Sarapan di Lotek Kalipah Apo (Bandung)

Pagi itu saya abis medical check up di RS Santosa, ceritanya mau persiapan menjelang operasi gigi bungsu saya yang seperti kebanyakan orang, tumbuhnya ga bener. Mungkin dulu dia salah pergaulan, makanya jadi kayak gini. Dua gigi bungsu yang bawah tumbuhnya horizontal. Beneran horizontal, bukan miring lagi. Udah kayak yang tidur nyenyak gitu deh posisinya. Sementara dua yang atas, walau tumbuhnya vertikal, tapi nyangkut sama gigi geraham sulung dan ga bisa keluar. Alhasil, gigi-gigi bungsu ini sungguh ga bermanfaat dan bisa jadi bom waktu di masa depan, merusak lapisan email gigi geraham sulung yang ditabraknya.

Abis dari RS Santosa, saya langsung deh cabcus ke sini, Lotek Kalipah Apo yang lokasinya ga terlalu jauh. Sebagai kuliner legendaris Bandung,  saya yakin lotek ini terkenal…. di kalangan generasi tua. Entahlah kalo ditanya apakah generasi mudanya pada tau atau ngga, udah pernah nyobain atau ngga. Lotek gitu loh. Mungkin mereka lebih milih makan cream soup di KFC. Saya sih, walau ga sering makan juga, suka lotek karena saya suka sayur. Padahal dalam konteks dunia modern, bisa dibilang lotek ini saladnya orang Sunda.

DSCF1458 (1280x854)

Lotek Kalipah Apo pagi itu masih lengang, kesembilan belas meja mungilnya masih kosong. Waktu masih menunjukkan pukul setengah 10, baru setengah jam rumah makan ini dibuka. Karyawan-karyawannya masih tampak menyiapkan ini itu yang entah apa. Terkadang saling bercanda satu sama lain sehingga lebih menghidupkan suasana.

DSCF1455 (1280x854)

Di sini sistemnya seperti di kantin, kita mesti memasuki lorong antrean yang, kebetulan karena pagi itu masih sepi, lebih terasa seperti VIP pass di taman hiburan. Saya membaca menu yang, terpampang di depan lorong antrean. Selain lotek, ternyata mereka punya banyak menu bubur tradisional, minuman tradisional, rujak, dan kerupuk. Oiya, selain lotek mereka juga punya menu nasi yang lauk-lauknya bisa dipilih dari kaca display.

DSCF1459 (1280x855)

Pas mesen lotek, akhirnya saya tergoda juga buat nyobain bubur tradisional yang ada di situ. Banyak lho macemnya, sebagian malah saya baru denger. Ada bubur caca, bubur jali, bubur pacar,  bubur lemu, bubur sagurangi (namanya bikin saya jadi inget tokoh Sakuragi di anime Slam Dunk), dan bubur ketan hitam. Selain bubur, ada juga kolak pisang dan candil, favorit saya.

DSCF1462 (1280x857)

Karena udah beli bubur manis, saya beli loteknya ga pake lontong, ceritanya sih mau ngurangin karbohidratnya. Loteknya ada dua macem, pake sayur mentah atau sayur yang udah mateng. Tapi karena saya lupa bilang, kayaknya mereka otomatis ngasih yang udah mateng, pas dengan yang saya mau. Di atas loteknya dikasih kerupuk udang yang masih utuh. Kalo kamu suka lotek atau makan pake bawang goreng, bisa minta ke pramusajinya. Walau sayurnya enak, lembut banget, tapi menurut saya rasa bumbu kacangnya yang kental dan basah ini agak terlalu manis.

DSCF1470 (1280x854)

Bubur yang saya pesan adalah bubur campur yang terdiri atas candil, kolak, pisang, bubur caca (katanya sih ini talas), bubur lemu yang warnanya ijo, dan tentunya ada kuah santan. Rasanya enaaak, manis karena gula merah dan gurih karena adanya santan. Dan rasanya emang saya udah lama banget ga makan bubur manis yang lengkap kayak gini. Bahkan baru kali ini saya makan bubur lemu lagi dan mengingat rasanya.

Lotek IDR 19.5K
Kolak Campur IDR 17K

 

Lotek Kalipah Apo 42
Jalan Kalipah Apo 42 Bandung
Click for Google Maps

lotek-kalipah-apo-42.jpg.jpg

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s