Ke Kopi Aroma (Bandung)

Kebetulan, karena saya ketitipan disuruh beli kopi dari Toko Kopi Aroma oleh temen kantor saya, saya dateng ke sini deh. Saya sendiri, udah pernah bilang kan ya, kalo saya bukan penyuka kopi. Saya sama sekali ga bisa bedain mana kopi yang enak dan ga enak, ga bisa ngebedain kopi robusta atau arabika. Beda banget ama adik saya, Ferdi, misalnya, yang emang suka minum kopi dan udah bisa dia ngebedain kopi-kopi yang enak dan yang ga enak. Mungkin saya memang bukan laki-laki sejati, buahahaha…

DSCF2568 (1280x855)

Dulu waktu Komunitas Kuliner Bandung masih sering ngadain jalan-jalan kuliner di sekitaran Braga, Asia Afrika, dan Dalem Kaum, saya pernah nih dua kali ke sini, masuk ke dalem gudang kopi dan pabriknya. Ketemu juga waktu itu sama Pak Widya Pratama yang merupakan generasi kedua pengelola Kopi Aroma. Saya melihat dengan mata kepala saya sendiri bagaimana berkarung-karung biji kopi disimpan dan ditumpuk hingga menggunung di gudang di belakang toko. Konon kopi yang disimpan hingga bertahun-tahun ini akan turun kadar keasamannya sehingga aman untuk diminum oleh para penderita penyakit lambung. Resep pengolahannya masih tetap dipertahankan untuk memperoleh rasa dan aroma kopi yang otentik.

DSCF2574 (1280x854)

Kopi Aroma didirikan oleh Tan Houw Sian pada tahun 1930 di daerah Banceuy Bandung yang pada saat itu merupakan daerah bisnis dan pecinannya Bandung. Apalagi lokasinya juga memang deket ama Pasar Baru yang merupakan pasar tradisional paling gede di Bandung. Gedung yang saat ini masih digunakan merupakan gedung yang asli dan berfungsi sebagai pabrik, gudang, sekaligus toko.

DSCF2573 (1280x853)

DSCF2571 (1280x854)

Kopi Aroma tidak membuka cabang di tempat lain, tidak memiliki agen atau distributor, tidak menjual secara online, dan tidak juga berusaha membuka cafe atau warung kopi. Menurut Pak Widya, dia merasa sudah cukup menjadi penjual kopinya saja. Jadi, di sini mereka hanya melayani pembelian kopi bubuk aja. Kalo kamu pengen minum kopinya, ya beli kopi bubuknya di sini, seduh sendiri. Atau bisa juga dateng ke Warung Kopi Purnama yang konon produk kopinya berasal dari Toko Kopi Aroma.

DSCF2570 (1280x853)

Jenis kopi yang dijual di sini ada kopi moka arabika dan kopi robusta, terpampang di salah satu sisi kaca etalase, lengkap dengan penjelasan perbedaan keduanya. Kamu bisa beli kopi yang sudah berbentuk bubuk atau yang masih berbentuk biji. Sementara, ukuran kemasan tersedia dalam tiga ukuran, 250 gram, 500 gram, dan 1 kg. Buat temen kantor saya saya beliin kopi robusta ukuran paling kecil aja, sesuai pesanannya.

DSCF2580 (852x1280)

Kopi Aroma diberikan dalam kemasan kertas dengan cetakan bergaya jadul, mirip kayak kemasan di Toko Roti Sidodadi. Selain nama produk, di bawahnya terdapat instruksi bagaimana cara mempertahankan rasa dan kesegaran kopi yang ditulis dalam bahasa Belanda dan Indonesia jadul yang campur aduk dengan bahasa Jawa dan Sunda. Katanya, “Maoe minoem Koffie selamanja enak? Aromanja dan rasanja tingal tetep, kaloe ini Koffie soeda di boeka dari kantongnja harep di pindahken di stopfles atawa di blik jang tertoetoep rapet.”

Kopi Robusta 250gr IDR 20K

 

Kopi Aroma
Jalan Banceuy No. 51 Bandung
Click for Google Maps

kopi-aroma.jpg.jpg

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s