Ucapan Selamat Tinggal dari Menara Siger (Bakauheni)

Kamu tau Menara Siger? Kalo kamu pernah ke Bakauheni dan hari masih terang, kamu mestinya bisa liat bangunan yang satu ini. Bangunan besar berwarna kuning yang berdiri di puncak bukit ini terlihat jelas dari kejauhan. Menara ini diresmikan pada 30 April 2008 oleh Gubernur Lampung dan menjadi ikon titik nol Sumatera di selatan.

DSCF5473 (1280x856)

Menara Siger sendiri mengambil bentuk dari mahkota pengantin wanita Lampung yang berbentuk segitiga, berwarna emas dan biasanya memiliki cabang atau lekuk berjumlah sembilan atau tujuh. Siger adalah benda yang sangat umum di Lampung dan merupakan simbol khas daerah ini. Kalo kamu berjalan-berjalan di kota Bandar Lampung, kamu akan dengan mudah menemukan banyak toko yang di bangunannya mengenakan hiasan berupa pelat logam yang menyerupai bentuk siger ini.

Dengan membayar tiket 10 ribu rupiah per orang, itupun bisa nawar karena sebenernya kami dateng berlima semobil tapi cuma bayar tiga aja, kita bisa mengunjungi tempat ini. Bener-bener ga ada apa-apa lagi selain bangunan Menara Siger ini dan taman yang ada di sekitarnya. Praktis yang bisa dilihat di sini hanya pemandangan.

DSCF5479 (1280x853)

Ruangan di dalem bangunan cenderung kosong, cuma ada arena bermain mandi bola buat anak-anak. Oiya, itu saya cuma ngintip-ngintip aja soalnya kalo mau masuk ke dalam ruangan ada “pajaknya” lagi. Rupanya, kita bisa melihat pemandangan dengan lebih jelas melalui jendela-jendela yang ada di dekat puncak Menara Siger. Ah, tapi kita ga ada yang berminat buat ke sana,males naik tangganya. Dari luar sini juga udah cukup.

DSCF5480 (1280x854)

Pemandangannya sendiri cukup oke. Kita bisa ngeliat seluruh Pelabuhan Bakauheni beserta aktivitas kapal ferry yang sedang bongkar muat barang dan penumpang. Ada beberapa kapal ferry yang sudah antre untuk berlabuh. Saya juga bahkan baru ngeuh kalo di sekitarnya ada beberapa pulau kecil.

DSCF5481 (805x1210)

Setelah duduk-duduk bentar, itung-itung menikmati biaya masuk yang rasanya kemahalan, kita berangkat ke pelabuhan. Penyeberangan dengan menggunakan ferry untuk mobil roda empat biayanya 347 ribu rupiah. Penumpangnya ga perlu bayar lagi. Jadi, kalo kamu bisa numpuk-numpuk orang kayak sarden di dalem mobil, secara itung-itungan bakal jadi murah, kekekek…

DSCF5483 (1280x858)

Akhirnya, kami naik ke atas kapal. Kapal yang kita naiki untuk pulang ini tidak terlalu besar dan ga kayak ferry pas kita berangkat, khusus untuk penyeberangan kendaraan roda empat aja. Dari kapal, saya bisa melihat Menara Siger di kejauhan. Seandainya dia punya tangan, mungkin dia udah melambai-lambaikannya ke arah kami. Dan mungkin kami malah akan bergidik ngeri, kekekek…

 

Menara Siger
Jalan Raya Trans Sumatera, Bakauheni, Lampung Selatan
Click for Google Maps

siger

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s