Makan Es Krim di Sumber Hidangan (Bandung)

Kota Bandung emang ga ada matinya kalo berbicara soal kuliner. Kayaknya adaaa aja resto dan cafe baru setiap minggunya. Makanya kalo kamu mau nyobain semuanya tuh, ya ga akan ada habisnya deh. Ada baiknya kalo kamu nyobain dulu nih tempat-tempat kuliner legendaris nan lawas yang ada di Bandung. Nah, Sumber Hidangan yang ada di Jalan Braga ini salah satunya. Di depan tokonya mereka memang ga memasang plang nama yang mencolok sehingga jadi lebih sulit untuk ditemui. Apalagi di depannya kadang ada yang menggelar lapak jualan lukisan-lukisan. Pokoknya kalo dari arah perempatan Jalan Naripan, posisinya ada di sebelah kanan, ga jauh setelah Canary Bakery and Cafe, sebelum Jalan Kejaksaan. Tokonya sendiri buka dari jam 9 pagi sampe jam setengah 4 sore dan tutup di hari Minggu.

DSCF2653 (1280x856)

Masuk ke dalam ruangan toko, kita akan disambut oleh ruangan berbentuk persegi panjang yang terbagi menjadi dua bagian, bagian untuk ruang duduk pengunjung dan bagian penjualan roti dan kue. Langit-langitnya  yang tinggi memberi perasaan lapang. Suasananya sendiri terasa jadul namun jauh dari kesan terawat. Terkadang saya bisa mencium bau tidak sedap yang entah apa. Di beberapa sisi dinding malah terdapat lapisan debu yang cukup tebal dan terkadang noda lembap berwarna kecoklatan.

DSCF2652 (1280x853)

Pada satu titik, Sumber Hidangan terasa seperti museum karena terdapat banyak sekali benda-benda jadulnya. Entah itu etalase pajangannya yang tua, kursi untuk pengunjung, atau misalnya kedua timbangan berwarna putih ini. Menempel pada salah satu sisi dinding ruangan, terdapat sebuah lemari pendingin tua yang entah apakah masih berfungsi. Ada juga mesin hitung dan radio tua yang berada di bagian kasir di ruang duduk pengunjung. Konon udah banyak orang yang menawar untuk bisa memiliki benda-benda tersebut, tapi tentunya ga dijual ama si empunya restoran.

DSCF2659 (1280x853)

DSCF2651 (1280x855)

Dahulu bernama Het Snoephuis, Sumber Hidangan udah mulai berjualan sejak tahun 1929. Produk yang dijual meliputi roti, kue, dan es krim yang masih mempertahankan resep-resep jadulnya. Bahkan namanya pun masih dalam bahasa Belanda, antara lain ada Bokkepoot, Doublet, Ananastaart, Suiker Hagelslag, Likeur Bonbon, Mocca Truffel, Janhagel, Kattetong, dan lain-lain. Harga kue-kue biasanya dibandrol per ons sekitar belasan hingga dua puluhan ribu rupiah. Oiya, kalo kamu jeli tadi saya nyebut Likeur Bonbon kan ya. Nah buat yang muslim, harap berhati-hati juga karena sebagian kue ada yang menggunakan alkohol. Ditanya aja sama penjualnya mana yang mengandung alkohol dan mana yang ngga.

DSCF2660 (852x1280)

Karena siang itu panas, saya yang dateng ama Mamah dan Nanda, ga tahan untuk ngga memesan es krim. Pilihannya ada banyak banget dengan harga yang cenderung masih murah meriah, sekitar 10 ribuan sampe 20 ribuan. Sayangnya sekarang mereka udah ga ada restorannya lagi alias udah ga nyediain makanan berat lagi walau dulu emang ada. Bahkan pas saya tanya si neneknya malah bilang gini, “Kalo mau makan ke Braga Permai aja.” Oiya, ngingetin lagi, buat berjaga-jaga, coba ditanya minuman atau es krim mana yang ga mengandung rum atau alkohol.

DSCF2673 (1280x855)

Pilihan jatuh ke Es Krim Sumber Hidangan Spesial. Menu yang dikasih nama toko atau restoran plus kata spesial emang akan selalu memancing rasa penasaran pengunjung sih ya. Tapi pilihan kita ga salah karena menu ini ternyata berisi beberapa scoop es krim berbagai rasa yang ada di menu tadi, ada coklat, moka, arben, kopyor, pokoknya banyak deh. Dan walaupun esnya terasa agak kasar dan kurang lembut, tapi rasanya manis dan enak bangeeeet. Saya suka deh. Belom lagi di sekeliling es krim masih ditaburi oleh manisan buah dan kismis. Kombinasi rasa buah dan kismis yang agak asem berpadu dengan manisnya es krim di lidah menimbulkan sensasi tiada tara. Tsaaahhh…

DSCF2655 (1280x853)

Dan selain nyobain es krim, ga afdol dong kalo ga nyobain satu dua kuenya. Saya beli kue yang berisi whipped krim yang ditangkup oleh dua biskuit. Di luarnya masih dilapis lagi oleh krim coklat dan cacahan kacang halus. Rasanya sih lumayan enak. Saya sempet ngira dalemnya berisi kue bolu.

DSCF2662 (1280x854)

Nah, ini dia favorit saya setiap kali dateng ke Sumber Hidangan pasti deh beli kue yang satu ini, namanya Bokkepoot atau katanya artinya kue kaki kambing karena bentuknya menyerupai kaki kambing. Tapi yang pasti rasanya enak bangeeet.. Kue kering yang bahan dasarnya terbuat dari putih telur, kacang almond, cream filling, dan coklat ini punya rasa yang khas dan enak. Saya sih suka banget ama rasa coklatnya. Ga salah kalo harga se-ons-nya lumayan mahal. Dan karena mahalnya itu saya jadi cuma beli seons doang yang berisi sembilan biji Bokkepoot.

DSCF2676 (1280x853)

Mamah saya ternyata penasaran beli roti manisnya. Kalo kata mamah saya sih, rotinya lebih enak daripada Sidodadi punya. Roti di sini teksturnya lebih halus. Dan pas saya cobain, emang enak sih. Apalagi karena rotinya ga pake bahan pengawet sehingga rasanya juga lebih enak. Bisa banget dijadiin sebagai alternatif tempat membeli roti tawar dan manis. Apalagi menurut si mamah juga harganya cukup murah.

Bokkepoot 1 ons IDR 26K
Es Krim Sumber Hidangan Spesial IDR 22K

 

Sumber Hidangan
Jalan Braga No. 20-22 Bandung
Click for Google Maps

sumber-hidangan.jpg.jpg

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s