

Dari first impression, nasi kebuli kambingnya terlihat menggoda. Nasi kebulinya berwarna kecoklatan nyaris seperti nasi goreng tapi tetep aja keliatannya berbeda. Bau harum khasnya menyeruak bercampur dengan aroma taburan bawang goreng. Nasi kebuli ini dimasak dengan berbagai bumbu dan rempah khas Indonesia dan Arab namun tidak terlalu kentara sehingga masih pas buat dinikmati mereka yang ga terlalu suka aroma terlalu berempah. Bersama nasi kebuli, saya juga disuguhi sambal goreng ati yang rasanya ga pedes tapi karena rasanya enak juga saya sampe minta lagi. Daging kambingnya berwarna coklat mengilat dan dalam tiap porsi dikasih tiga potong yang ukurannya lumayan gede-gede. Rasanya lembut dan gurih, tidak sulit untuk dipotong bahkan dengan sendok sekalipun.

Kebuli Kambing IDR 56K
Jus Melon IDR 15K

 

Pondok Nasi Kebuli Ibu Hanna
Jalan KH. Abdullah Syafei No. 31, Tebet, Jakarta
Click for Google Maps

nasi-kebuli-ibu-hanna.jpg.jpg

Iklan

2 pemikiran pada “Santap Malam di Pondok Nasi Kebuli Ibu Hanna (Jakarta)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s