Salah Satu Museum Terbaik di Indonesia, Museum Bank Indonesia (Jakarta)

Pas libur panjang empat hari kemaren, di saat orang Jakarta liburan ke Bandung (denger-denger malah ada yang sampe niat masang tenda segala), keluarga saya malah dateng ke Jakarta. Keputusan yang cukup cerdas sih menurut saya. Jakarta emang jadi relatif lebih lengang daripada biasanya. Dan lagi, di Jakarta kita bisa nebeng nginep di rumah sodara di Kalimalang. Hemat bin murah meriah!

DSCF2018 (1280x856)

Setelah pada hari sebelumnya kita ke Ikea dan kulineran ke Sate Padang Ajo Ramon di Pasar Santa (sate ususnya masih maknyus seperti biasanya), ke Filosofi Kopi dan Gule Tikungan di Blok M, hari ini kita berencana ke Museum Bank Mandiri dan Museum Bank Indonesia di Kota Tua. Paginya kita nyempetin sarapan dulu di Soto Betawi Haji Husen, soto betawi yang jadi favorit saya.

Karena Museum Bank Mandiri ga menyediakan tempat parkir, kita parkir di lahan parkir yang dimiliki oleh Museum Bank Indonesia. Saya juga baru tau bahwa ada lahan parkir yang cukup luas di belakang gedung. Ide bagus nih, kalo misalkan mau jalan-jalan di Kota Tua, mobil bisa diparkirin di sini.

DSCF2023 (1280x855)

Untuk menuju ke Museum Bank Indonesia (MBI), cukup gampang. Kamu bisa naik Transjakarta dan turun di Stasiun Kota. Kalo naik kendaraan pribadi, yaaa, search aja lah ya di Google Maps, alamatnya di Jalan Pintu Besar No. 3 Jakarta Barat. Agak kaget juga, soalnya saya pikir kota tua itu masuk administrasi Jakarta Utara. Tapi kalo diinget-inget lagi, kota tua emang ga pernah masuk dalam daftar 12 Jalur Destinasi Wisata Pesisirnya Jakarta Utara.

DSCF2098 (1280x853)

MBI buka setiap hari dari jam 8 pagi sampe jam setengah 4 sore, atau jam 4 sore pas weekend. Hari Senin dan libur nasional tutup. Oiya, pas hari Jumat juga akan tutup selama satu setengah jam hingga jam 1 siang dikarenakan solat Jumat. Buat yang udah lama ga ke sini, semenjak 1 Juni 2015, MBI menarik bayaran tiket sebesar 5000 rupiah, kecuali pelajar, mahasiswa, rombongan yang sebelumnya sudah mendaftarkan diri, serta anak-anak di bawah usia 3 tahun. Tapi gapapa, masih keitung murah banget lah segitu mah.

DSCF2038 (1280x854)

Gedung MBI terdiri dari dua buah lantai. Bagian lantai yang digunakan untuk museum berada di lantai dua. Gedungnya berbentuk seperti angka delapan pada jam digital yang alasnya terbuka, dengan bagian yang terbuka menghadap ke selatan. Di lantai dua ini kita akan melalui ruangan-ruangan berikut,

  1. Loket, penitipan barang
  2. Ruang peralihan
  3. Ruang teater
  4. Ruang pengantar sejarah (pra BI)
  5. Ruang pameran tetap sejarah BI
  6. Ruang jeda 1 dan kids corner
  7. Ruang bersejarah
  8. Ruang pameran tidak tetap
  9. Ruang emas moneter
  10. Ruang numismatik
  11. Ruang jeda 3

Ternyata, setelah lebih kurang 5 atau 6 tahun saya ga ke sini, sekarang MBI udah berbenah dan jadi jauh lebih modern dan menarik. Beberapa ruangan masih tetep sama, seperti misalnya ruangan teater (yang mungkin hanya difungsikan saat ada kunjungan rombongan yang didampingi guide dari pihak museum) dan ruangan gelap di mana ada proyektor yang memproyeksikan gambar uang-uang yang jatuh dari atas. Dulu sih uang-uang ini bisa “ditangkap” dengan bayangan tangan kita dan memunculkan informasi yang berkaitan dengan uang tersebut. Tapi sayangnya kayaknya udah rusak.

DSCF2049 (1280x855)

DSCF2050 (1280x854)

Tapi jangan sedih, seperti yang saya bilang, sekitar 80% ruang pamer tetapnya udah berubah. Sekarang malah, berdasarkan pengalaman saya jalan-jalan ke berbagai museum di negeri lain, udah tinggi standarnya. Benda yang dipamerkan, visualisasi, pencahayaan, cara mempresentasikan informasi pada pengunjung udah jauh lebih keren dan variatif. Beda banget sama kebanyakan museum di Indonesia yang isinya cuma berisi benda pamer yang ditaro di dalem lemari kaca dari kayu berusia tua.

