Martabak Pedro yang Lezatos (Jakarta)

Suatu sore, saya ama temen-temen di kantor tetiba kepengen beli martabak yang saban hari pernah diceritain sama Alda (ini nama cowok, karena nama lengkapnya adalah Fachri Alda), Martabak Pedro. Hmmm, saya pernah sih ngedenger beberapa nama martabak yang katanya antara enak, terkenal, rame yang beli, dan semacamnya, tapi yang jelas Martabak Pedro bukan salah satunya. Reinhardt, temen saya yang satu lagi, bilang kalo Review martabaknya tampaknya oke. Boleh juga nih pikir saya, udah lama ga ngereview martabak.

menu martabak pedro

Di menu, menu martabaknya dibagi berdasarkan jumlah topping. Yang satu macem topping disebut Solo Passion, yang dua atau tiga topping disebut Conjunto Passion. Pengen martabaknya pake adonan pandan, red velvet, atow green tea? Bisa, tinggal nambah 5 rebu saja.

Kalo diliat dari review orang, kayaknya sih yang jadi primadona yaitu Martabak Flava ama Velvette Creamario. Martabak Flava ini ga kayak martabak pada umumnya, karena ga ada toppingnya. Sebaliknya, martabaknya dikasih vla vanila, makanya namanya Flava, yang dimakan dengan cara mencolekkan martabaknya ke vla tersebut. Sementara Velvette Creamario adalah martabak red velvet dengan topping krim keju dan oreo.

DSCF9861 (1280x852)

Akhirnya, kita lalu patungan pesen kedua martabak tadi pake Go Food. Lumayan, biaya anternya cuma 5000 karena Go Pay lagi promo. Si tukang gojek terus dateng ke kedai Martabak Pedro yang sederhana di area parkiran Indomaret di Jalan Matraman Raya. Martabak Pedro buka dari jam 2 siang sampe jam 10 malam. Mungkin kamu bertanya-tanya, kok kalo mesennya pake Go Food bisa ada foto kedainya sih? Ngga, itu saya sengaja dateng ke sana beberapa hari setelahnya dan kebetulan ada tukang Gojek juga di situ.

DSCF9547 (1280x855)

Packing Martabak Pedro juga menurut saya bagus, bisa dijinjing, beda dari bungkus martabak-martabak lainnya. Tapi tunggu dulu, packing bagus ga berarti apa-apa kalo martabaknya ga enak.

Daaaan, ternyata martabak Velvette Creamario-nya emang enak buangeeeet! Martabaknya ga terlalu tebel, empuknya pas, plus ada sedikit sensasi renyah di kulitnya. Udah gitu, topping remah-remah oreo dan krim kejunya juga dikasih ga tanggung-tanggung. Pokoknya emang bener review orang-orang, saya mesti mengamini bahwa ini martabak emang enak banget lah. Dan karena manis banget, makan beberapa potong pun kita dengan cepat merasa enek. Ternyata walaupun masih pendatang baru, belom seterkenal martabak lain yang jauh lebih terkenal dan mapan, martabaknya termasuk salah satu martabak paling enak yang pernah saya makan. Udah gitu, harganya pun menurut saya masih tergolong murah, cuma 54 ribu rupiah aja lho.

Model tangan : Reinhardt

Eh, sampe lupa kalo kita juga beli Martabak Flava. Martabak yang satu ini emang keliatan jauh lebih ga menarik sih ya dibandingin Velvette Creamario. Dan ternyata emang salah sih, karena Martabak Flava tingkat kemanisannya jauh di bawahnya. Jadi mestinya kita makan yang ini dulu baru yang red velvet. Dan kalo dari segi rasa, menurut Reinhard martabaknya aja juga udah enak. Yang mau saya soroti sih rasa vla vanilanya yang agak sintetis, kurang natural. Mungkin mesti dieksplorasi lagi rasa vanila lainnya.

Velvette Creamario IDR 54K
Flava IDR 25K

 

Martabak Pedro
Jalan Matraman Raya No. 157 Jakarta Selatan
Click for Google Maps

martabak-pedro.jpg.jpg

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s