Beli Colenak? Ya di Colenak Murdi Putra! (Bandung)

Tadinya nih, saya ke sini mau berburu gorengan yang dibilangin ama Kang Ibrahim, salah satu gegedug di grup Komunitas Kuliner Bandung di Facebook, yang ada di deket Jalan Asep Berlian. Pas saya cek, jalan itu ada di daerah Cicadas. Oke, sambil nungguin Nanda yang baru pulang les Tridaya jam 6 sore, sore itu saya bertolak ke Cicadas dari daerah Sawah Kurung. Mestinya ga makan waktu lama, kan cuma mau beli gorengan, yang notabene ga dimakan di lokasi.

DSCF6677 (1024x683)

Tapi eh tapi, mobil saya kelewatan ama lokasi si gorengan. Dan kalo kamu tau, kalo udah kelewatan suatu lokasi di Cicadas, muternya itu beuuuuh, pe er banget! Alhasil, saya akhirnya malah jadi keingetan tempat beli colenak yang paling oke di Bandung. Colenak Murdi Putra. Masih di deket Cicadas juga, udah lewat sih, udah ke arah Ujung Berung.

DSCF6657 (683x1024)

Kalo kamu pernah baca kisah-kisah menarik soal Konperensi Asia Afrika, kamu pasti tau kisah yang satu ini. Hidangan colenak buatan Pak Murdi disajikan saat malam resepsi rangkaian KAA di Gedung Pakuan pada 8 April 1955. Makanan khas Sunda yang terbuat dari bahan peuyeum (tape, tapai) itu pun turut pula disuguhkan sewaktu acara perpisahan KAA di Hotel Savoy Homann pada 24 April 1955. Iya, konon Colenak Murdi Putra ini udah eksis di Bandung sejak tahun 1930. Wih, 15 tahun lagi udah seabad ya usianya. Udah aki-aki.

DSCF6664 (1024x683)

Jadi, di sini ga cuma jualan colenak doang. Seengganya, dari sejak saya pertama kali ke sini, ya udah kayak gini. Mereka berjualan makanan ringan, jajanan pasar, dan bermacam oleh-oleh khas Bandung dan sekitarnya.

DSCF6652 (1024x683)

DSCF6653 (1024x683)

Colenak yang dijual ada tiga rasa. Yang bungkusnya berwarna ijo yaitu colenak original, yang ga dikasih esens aroma apa-apa. Kayak yang biasa dijual di pinggiran jalan menuju ke Lembang. Terus, yang bungkus warna oranye yaitu aroma nangka. Yang warnanya biru, aroma durian.

DSCF6663 (1024x683)

Saya beli tiga bungkus colenak. Karena saya pengen moto colenaknya, saya bilang mau makan satu bungkus di tempat. Colenaknya disajikan bersama teh tawar hangat. Kenapa tawar? Soalnya colenaknya udah maniiiiis banget. Teh tawar adalah pilihan yang pas.

Jadi, kalo kamu belom pernah beli atau bahkan belom pernah denger, colenak ini terdiri dari peuyeum, kelapa parut, dan gula merah. Peuyeumnya dibakar dulu sampe rada kecoklatan (jangan sampe gosong) baru abis itu dikasih kelapa parut yang sejak awal sudah bercampur dengan gula merah.

DSCF6669 (1024x682)

Colenak Murdi Putra ini adalah colenak favorit saya sejak awal saya mencoba. Walau colenak biasa juga enak, tapi colenak ini tuh lebih spesial. Karena jauh lebih manis (terlalu manis malahan, sampe agak-agak mengkristal). Dan mungkin juga karena peuyeum yang dipake merupakan peuyeum pilihan yang rasanya manis dan empuk banget.

Oiya, sebagai tembahan informasi. Colenak Murdi Putra ini didistribusiin juga lho Toserba Griya dan Yogya. Saya ga tau pasti juga apakah dijual di semua cabang atau ngga, tapi ya mestinya semua sih. Jadi, kamu ga perlu jauh-jauh ke Cicadas cuma buat beli colenak mereka.

Colenak IDR 9K

 

Colenak Murdi Putra
Jalan Ahmad Yani No. 733, Cicadas, Bandung
Click for Google Maps

colenak murdi

Iklan

3 pemikiran pada “Beli Colenak? Ya di Colenak Murdi Putra! (Bandung)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s