Liburan ke Museum Kereta Api (Ambarawa)

Ini kali pertama saya sekeluarga dateng ke sini, pasca renovasi, hehehe. Sebelumnya, keluarga saya udah pernah ke sini sih. Tapi itu udah lama. Kayaknya pas saya masih SMA atau masih kuliah tingkat awal deh. Udah lama banget kan? Dan sekarang, pas udah lima tahun lulus dan udah kerja, tiap keluarga saya jalan-jalan, saya masih ikutan. Udah jadi semacam semua anggota keluarga wajib ikut semua gitu deh. Yah, nikmatin aja. Nanti kalo udah pada nikah, mungkin udah ga bisa lagi jalan-jalan sekeluarga kayak gini kan. Atau mungkin, jadi konvoi dua atau tiga mobil, hehehe.

DSCF8670 (800x534)

Walau udah lamaaa banget kayaknya proses renovasinya, Museum Kereta Api Ambarawa ini masih belum sepenuhnya berfungsi karena belum diserahterimakan dari pihak yang merenovasi ke pihak PT KAI. Parkiran yang sedianya bisa menampung hingga puluhan mobil, masih ditutup. Para pengunjung yang dateng rata-rata memarkir kendaraannya di area parkir di dalam dan di luar pasar yang ada di seberang museum. Keluarga saya mesti bayar biaya parkir sebesar 10 ribu rupiah ke preman pasar setempat. Agak menyebalkan sih memang. Berasa dipalak.

Para pengunjung pun belum masuk melalui jalur yang semestinya. Pas saya ke sana, pintu masuk pengunjung masih dari arah depot lokomotif. Dari depot ke peron stasiun ada dua jalur, teduh dan ga teduh. Jalur yang teduh melalui jalan setapak di samping kiri dan kanan loko dan gerbong yang diparkir memanjang. Di atasnya ada atap yang ga terlalu besar. Ga akan membantu kalo ada hujan yang lebat, pasti bakalan basah juga. Tapi lumayan lah kalo cuma buat menghadang terik sinar matahari.

Pas lagi lewat jalur yang teduh ini, ada papan-papan nama lokomotif dan gerbong yang ga dipasang permanen. Kualitasnya rendah dan udah jelas ga akan awet. Buat saya yang udah berkali-kali ke luar negeri, ngeliat barang yang kayak gini tuh agak menyebalkan juga. Kenapa sih orang kita itu ga bisa (atau ga mau?) membuat sesuatu yang berkualitas tinggi dan lebih permanen sehingga bisa lebih awet? Ada uang ada barang? Ya bayar agak lebih laaah. Atau, jangan-jangan karena duitnya udah dikorup oknum-oknum tertentu?

DSCF8660 (531x800)

Museum Kereta Api Ambarawa awalnya merupakan sebuah stasiun kereta api yang sekarang dialihfungsikan. Koleksinya meliputi berbagai lokomotif kereta api yang pernah berjaya pada zamannya. Salah satunya adalah kereta api uap dengan lokomotif nomor B 25 02 dan B 25 03 buatan Maschinenfabriek Esslingen, serta B 51 12 buatan Hannoversche Maschinenbau AG yang hingga kini masih digunakan sebagai kereta api wisata. Kereta api uap ini sangat unik dan merupakan salah satu dari tiga yang masih tersisa di dunia. Disebut unik karena kereta api ini memiliki gigi yang digunakan untuk melalui rel bergigi khusus untuk jalur yang menanjak.

Kereta api wisatanya sendiri, menurut info yang papah saya tanyakan ke pegawai museum, hanya difungsikan pada hari Minggu dan hari libur nasional saja. Agak aneh sih kalo pas hari libur nasional justru malah bekerja karena pada umumnya museum justru tutup. Biaya tiketnya 50 ribu rupiah untuk satu orang. Selain itu, kereta juga bisa dicarter untuk satu rombongan dengan biaya tertentu.

DSCF8656 (800x533)

Hal menarik yang dapat dilihat di museum ini, tentunya selain berbagai koleksi lokomotif dan gerbong, adalah turntable yang digunakan untuk memutar arah lokomotif. Selain itu, kita juga dapat melihat berbagai koleksi yang berkaitan dengan perkeretaapian di gedung stasiun yang kini sebagian ruangannya dialihfungsikan menjadi ruangan museum. Koleksi tersebut antara lain telepon antik, peralatan telegraf, bel jadul, dan beberapa perabotan antik.

DSCF8682 (800x533)

Di depan stasiun sekarang ada tulisan ini I love ambarawa. Atau bisa juga dibaca I am barawa. Kamu tau kan ini niru tulisan apa? Yesss, ini niru tulisan I am sterdam yang terkenal itu. Niru banget dan lack of originality sih emang. But who caaares. Lumayan buat spot foto, hehehe…

Tiket Masuk
Dewasa IDR 10K
Anak-Anak 3-12 tahun IDR 5K

 

Museum Kereta Api Ambarawa
Jalan Stasiun No. 1 Ambarawa, Jawa Tengah
Click for Google Maps

museum ka ambarawa

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s