Nyicip Pindang Meranjat di Riu (Bandar Lampung)

Dari Krui, berakhir sudah kunjungan Tour de Lampung kita. Kini, saatnya pulang.

Eh, tapi ga segampang itu juga kali. Kita masih di Krui dan perjalanan dari Krui ke Bandar Lampung masih harus menempuh jarak 222 km. Sampe pelabuhan Bakauheni bahkan masih 316 km lagi. Tenang, kita emang ga akan langsung pulang hari ini. Kita masih ada rencana kulineran di kita Bandar Lampung dan menginap semalam di sini. Selama di sini, kita belom sekalipun makan makanan khas Lampung. Setiap makan, pasti deh makanan minang melulu. Rencananya, di Bandar Lampung kita mau mampir ke Pindang Meranjat Riu dan Pempek 123 keesokan harinya.

Di perjalanan, kita sempat melalu sebuah desa yang semarak dengan hias-hiasan ala agama Hindu. Oooh, ternyata ini adalah desa para transmigran dari Bali yang mayoritas beragama Hindu. Mereka baru saja merayakan Galungan yang kebetulan jatuh pada 15 Juli 2015, tepat dua hari sebelum Lebaran.

DSCF5374 (1280x853)

Perjalanan akan lagi-lagi menembus hutan pegunungan Bukit Barisan Selatan. Tidak seperti dua tahun lalu, di sepanjang jalan sekarang udah ada cukup banyak pom bensin sehingga kita ga perlu khawatir. Selepas menembus hutan, akan ada sebuah masjid yang sangat populer di kalangan pemudik yang melalui jalur timur. Namanya Masjid Imaduddin, yang berada di Sedayu, Tanggamus, Lampung. Koordinat GPSnya -5.4899263,104.4705438.

DSCF5377 (1280x288)

Dua tahun lalu, saya sekeluarga yang pulang mudik lewat jalur timur juga mampir di masjid ini. Waktu itu dini hari. Masjidnya sepi banget. Beda dengan sekarang di mana banyak orang dan mobil yang berhenti. Kenapa orang seneng banget singgah di masjid ini? Pelayanan masjid ini untuk para musafir menurut saya super duper oke banget. Mereka menyediakan tempat mandi, tempat makan, tempat ngecas hape, tikar, kursi. Bahkan ada juga yang berjualan mie instan cup. Selasarnya cukup luas untuk menampung banyak orang yang hanya sekedar duduk-duduk untuk melepas penat dan lelah setelah lama duduk di kursi mobil.

DSCF5382 (1280x853)

Dari Masjid Imaduddin, kita melanjutkan lagi perjalanan menuju Kota Agung. Rencananya, kita akan makan siang di sini. Yah, lagi-lagi kita makannya masakan minang lagi. Tapi untungnya masakannya enaaak. Saya ngambil ayam goreng dan perkedel kentang, lengkap dengan serundeng dan sambel cabe ijo.

Di Gedong Tataan, sekitar 20 km sebelum masuk kota Bandar Lampung, kita melihat papan petunjuk objek wisata Museum Transmigrasi. Sayang sekali, karena ketidaktahuan kita, kita melewatkan saja museum ini. Transmigrasi di Indonesia sudah dimulai sejak masa kolonial Belanda yang bahkan dilanjutkan pasca kemerdekaan. Bahkan pada tahun 1981, konon 60% dari penduduk Lampung adalah transmigran. Jadi, jangan heran kalo kamu lagi di Lampung kamu akan banyak menemukan nama kota besar yang ada di Jawa.

DSCF5385 (1280x853)

Di Bandar Lampung, kita nginep di Wisma Delima. Lokasinya di belakang Bank Eka di Jalan Jenderal Ahmad Yani. Setelah beristirahat 2 jam, kita langsung ciao lagi nyari makan malam jam 8. Tujuannya? Ya ke Pindang Meranjat Riu dong!

Pindang Meranjat Riu ini terletak di Jalan Gatot Subroto, Garuntang, Banda Lampung. Jalan Gatot Subrotonya sendiri cukup panjang sehingga kita rada ribet nemuin lokasinya. Apalagi dari hasil googling, kita ga berhasil nemuin nomer alamatnya. Tambah ribet. Masak alamatnya ga pake nomer? Alhasil, dalam perjalanan ke sini, kita mampir dulu ke (lagi-lagi) Indomaret buat nanyain lokasi rumah makannya. Kata seorang pembeli yang antre, lokasinya masih agak jauh, setelah hotel Novotel. Hooo, sekarang jadi lumayan jelas.

DSCF5388 (1280x853)

Akhirnya, kita sampe juga di sini. Saya tanya tukang parkir, katanya tutup jam setengah 10an. Fiuh, kita sampe jam setengah 9. Pas masuk, ternyata tempatnya cukup gede, ada saung-saungannya. Malem ini tapi agak sepi, mungkin karena kita datengnya kemaleman juga. Saya membayangkan mungkin pas siang hari suasananya jauh lebih ramai.

DSCF5396 (853x1280)

Liat menu sebentar aja, soalnya kita udah tau mau makan apa. Ada dua macam ikan yang dipindang, ikan patin dan ikan baung. Ikan patinnya udah abis, tinggal ikan baung doang. Ya, gapapa. Lima orang memesan pindang meranjat. Beberapa memesan bagian badan, beberapa lagi memesan bagian kepala. Bagian ekor kayaknya udah abis.

DSCF5392 (1280x855)

Saya memesan bagian kepala, tapi yang difoto di bawah ini adalah bagian badan, pesenan adik saya. Warna ikannya ga terlalu cerah, mungkin karena emang kita datengnya udah malem, ikannya udah sisa-sisa seharian. Udah ga fresh. Dan kenyataannya sih emang ikan pindang yang kita pesen emang termasuk yang akhir-akhir. Atau bisa juga karena pencahayaannya yang kurang oke. Maklum. udah malem dan rumah makannya agak-agak temaram.

DSCF5403 (1280x854)

Rasanya? Sebenernya enak. Asem seger, khas rasa pindang. Apalagi kuahnya juga cukup pedes. Cukup untuk ngebikin kita ga berminat makan sambel yang udah disediakan. Tapi menurut saya, rasanya akan lebih enak lagi kalo ikan yang kita makan masih fresh. Mestinya emang kalo mau dateng ke sini ya pagi atau siang lah. Sore atau apalagi bahkan malem kayak gini ga recommended deh. Masakannya juga udah lengkap, kayak sekarang, ga ada pindang patinnya karena udah abis. Padahal saya yakin ikan pindang patin rasanya lebih oke.

DSCF5405 (1280x853)

DSCF5409 (1280x853)

Selain ikan pindang baung sebagai hidangan utama, kita juga pesen beberapa porsi tempe dan tahu. Uniknya tempe dan tahunya digoreng pake tepung. Tapi rasanya sih biasa aja. Selain itu, kita pesen kangkung juga, yang dengan penuh sesal kenapa tadi pesennya cuma satu. Soalnya kangkung selalu banyak peminatnya.

Pindang Baung Badan/Ekor IDR 25K
Kangkung Polos IDR 15K
Tahun Tempe IDR 5K

 

Pindang Meranjat Riu
Jalan Gatot Subroto, Bandar Lampung
Click for Google Maps

pindang riu

Iklan

Satu pemikiran pada “Nyicip Pindang Meranjat di Riu (Bandar Lampung)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s