Narsis di Museum Mandiri (Jakarta)

Walau ga seciamik museum tetangganya yang masih sesama bank, Museum Bank Indonesia, Museum Mandiri (bukan Museum Bank Mandiri ya) juga tetep pantas buat dikunjungi kok. Apalagi nih, tiketnya murah meriah, cuma 5 rebu aja. Bahkan buat nasabah Bank Mandiri, gratis! Tapi mesti bisa nunjukin bukti lho ya. Dan untuk menjangkaunya juga gampang, karena tepat di depannya ada halte Transjakarta “Kota”.

DSCF2016 (1280x854)

Museum yang berada di daerah Kota Tua Jakarta ini menempati gedung bergaya art deco yang mulanya dimiliki oleh Nederlandsche Handel-Maatschappij (NHM), sebuah perusahaan dagang milik Belanda yang kemudian berkembang menjadi perusahaan yang bergerak di bidang perbankan.

DSCF1917 (1280x853)

DSCF1921 (1280x854)

Di sebelah kanan dari pintu masuk lantai 1 terdapat sebuah ruangan rekonstruksi sejarah perbankan tempo dulu yang diberi keterangan Kasir Cina atau Chineesche Kast. Ruangan ini awalnya digunakan NHM khusus untuk melayani transaksi oleh etnis Tiongoa di Batavia. Etnis Tionghoa dikenal sebagai pengusaha yang tekun dan ulet dan memiliki usaha toko kelontong, pedagang keliling, dan usaha sektor perkebunan. Karena kepiawaiannya menghitung cepat dengan sempoa, tidak sedikit dari mereka yang kemudian bekerja menjadi petugas kasir. Koleksi yang ditampilkan di sini meliputi ruang keranda uang, sempoa, mesin tik, dan lain-lain.

DSCF1933 (1280x853)

DSCF1947 (1280x854)

Di sisi lain ruangan, terdapat berbagai koleksi benda-benda yang digunakan dalam operasional perbankan dari masa ke masa, antara lain mesin hitung, mesin pencetak nomor rekening, mesin tik, alat tulis, buku kas besar, mesin fotocopy, mesin ATM jadul, dokumen-dokumen seperti publikasi laporan tahunan, serta berbagai macam surat berharga seperti bilyet deposito, cek, sertifikat deposito, saham, dan obligasi.

DSCF1943 (1280x853)

Nah, menurut saya ini pemanfaatan koleksi mesin tik yang bagus nih. Saya membayangkan sebelumnya mereka hanya teronggok begitu saja di gudang, berdebu dan kesepian. Tapi kini mereka bisa mempunyai manfaat lagi, sebagai benda display museum. Spot ini emang yang paling oke buat dijadiin tempat narsis di lantai 1.

DSCF1950 (1280x852)

Di ruang bawah tanah, terdapat koleksi brankas jadul dengan berbagai merk, warna, dan ukuran. Pose saya yang bohay nan berlemak ini ceritanya lagi berusaha membuka brankas bak seorang pembobol yang ahli. Bisa dikatakan sebagian ruang basement ini nyaris seperti gudang brankas karena jumlahnya banyak banget.

DSCF1966 (1280x853)

Di bagian tengah ruang bawah tanah terdapat ruangan penyimpanan barang berharga alias safe deposit box. Saya memanfaatkannya untuk bernarsis ria di depan lemari penyimpanan yang berwarna krem kusam. Setelah masuk ke ruang safe deposit box, mereka selanjutnya menuju ke private room berukuran 2.8m x 2.8m untuk melihat atau menyimpan barang berharga milik mereka. Selain itu, di ruang bawah tanah ini terdapat koleksi peti uang berbahan kayu dan logam serta edikit koleksi uang kuno.

DSCF1999 (1280x854)

Di lantai 2 terdapat ruangan yang menjelaskan sejarah transformasi Bank Mandiri yang merupakan hasil penggabungan empat bank besar di Indonesia, yaitu Bank Ekspor Impor Indonesia, Bank Dagang Negara, Bank Bumi Daya, dan Bank Pembangunan Indonesia yang dilaksanakan pada tanggal 31 Juli 1999 sebagai bagian dari usaha reformasi dan penyehatan perbankan Indonesia pasca krisis moneter yang menerpa, lengkap dengan foto-foto direktur utama yang pernah menjabat di setiap bank. Selain itu, ada pula aula besar yang dulunya merupakan ruang rapat direksi. Di salah satu sisinya dipasang foto-foto direktur utama Bank Mandiri dari awal keberadaannya hingga sekarang.

DSCF2012 (852x1280)

Di tangga antara lantai satu dan lantai dua terdapat dua kelompok hiasan ornamen kaca patri (stained glass). Kelompok mosaik kecil-kecil di atas menjelaskan tentang kapal-kapal VOC yang terkenal dan melegenda serta tokoh nahkoda kapal Belanda yang pertama kali datang ke Nusantara, Cornelis de Houtman, Sementara kelompok mosaik di bawah disebut mosaik empat musim. Dua bilah di kiri menggambarkan kegiatan penduduk Eropa saat musim semi dan musim panas, sementara dua bilah di kanan menggambarkan situasi saat musim gugur dan musim dingin. Sementara bilah yang ada di tengah menceritakan keindahan alam Indonesia melalui gambaran gunung vulkanik.

Tiket Masuk
Nasabah Bank Mandiri GRATIS (menunjukkan bukti)
Pelajar dan Mahasiswa IDR 2K
Umum IDR 5K

Jam Buka
Selasa-Minggu : 09.00-15.00

 

Museum Mandiri
Jalan Lapangan Stasiun No. 1 Jakarta Barat
Click for Google Maps

museum-bank-mandiri.jpg.jpg

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s