Minum Kopi Sambil Berfilosofi (Jakarta)

Kamu pernah baca novel antologi karya Dewi Lestari yang berjudul Filosofi Kopi? Nah, mungkin ada baiknya kamu baca dulu deh, biar sebelum ke sini feel-nya lebih dapet (feel apaan?). Ga suka baca buku? Tenaaang, karena udah ada filmnya juga. Film Filosofi Kopi mengisahkan mengenai perjalanan Jody, diperankan Rio Dewanto, dan Ben, diperankan Chico Jericho, dalam meracik kopi yang “sempurna” demi menjawab tantangan senilai satu miliar rupiah dari seorang pengusaha. Filosofi Kopi sendiri, selain menjadi judul cerita tersebut, juga menjadi nama kedai kopi yang mereka jalankan bersama.

Nah, setelah syuting film tersebut selesai, kedai Filosofi Kopi tetep dipertahankan dan banyak dikunjungi oleh para pecinta kopi (dan mungkin pecinta filmnya juga). Bahkan konon katanya, Rio dan Chico terkadang dateng buat jadi barista di sana, biasanya pas weekend. Filosofi Kopi sendiri berada di area Pusat Niaga Blok M Square. Dan sumpah deh, susah banget nyari parkiran mobilnya. Mesti muter tiga kali dulu baru bisa dapet parkir yang agak deket.

DSCF1892 (1280x853)

Malem itu ternyata kedai Filosofi Kopi juga lagi rame banget. Entah emang tiap hari kayak gini atau karena kebetulan lagi libur panjang. Yang pasti, untungnya saya, Ferdi, ama Nanda bisa dapet tempat duduk. Padahal karena bagian indoor kedainya ga terlalu luas, orang-orang yang dateng itu sampe duduk di kursi yang disediain di trotoar. Hm, tapi mungkin itu pilihan mereka juga dalam menikmati kopi dan suasana malam Jakarta sekaligus. Atau kemungkinan lainnya, karena mereka ngerokok.

DSCF1891 (1280x855)

DSCF1888 (1280x856)

Sebelum nyari duduk, kita mesen dulu kopinya. Di Filosofi Kopi kita bisa mesen kopi, minuman yang bukan kopi, dan snack semisal french fries, waffle/pancake, atau risoles yang bisa dipesen buat menemani minum kopi atau ngobrol sambil ngunyah-ngunyah. Karena saya ga suka kopi, saya ngebiarin aja kedua adik saya yang pesen. Saya nyicip aja. Ferdi mesen hot cappuccino seharga 30 ribu. Nanda pesen red velvet pake tambahan espresso, jatohnya malah lebih mahal dari pesenannya si Ferdi.

DSCF1864 (1280x853)

DSCF1881 (1280x853)

Abis mesen, kita lalu nyari spot yang kosong. Beruntung dalam keramaian itu kita berhasil dapet dua kursi kosong. Gapapa, saya sih berdiri aja. Kan saya juga ga pesen apa-apa. Lagipula saya juga ga bakalan diem aja karena mau ngambil foto di sana-sini. Dekorasi kedai kopi dipenuhi dengan berbagai barang dan memorabilia film Filosofi Kopi sehingga menarik untuk diabadikan. Sebagian souvenir seperti sarung kacamata, case handphone, dan dompet kunci mobil dijual dengan harga 100 hingga 300an ribu rupiah.

DSCF1876 (1280x853)

Pas pesenan udah jadi, nama yang disebutin pas bayar tadi dipanggil oleh si barista atau pramusaji. Segelas cappuccino panas lengkap dengan latte art berbentuk daun di atasnya dan sebotol red velvet dingin dengan tambahan espresso. Saya sih lebih suka si red velvet karena dua hal : manis dan dingin. Karena saya bukan penyuka kopi jadinya saya ga bisa menilai si cappuccino. Tapi kalo menurut Ferdi sih rasanya enak. Saya percaya aja deh kalo si cappuccinonya enak. Soalnya dia juga udah sering nyobain cappuccino di berbagai kedai kopi di Bandung.

Hot Cappucino IDR 30K
Ice Red Velvet IDR 35K + Espresso IDR 10K

 

Filosofi Kopi
Jalan Melawai 6 No. 25, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Click for Google Maps

filosofi-kopi.jpg.jpg

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s