Makan Malam di Sedap Malam (Bandung)

Yes, kulineran di mal atau di cafe-cafe, resto-resto “cantik” nan mahal is not really my thing. Saya terkadang lebih tertarik menemukan mutiara di tempat-tempat seperti ini, di pinggiran jalan alias kaki lima.

DSCF6115 (1280x853)

Sebenernya, tempat ini sama sekali ga asing buat saya. Pas kuliah dulu, saya sering banget makan di sini. Awalnya, karena temen saya yang bilang bahwa capcay di sini enak. Jadilah suatu sore, karena mereka emang baru buka jam 5an, saya bertandang kemari.

Sempet salah dulu sih, karena temen saya cuma bilang “capcaynya enak” padahal pas sampe di sini, mereka punya dua varian capcay : capcay goreng dan capcay rebus. Saya gambling, maka saya belilah satu capcay rebus. Capcay goreng does not sound familiar. Tapi, lidah emang ga bisa dibohongin. Rasanya biasa-biasa aja. Ternyata emang salah, yang oke itu capcay gorengnya.

Dan sejak saat itu, jadilah saya pelanggan setia tempat ini. Saya bahkan pernah mengajak serta keluarga dan teman-teman saya untuk makan di sini. Mengajak mereka turut merasai enaknya capcay goreng favorit saya.

DSCF6117 (853x1280)

Sebenernya, ga hanya capcay gorengnya yang jadi favorit saya di sini. Jadi, tempat ini memang menempati posisi yang sangat strategis di kampus ITB. Ibarat letak Indonesia yang juga strategis di antara dua benua dan dua samudera sehingga ramai dilewati orang, lapak Sedap Malam pun terletak di perlintasan jalur dari ITB ke Dago, serta dari ITB ke Masjid Salman. So, ga heran kalo tempat ini tuh rame banget.

Nah, karena tempat ini tuh rame banget, tapi kuali buat ngegoreng nasi, capcay, dan mienya cuma ada satu, pesenan kita bakal lama datengnya. Saya seringkali menggunakan taktik ini : tanyalah mereka, makanan apa yang akan dimasak berikutnya. So, kalo menggunakan taktik ini, saya bisa mengikutkan pesenan saya ke pesenan orang lain dan mendapatkan pesenan saya dengan jauh lebih cepat. Alhasil, taktik ini membuat saya jadi mencoba hampir semua menu mereka. Dan selain capcay goreng, yang menurut saya juga enak banget adalah mie gorengnya.

DSCF6123 (1280x854)

Suatu hari Minggu di bulan Agustus itu, kebetulan saya abis ada reuni satu dekade angkatan jurusan saya di kampus. Sorenya, dilanjutin dengan karaokean bareng temen-temen geng saya di Living Plaza, Dago. Selesai karaoke, saya mengajak Munir dan Mita buat makan malem di sini. Saya meyakinkan mereka untuk mencicipi capcay goreng dan mie goreng favorit saya. Dan, menurut mereka emang rasanya enak. Yes! Seneng rasanya kalo ada orang yang suka dengan makanan yang kita bilang enak.

DSCF6131 (1280x853)

Ini capcay gorengnya. Porsinya lumayan banyak juga. Padahal dulu rasanya seporsinya ga sebanyak ini. Bumbu si capcay goreng dan mie gorengnya sebenernya, saya meyakini, hanya menggunakan saos murah berwarna merah oranye yang suka dipake ama tukang bakso atau mie ayam gitu. Tau kan? Yang, katanya siiih, dibuat dari pepaya busuk gitu (makanya warna merah oranye). Saya ga peduli itu bener atau ngga, pokoknya rasanya enak! (watados)

DSCF6134 (1280x853)

Nah, yang terakhir ini sepertinya menu baru mereka. Telur kuah. Saya tertarik mencobanya demi melihat ada mahasiswa yang memesan makanan ini. Karena penasaran, saya lihat menu mereka dan menemukan menu baru ini. Oke, wajib dicoba nih. Dan, walaupun berkuah, ternyata cita rasanya masih sama ama capcay goreng dan mie goreng tadi. Ada campuran saosnya. Harganya juga relatif murah kalo dibandingin ama capcay goreng dan mie goreng. Kayaknya, ini menu yang mereka buat khusus untuk menjawab permintaan pasar para mahasiswa yang lagi kanker (kantong kering) karena belom dapet kiriman bulanan dari ortu, hehehe. Walaupun murah tapi lumayan juga lho, masih ada beberapa suiran daging ayamnya…

Mie Goreng IDR 10K
Capcay Goreng IDR 13K
Telur Kuah IDR 8K

 

Sedap Malam
Jalan Ganesha, samping pintu parkir Seni Rupa ITB, Bandung
Click for Google Maps

sedap malam

Iklan

Satu pemikiran pada “Makan Malam di Sedap Malam (Bandung)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s