Berburu Takjil di Benhil (Jakarta)

Salah satu kegiatan favorit yang biasa dilakukan saat bulan puasa adalah berburu makanan untuk berbuka puasa alias takjil. Takjil bisa ditemui dengan mudah di mana-mana karena pada bulan puasa para penjaja takjil dadakan banyak menjamur di tepi-tepi jalan. Terkadang, penjaja takjil bisa terkonsentrasi di satu tempat sehingga jauh lebih memudahkan bagi mereka yang berburu takjil. Di Jakarta, salah satu tempat yang paling terkenal menjual takjil adalah Pasar Takjil Benhil.

Benhil sendiri adalah sebuah akronim dari Bendungan Hilir, suatu daerah di Jakarta Selatan yang terhubung dengan Jalan Jenderal Sudirman, ruas jalan paling terkenal di Jakarta karena banyak perusahaan terkenal yang berkantor di jalan ini. Sebagian dari karyawan-karyawan yang bekerja di perusahaan-perusahaan ini ngekos di daerah Benhil. Lokasi Pasar Takjil Benhil yang strategis, tepat di depan Pasar Bendungan Hilir yang dekat dengan mulut Jalan Bendungan Hilir ke arah Jalan Jenderal Sudirman, menjadikannya ramai dilalui oleh mereka yang akan pulang ke kosannya di sore hari.

Dua tahun lalu, saya sempet dateng ke sini sama Defi dan Aang, dua orang temen saya di kantor. Tahun ini, saya terinspirasi buat dateng ke sini lagi dan membuat liputannya. Baru pas Ramadhan hari kelima saya sempet dateng ke sini. Sekitar jam setengah 5an saya berangkat naik motor dan sampe di lokasi jam setengah 6. Kalo naik mobil? Wah, ga kebayang deh gimana caranya bisa menembus kemacetan kota Jakarta yang semakin menjadi-jadi menjelang jam berbuka puasa.

DSCF0376 (1280x854)

Tepat di seberang Pasar Takjil Benhil saya memarkirkan motor saya. Sebuah tenda besar menandai keberadaan pasar takjil. Satu lajur penjual takjil menghadap jalan, dua lajur lagi berada di sebelah dalam, membentuk sebuah lorong yang berbentuk huruf L. Karena lokasinya yang persis berada di tepi Jalan Bendungan Hilir, ga heran kalo pasar ini menimbulkan kemacetan akibat para pemburu takjil yang luber hingga ke badan jalan, bersinggungan dengan lalu lintas kendaraan bermotor. Belum lagi parkiran mobil dan motor yang ada di seberangnya membuat jalan jadi semakin sempit.

DSCF0403 (1280x854)

DSCF0389 (1280x856)

DSCF0417 (1280x853)

Pasar sangat hidup oleh kegiatan jual beli. Pemburu takjil dan juga lauk pauk tampak antusias. Tapi tidak semuanya ramai pembeli. Penjual lauk pauk jenis pepes-pepesan dan masakan khas Jawa tampak sepi pembeli. Tapi ada juga yang ramai ga kepalang, kayak si Sate Padang Takana Juo. Lain kali saya mesti nyobain nih sate padangnya.

DSCF0398 (1280x854)

Setelah berkeliling dua kali, ga memakan waktu yang lama karena pasarnya ga gede, buat takjilnya saya memutuskan membeli susu kedelai dengan campuran madu merk “Fresh” yang dijual oleh sepasang muda-mudi. Harganya 15 ribu rupiah. Susu kedelainya enak sih. Dan ada agernya juga. Tapi rasanya agak mahal aja.

DSCF0393 (1280x856)

Abis itu, saya membeli gorengan yang dijual di tepi jalan, harganya bervariasi dari dua ribu hingga lima ribu, tergantung jenis gorengannya. Saya membeli bakwan dan risol, harganya pas 5 ribu rupiah. Abis itu, saya beli dua kue bugis, yang cuma saya makan satu, satunya lagi saya kasihin ke penjaga penitipan sepatu di mesjid deket sana pas mau shalat maghrib.

DSCF0414 (1280x855)

Buat makan beratnya, saya akhirnya menyerah dengan sajian masakan padang yang dijual oleh RM Sinar Surya. Setelah membayarkan maharnya, sebungkus nasi dengan gulai tunjang dan telur dadar berpindah tangan. Karena mereka ga nyediain tempat buat makan, saya akhirnya duduk di tangga Pasar Benhil. Ga malu? Ah, cuek aja, yang penting bisa makan. Dan by the way, tunjangnya enak banget, lembut. Dan karena penghabisan, saya dikasih dua potong pula.

DSCF0421 (1280x854)

Saya beres makan, hampir jam setengah tujuh dan langit mulai gelap, para penjaja takjil mulai beres-beres. Bahkan ada juga lapaknya yang udah kosong melompong. Saya berjalan ke Masjid Al Falah yang ada di deket sana buat menunaikan ibadah shalat maghrib sekaligus shalat isya dan taraweh.

DSCF0412 (852x1280)

Di jalan, saya menemui dua moda transportasi khas Jakarta yang terkenal gara-gara serial Si Doel Anak Sekolahan, oplet! Biarpun rombeng tapi masih ada aja lho peminatnya.

 

Pasar Takjil Benhil
Jalan Bendungan Hilir, depan Pasar Bendungan Hilir, Jakarta Selatan
Click for Google Maps

takjil-benhil.jpg.jpg

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s