Makan Iga Bakar D’jogja (Bogor)

Capek jalan-jalan di Kebun Raya Bogor, saya ngajakin Beni ama Mita buat makan siang di Iga Bakar d’Jogja. Kebetulan saya dapet masukan dari salah seorang temen saya, Icha, yang bilang kalo suaminya suka banget sama iga bakar di sini. Benarkah klaimnya itu? Akankah selera dan suaminya sama? Lalu kenapa pula namanya d’Jogja dan bukan d’Bogor (atau m’Bogor)? Mari kita coba selidiki langsung ke sana aja deh.

DSCF1679 (1280x853)

Iga Bakar d’Jogja menempati sebuah rumah jadul di utara Bogor, deket pusat kuliner Air Mancur. Untuk menuju ke sini, kamu mesti memutar melalui Jalan Pemuda, Jalan Kesehatan, baru masuk ke Jalan Ahmad Yani yang searah. Si Iga Bakar d’Jogja ada di sebelah kiri jalan, tepat di seberang GOR Pajajaran Bogor. Yang makan siang itu ternyata lumayan juga, jadi tempatnya ga sepi juga. Hmm, ada harapan kalo iga bakarnya emang beneran enak nih. Di menunya tertulis berbagai macam menu yang tersedia. Kategori menunya ada iga bakar, sop, steak, ayam, snack, sayuran, minuman, dan lain-lain, namun variasinya sedikit. Yang paling banyak tentunya ada di kategori iga bakar.

DSCF1681 (1280x855)

Karena ga tau juga mana menu yang enak, akhirnya kita bertiga mesen Iga Bakar BBQ. Kok bertiga? Iya, soalnya kita emang cuma mesen dua menu buat dimakan bertiga. Di bawah tulisan Iga Bakar BBQ ada deskripsi “Ehmmm… Sangat recommended”. Oke deeeh. Tapi kalo menurut saya sih rasanya so so ah. Ga enak-enak amat. Udah gitu, saya juga ga terlalu suka rasa manis barbeque. Terus buat menu seharga 70 rebu, iga bakarnya juga rasanya kurang gede. Beda jauh sama misalnya konro bakar favorit saya di Sop Konro Karebosi di bilangan Kelapa Gading, Jakarta. Oiya, sebenernya kita dikasih kuah kaldu juga sebagai pendamping tapi nyaris ga dimakan sama sekali. Maaf Icha, sepertinya selera suami kamu dan saya ga sama. Atau mungkin, iga bakar yang kita cobain berbeda?

DSCF1686 (1280x854)

Menu lainnya yang kita pesen adalah sop konro bakar. Walau dagingnya masih sama-sama empuk kayak si iga bakar, tapi lagi-lagi menurut saya rasanya masih so-so. Malah ga berasa juga “bakar”nya di sebelah mana. Udah gitu, sop konronya disajikan dengan piring yang sangat lebar dan datar. Kuah sopnya jadi mendingin dengan cepat. It’s only simple physics guys! Mestinya mereka menyajikan sop konro dengan mangkok dengan kuah yang cukup banyak supaya daging iganya terendam dan cukup panas ketika disajikan. Dari segi harga, saya juga ga paham kenapa harganya bisa 30 persen lebih murah daripada Iga Bakar BBQ. Padahal ukurannya nyaris sama aja.

Iga Bakar BBQ IDR 70K
Sop Konro Bakar IDR 51K

 

Iga Bakar D’Jogja
Jalan Ahmad Yani No. 32 Bogor
Click for Google Maps

iga-bakar-djogja.jpg.jpg

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s