DSCF2055 (1280x854)

Ada kostum tentara yang ditanam di lantai dengan display kaca tebal, logo-logo BI dari masa ke masa yang terbuat dari kayu, diorama lengkap dengan patung-patung yang mirip kayak orang beneran, dan lain sebagainya. Pokoknya, saya impressed deh. Keren bangeeet. Ga heran kalo MBI menjadi Traveler’s Choice 2015 di situs Trip Advisor. Lebih dari 231 orang memberi penilaian Good dan Excellent.

DSCF2061 (1280x853)

DSCF2062 (851x1280)

Ruang pamer tetap memiliki alur yang menceritakan perkembangan sejarah Bank Indonesia.

  1. Periode 1, Menuju Negara Modern. Menceritakan keadaan negara yang masih belia, yang baru saja merasakan hawa kemerdekaan. Namun tugas besar Bank Indonesia sebagai pengatur peredaran uang dan perbankan Indonesia telah menanti.
  2. Periode 2, Membangun Sikap Kebangsaan. Di masa ini, pembangunan ekonomi negara agak morat-marit akibat politik konfrontasi. Kebutuhan pembiayaan pembangunan sangat besar namun penerimaan sangat terbatas.
  3. Periode 3, Ekonomi Sebagai Haluan Negara. Pergantian pemerintahan ke Orde Baru membawa angin segar bagi perekonomian. Berkat cadangan devisa yang meningkat dan Bank Indonesia fokus membangun sektor profuktif untuk mengendalikan inflasi.
  4. Periode 4, Globalisasi Ekonomi: Hilangnya Batas Negara. Perekonomian melaju pesat, investasi dan pinjaman luar negeri mengalir, namun tidak diikuti dengan kehati-hatian yang semestinya. Kegemilangan ekonomi ini jatuh dalam sekejap setelah nilai tukar rupiah jatuh.
  5. Periode 5, Krisis Segala Lini. Rupiah terpukul setelah krisis nilai tukar baht. Krisis nilai tukar berubah menjadi kirisis perbankan, di mana 16 bank lalu ditutup. Rupiah semakin terpuruk pasca kerusuhan Mei 1998. Pemilu 1999 yang berjalan lancar mampu membawa dampak positif bagi penguatan rupiah.

DSCF2081 (1280x853)

Dari ruang pamer tetap, saya melewati ruangan yang sempat menjadi ruang pemimpin Bank Indonesia, saat itu masih de Javasche Bank. Syafruddin Prawiranegara adalah orang Indonesia pertama yang menempati ruangan ini. Gubernur dan jajaran direksi Bank Indonesia mulai menempati gedung baru di Jalan Thamrin No. 2 yang selesai dibangun pada tahun 1963.

DSCF2082 (1280x856)

Di sebelah dalam gedung MBI, ada sebuah ruang terbuka. Saat itu tampaknya sedang dipersiapkan untuk acara resepsi pernikahan di mana para pekerja sedang sibuk menyiapkan panggung, meja-meja dan dekorasi. Jadi, gedung MBI juga dapat disewa untuk resepsi pernikahan, rapat, seminar, atau pameran.

DSCF2088 (1280x853)

DSCF2092 (1280x853)

Ruangan yang menarik berikutnya adalah ruangan numismatik. Di sini disimpan koleksi uang kertas dan uang logam yang pernah beredar di Indonesia, bahkan sejak sebelum “ada” Indonesia. Ada uang yang berasal dari masa kerajaan di Nusantara, uang kolonial, uang awal kemerdekaan, uang pemerintah dan Bank Indonesia, uang token, dan uang khusus. Uang yang berasal dari luar negeri pun ada, tersimpan dengan apik dalam laci vertikal yang terbuat dari logam dan display kaca.

Tertarik untuk membawa pulang mungkin beberapa cendera mata? Tepat sebelum kembali ke ruang loket lagi, ada sebuah toko cendera mata kecil. Di sini kamu bisa membeli payung, perangko, stiker, magnet, gantungan kunci, dan masih banyak lagi kenang-kenangan yang bisa kamu pilih dengan harga yang bervariasi.

 

Jam Buka
Selasa-Jumat 08.00-15.30 (Jumat tutup jam 11.35-13.00)
Sabtu-Minggu 08.00-16.00
Senin dan Hari Libur Nasional TUTUP

Tiket Masuk
Perseorangan IDR 5K
Rombongan yang sudah reservasi, pelajar, mahasiswa, anak di bawah 3 tahun GRATIS

 

Museum Bank Indonesia
http://www.bi.go.id/en/tentang-bi/museum/Default.aspx
Jalan Pintu Besar Utara No. 3 Jakarta Barat
Click for Google Maps

museum-bank-indonesia.jpg.jpg

Iklan

Satu pemikiran pada “Salah Satu Museum Terbaik di Indonesia, Museum Bank Indonesia (Jakarta)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s