Napak Tilas Bung Karno: Monumen Penjara Banceuy (Bandung)

Kalo kamu masih inget pelajaran sejarah kamu, bahwa pada masa mudanya Bung Karno pernah tinggal di Bandung, menuntut ilmu di jurusan teknik sipil Technische Hoogeschool te Bandoeng yang kini telah berubah menjadi ITB. Pada tahun 1926, Soekarno mendirikan Algemeene Studie Club (ASC) yang merupakan cikal bakal Partai Nasional Indonesia (PNI) pada tahun 1927. Aktivitasnya di PNI menyebabkannya ditangkap Belanda dengan tuduhan hendak melakukan pemberontakan bersenjata dan mengorganisasi kekuatan lewat PNI. Ketika sedang berada di Yogyakarta, ia diciduk Belanda lalu dijebloskan ke Penjara Banceuy. Sekitar delapan bulan ia dipenjara di sini bersama ketiga rekan separtainya, Gatot Mangkupradja, Maskun, dan Supriadinata.

DSCF9884 (1280x855)

Kini, Penjara Banceuy hanya tersisa di dua tempat, sudut menara pengawas yang dapat terlihat dari tepi Jalan ACB menuju ke Jalan Braga, dan sel penjara nomer 5 yang dulunya menjadi saksi bisu perlawanan Soekarno dari balik bui. Pada tahun 1983, Penjara Banceuy dipindahkan ke Jalan Soekarno Hatta dan di lokasinya kini telah berganti dengan gedung-gedung pertokoan.

DSCF9891 (1280x853)

Ga heran kalo ga banyak orang yang mengetahui lokasi ini, bahkan termasuk orang Bandung sendiri. Saya sendiri pernah iseng dateng ke sini bertahun-tahun silam. Tidak terawat. Di dinding-dinding sekitarnya malahan berbau pesing bekas buang air kecil orang-orang yang ga bertanggung jawab. Sekarang udah mendingan. Mungkin karena adanya rencana peringatan Pidato Bung Karno pada 1 Juni 1945 saat ia memaparkan konsep Pancasila untuk pertama kalinya dalam sidang Dokuritsu Junbi Cosakai atau Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Di tepi Jalan Banceuy sekarang juga telah ditambahkan papan petunjuk bertuliskan “Monumen Penjara Banceuy”.

DSCF9903 (2560x1003)

Tapi, berkunjung ke sini juga bukan perkara gampang. Pas saya dateng ke sini, kedua pintu pagar depannya dikunci oleh gembok. Saya tanya ke penjual asongan di deket situ, katanya “Oh, Pak RT-nya ga ada ya?” Pak RT siapa pula? Penjaganya? Lagi ke mana dia? Kenapa ga dia buka aja pintunya, katakanlah setiap hari dari jam 9 sampe jam 4 sore? Kasian kan kalo ada wisatawan yang sudah datang untuk berkunjung? Tak patah arang, saya mencoba memutari ruko ke jalan belakang, mungkin dia ada di sana atau mungkin ada pintu lain yang ga digembok. Nihil, digembok juga. Sungguh ga jelas. Akhirnya, saya balik lagi ke depan dan memanjat tembok di antara dua pintu yang digembok tadi. Untungnya di depan tembok itu ada batu kali hiasan yang bisa jadi pijakan, di baliknya juga untung ada pot tanaman berukuran besar yang terbuat dari batu.

DSCF9899 (853x1280)

Kalo kamu mencoba googling, mungkin kamu akan menemukan foto lama Monumen Penjara Banceuy, misalnya yang ada di situs ini. Di samping dan di belakang sel penjara nomer 5 yang dikelilingi rantai ada monumen berwarna puti. Sekarang, semuanya udah ga ada, diganti dengan lahan kosong yang memberi kesan lega. Di belakang penjara berganti oleh patung Bung Karno bercat perunggu yang sedang duduk sambil memegang sebuah buku berlatarkan dinding dengan batu tempel berwarna abu-abu. Di sekelilingnya ditambahkan panel-panel banner yang menceritakan kisah hidup Bung Karno di Bandung, saat di penjara, dan saat di sidang pengadilan.

DSCF0261 (853x1280)

DSCF0265 (1280x853)

Di dalam sel penjara sempit berukuran panjang 2.1 meter, lebar 1.5 meter, dan tinggi 2.5 meter inilah Soekarno sempat mendekam selama 8 bulan sejak 29 Desember 1929 hingga dipindahkan ke Penjara Sukamiskin di Ujung Berung. Tidurnya hanya beralaskan papan tebal dengan alas tikar anyam. Di sudut kiri terdapat sebuah baskom kaleng yang berguna sebagai tempat buang air, yang mesti dibersihkannya sendiri setiap hari di kamar mandi saat keluar sel. Namun demikian, baskom kaleng ini pulalah yang digunakannya selama satu setengah bulan untuk menyusun naskah pledoi “Indonesia Menggugat” yang dibacakannya saat diadili di gedung pengadilan kolonial (kini Gedung Indonesia Menggugat). Tulisan yang menggaung hingga ke ujung dunia dan mengilhami bangsa-bangsa terjajah untuk meraih kemerdekaannya.

 

Monumen Penjara Banceuy
Jalan Banceuy, Bandung
Click for Google Maps

penjara-banceuy.jpg.jpg

Iklan

3 pemikiran pada “Napak Tilas Bung Karno: Monumen Penjara Banceuy (Bandung)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s